Sah! IOC Putuskan Tinju Dipertandingkan di Olimpiade Los Angeles 2028

AKURAT.CO, Cabang olahraga tinju akhirnya resmi dimasukkan ke dalam Olimpiade Los Angeles 2028. Keputusan ini mengakhiri polemik apakah cabang tarung tersebut bakal tetap dipertandingkan atau tidak di LA 2028.
Sebagaimana dikabarkan BBC, tinju tetap dipertandingkan di Olimpiade LA setelah pemungutan suara Komite Olimpiade Internasional (IOC) di Yunani, pekan ini.
“Saya berterimakasih karena disetujuinya kembalinya tinju (ke olimpiade). Kini kita bisa menantikan turnamen tinju yang hebat (di Olimpiade LA),” kata Presiden IOC, Thomas Bach.
Semula tinju tak dimasukkan ke program Olimpiade LA 2028 berdasarkan pengumuman pertama pada 2022. Ini tak lepas dari kontroversi dualisme badan tinju dunia, International Boxing Association (IBA) dan World Boxing.
Munculnya dualisme ini merupakan dampak dari dugaan masalah kepengurusan, keuangan, perwasitan, dan etika di IBA sebagai organisasi yang lebih dulu muncul.
IOC mencabut status keanggotaan IBA pada Juni 2023 karena dianggap gagal melakukan reformasi untuk mengatasi sejumlah persoalan tersebut.
Pada saat yang sama, World Boxing dibentuk sebagai organisasi tandingan yang berganggotakan 84 negara di lima benua. Bulan lalu, IOC memberi pengakuan sementara untuk World Boxing.
IOC dan IBA sendiri berseteru pada Olimpiade Paris 2024, Juli-Agustus silam. Ketika itu, IBA melarang keikutsertaan dua petinju putri yang dianggap memiliki hormon menyerupai putra, Imane Khelif dari Aljazair dan Lin Yu-ting dari Taiwan.
Baca Juga: Olimpiade Paris: Imane Khelif Jawab Kontroversi Gender dengan Emas, Tegaskan Kewanitaannya
Namun IOC memberikan jalan untuk kedua petinju tersebut ambil bagian dari Paris. Imane Khelif yang sempat didera kontroversi karena dianggap terlalu kuat untuk bertarung di kategori putri akhirnya meraih medali emas.
Presiden World Boxing, Boris Van Der Vorst, menjamin bahwa lembaganya bisa dipercaya dan diandalkan untuk menjadi rekanan IOC di olimpiade.
“Ini adalah hari yang besar untuk para petinju, tinju, dan semua orang yang terhubung dengan cabang olahraga kami di semua level di seluruh dunia,” kata Van Der Vorst.
“World Boxing memahami bahwa menjadi bagian Olimpiade adalah sebuah keistimewaan dan bukanlah sebuah hak dan kami bertekad untuk menjadi rekanan yang dipercaya dan diandalkan bahwa kami akan mematuhi dan memegang nilai-nilai Gerakan Olimpiade.”
Cabang tinju sendiri sudah dipertandingkan di setiap olimpiade sejak 1904. Satu-satunya olimpiade tak mempertandingkan tinju pada edisi 1912.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 8Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







