Bantuan Pemerintah Tahap Kedua untuk Cabor Unggulan Asian Games dan SEA Games Masih Berjalan
Leo Farhan | 16 April 2025, 14:40 WIB

AKURAT.CO, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Dito Ariotedjo, menyampaikan bahwa fasilitas bantuan dana tahap kedua untuk pemusatan latihan nasional (Pelatnas) cabang olahraga (cabor) unggulan masih berjalan.
Sebelumnya Pemerintah melalui Kemenpora telah menggelontorkan bantuan dana tahap pertama. Termasuk untuk dua penyelenggaraan kejuaraan dunia di Indonesia dengan total bantuan senilai Rp420 miliar pada, Senin (14/4) kemarin lusa.
"Nantinya akan ada pemberian untuk pelatnas tahap kedua, yaitu untuk cabor yang mempersiapkan diri dan memiliki potensi meraih medali di Asian Games 2026 serta cabor yang meraih medali emas pada SEA Games terakhir," kata Dito.
Baca Juga: Pemerintah Gelontorkan Rp420 Miliar untuk 13 Pelatnas dan 2 Kejuaraan Dunia, PSSI Terbesar
Pada tahap pertama, dana bantuan diberikan kepada 13 cabor. Meliputi bulutangkis, menembak, panahan, atletik, dayung, angkat besi, balap sepeda, judo, renang, surfing, senam, sepakbola, dan akuatik.
Serta bantuan untuk Kejuaraan Dunia Panjat Tebing dan World Surfing League. PSSI yang menaungi cabor sepakbola mendapat porsi bantuan dana Pelatnas terbanyak mencapai Rp199 miliar.
Dito menyampaikan bantuan untuk PSSI memang bersifat khusus. Lantaran sepakbola dianggap sebagai cabor strategis dan berpotensi tinggi berdasarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 3 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Sepakbola Nasional.
"Berdasarkan Inpres, PSSI mendapatkan anggaran tidak hanya untuk Pelatnas, tetapi untuk pengembangan sepakbola secara keseluruhan," sebut Menpora Dito.
Pengembangan sepakbola secara keseluruhan ini meliputi timnas di semua level, pengembangan perwasitan dan kepelatihan, serta penyelenggaraan kompetisi-kompetisi. Kemudian juga pengembangan futsal, sepakbola wanita, sepakbola pantai, dan program-program lainnya.
"Terkhusus untuk PSSI, Pemerintah memberikan dukungan kepada PSSI untuk program pembinaan di nasional dari kelompok usia U-17 hingga senior. Dengan tentunya target utamanya lolos ke Piala Dunia pada masing-masing level," ucap Dito.
Sedangkan untuk cabor lain, masih akan mendapatkan bantuan terpisah dari pelatnas senior. Bantuan ini meliputi untuk pengembangan tenaga keolahragaan, pembinaan atlet junior dan penyelenggaraan kompetisi. Bantuan ini yang akan diberikan salah satunya pada fasilitasi tahap kedua.
Karenanya Menpora mengucapkan terima kasih kepada PSSI yang sudah mewujudkan keinginan Pemerintah dalam hal peningkatan prestasi sepakbola nasional.
Yaitu dengan lolosnya Timnas Indonesia ke Piala Dunia U-17 2025 di Qatar. Prestasi ini menurut Dito sesuai Asta Cita Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Baca Juga: Dana Bantuan Pemerintah Menambah Kuota Atlet Pelatnas Senam untuk Asian Games dan Olimpiade
"Terima kasih PSSI sudah memberikan ceklis satu buat Asta Cita. Karena Asta Cita itu tegas, fokusnya adalah Asian Games, Olimpiade, dan Piala Dunia," kata Menpora Dito.
Hal itu juga yang menjadi pertimbangan jumlah bantuan yang diberikan Kemenpora. Dito mengatakan nominal bantuan yang diberikan menyesuaikan kebutuhan cabor-cabor untuk mencapai targetnya masing-masing, yang semuanya berdasarkan kebutuhan dan juga review dari para pakar.
"Jadi memang tidak bisa semua cabor nominalnya disamaratakan. Karena memang kebutuhannya berbeda-beda dan jumlah dari para atletnya pun juga berbeda-beda. Semua tentunya kami berikan sesuai kebutuhan masing-masing," jelasnya.
Sementara itu, Ketua Umum (Ketum) PSSI, Erick Thohir, menyatakan bahwa kepercayaan dari masyarakat dan pemerintah ini merupakan hal yang sangat penting dalam membangun olahraga nasional. Pasalnya untuk bisa membangun olahraga nasional, semua pihak harus terlibat.
"Karena itu kepercayaan menjadi penting. Sejak awal kami bersama Menpora transparan kepada Bapak Presiden tentang program-program sepakbola," jelas Erick.
"Bapak Presiden mendukung penuh, Pak Menpora mendukung penuh, DPR mendukung penuh. Semua itu dari program yang kita paparkan secara transparan.
PSSI sendiri memiliki target pengumpulan dana selama 2025 mencapai Rp650 miliar. Dengan bantuan dari Pemerintah yang mencapai hampir Rp200 miliar, PSSI juga mengumpulkan dana partisipatif dari sektor swasta dan para pendukung lainnya yang jumlahnya mencapai hampir Rp450 miliar.
"Jadi angka yang saya rasa signifikan kalau dilihat perbandingan porsi Pemerintah dan porsi dari masyarakat itu sendiri. Ini yang kita juga sampaikan, tentu sejalan dengan prestasinya sendiri. Jadi bukan hanya dananya, tetapi prestasinya ada," kata pria yang juga menjabat sebagai Menteri BUMN tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









