Joey Pelupessy Dapat Julukan Bodyguard-nya Profesor Thom Haye di Timnas Indonesia

AKURAT.CO, Gelandang Timnas Indonesia, Joey Pelupessy, mendapatkan julukan baru dari suporter Timnas Indonesia. Julukan ini muncul karena Pelupessy sempat dikira sebagai bodyguard (pengawal) Thom Haye.
Kabar munculnya julukan ini diketahui saat Joey Pelupessy menjadi bintang tamu dalam podcast The Haye Way bersama Thom Haye.
Adalah Neal Petersen selaku pembawa acara podcast tersebut yang mengungkapkan julukan yang diberikan ke pendukung Garuda ke gelandang Lommel SK itu.
Baca Juga: Disamakan dengan Xabi Alonso, Joey Pelupessy Pilih Merendah
Neal Petersen mengetahui julukan itu dari komentar atau pertanyaan yang diberikan pendukung Timnas Indonesia untuk Joey Pelupessy.
“Apakah kamu sudah tahu banyak orang memberimu julukan ‘bodyguard-nya Profesor (Thom Haye)?" ucap Neil Petersen.
“Kami (The Haye Way) mendapat banyak pertanyaan dan kemudian banyak orang bilang ‘ya, dia (Joey) adalah bodyguard-nya Profesor."
Mendapat hal ini, Joey Pelupessy mengaku kaget dan mengaku baru tahu dengan julukan tersebut. Meski demikian, Joey Pelupessy dan Thom Haye mengaku menyukainya.
Baca Juga: Patrick Kluivert Puji Penampilan Joey Pelupessy dan Rizky Ridho di Laga Lawan Bahrain
“Belum, saya belum mendengar (julukan) itu. Saya suka itu, jujur. Ya saya menjaga Profesor (Thom Haye),” kata Joey Pelupessy.
Bahkan Thom Haye menimpali bahwa julukan tersebut sangat lucu.
“Ini pertama kali saya mendengarnya (julukan itu). Ini (julukan) sangat lucu. Sang bodyguard adalah julukan yang bagus. Itu julukan yang bagus,” ucap Thom Haye.
Sebagai informasi, Joey Pelupessy melakoni debutnya bersama Timnas Indonesia sebagai gelandang bertahan di mana ia bertugas mengawal pertahanan dan menguasai lini tengah.
Perannya sebagai gelandang bertahan itu membuat Thom Haye bermain lebih leluasa di lini tengah. Alhasil ia bisa memberikan umpan kunci untuk gol kemenangan atas Bahrain.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









