Tolak Keras Sanksi Komdis PSSI untuk Yuran Fernandes, APPI Bakal Lapor ke FIFA

AKURAT.CO, Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) mengecam keras keputusan Komite Disiplin (Komdis) PSSI untuk kapten tim PSM Makassar, Yuran Fernandes.
Yuran Fernandes dijatuhi hukuman keras oleh Komdis PSSI berupa denda sebesar RP25 juta dan juga larangan bermain selama 12 bulan di Liga Indonesia. Hukuman Komdis ini diumumkan langsung oleh PSM Makassar.
Yuran Fernandez dijatuhi hukuman oleh Komdis PSSI usai diduga karena unggahannya yang mengkritik sepakbola Indonesia pasca-kekalahan PSM dari PSS Sleman pada pekan lalu. Padahal ia telah mengklarifikasi dan meminta maaf.
Baca Juga: Erick Thohir Mengaku Terkejut dengan Sanksi Yuran Fernandes, Sarankan PSM Makassar Ajukan Banding
APPI menilai hukuman itu sangat tidak adil untuk Yuran Fernandes. Sebab mengacu pada UUD 1945 pasal 28E ayat (3) yang menjamin hak setiap orang atas kebebasan berserikat, berkumpul dan mengeluarkan pendapat.
APPI menilai sanksi dari Komdis sangat berbahaya dan dan mengancam kebebasan orang untuk berpendapat.
“Tentu sebagai sesama pesepakbola, kami ikut berkeberatan atas putusan Komdis PSSI tersebut karena putusan tersebut dikhawatirkan akan mengancam kebebasan berpendapat para pemain," ujar Wakil Presiden APPI, Achmad Jufriyanto, di akun Instagram @appi.official.
APPI pun akan memberikan dukungan penuh terhadap Yuran Fernandes. Sebab apa yang diunggah pemain PSM Makassar ini dijadikan refleksi pembenahan sepakbola Indonesia.
Baca Juga: Erick Thohir: Kalau Yuran Fernandes Menyesal Main di Indonesia, Main Saja di Luar Negeri!
“Kami akan memberikan support dan dukungan penuh kepada Yuran Fernandes. Apa yang ia unggah di Instagramnya, merupakan ungkapan kekecewaan pribadinya, yang justru seharusnya dapat juga dijadikan bahan refleksi bagi banyak pihak di sepakbola Indonesia," jelas pemain yang kerap disapa Jupe ini.
Sementara itu Presiden APPI, Andritany Ardhiyasa, mengatakan bahwa APPI juga sudah berkonsultasi dengan Federasi Internasional Asosiasi Pesepak Bola Profesional (FIFPRO) dan FIFPRO Divisi Asia/Oceania terkait kasus Yuran.
"Selain itu, APPI juga telah melakukan komunikasi dan koordinasi dengan FIFPRO dan FIFPRO Divisi Asia/Oceania untuk dapat segera melaporkan hal ini kepada FIFA guna mencari dan memperjuangkan jalan keluar yang adil bagi Yuran Fernandes," imbuh Presiden APPI, Andritany Ardhiyasa.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








