Akurat
Pemprov Sumsel

Kecewa dengan Pelemparan Bus Persik Kediri, Manajemen Arema Merasa tak Dihargai Suporter Sendiri

Endarti | 12 Mei 2025, 21:22 WIB
Kecewa dengan Pelemparan Bus Persik Kediri, Manajemen Arema Merasa tak Dihargai Suporter Sendiri

AKURAT.CO, Manajemen Arema FC mengaku  kecewa berat terhadap pelemparan bus tim Persik Kediri usai pertandingan  di pekan ke-32 Liga 1 Indonesia 2024-2025 yang berlangsung di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Minggu (11/5).

Diutarakan oleh General Manager (GM) Arema FC, Yursinal Fitriandi, bahwa Arema seakan Arema FC tidak dihormati di rumahnya sendiri.

“Kita kecewa dengan beberapa stakeholders pertandingan kemarin,” kata Yusrinal melalui keterangan resminya, Senin (12/5).

“Tiga tahun kami berusaha mempertahankan eksistensi klub, bersungguh-sungguh untuk kembali ke rumah sendiri. Sementara itu banyak pihak tiada henti mencaci-maki klub, yang di satu sisi klub berusaha bertahan dan tabah menghadapi padahal klub mengalami masa sulit dengan keterbatasan dana.”

Baca Juga: Berlangsung Panas, Dua Kartu Merah dan Kekalahan Persija Saat Lawan Arema

Inal mengatakan bahwa selama tiga tahun selama Arema FC terusir para suporter tidak memberikan dukungan untuk Arema FC. Namun saat Arema FC kembali, bukan dukungan yang diterima melainkan kesempurnaan yang dituntut.

“Karena tidak ada pemasukan lantaran harus terusir, rasanya hanya cukup sisa tenaga, semangat dan niat tulus mempertahankan klub ini. Kami terasa sudah berdarah-darah, sekuat daya dan upaya kami lakukan, namun hasilnya seakan-akan kita tidak dihormati di sini," kata yang kerap disapa Inal ini.

“Kami mengingatkan suporter itu pendukung, tiga tahun mereka tidak dapat memberi dukungan ke Arema FC, begitu kita pulang, alih-alih dukungan yang didapat tapi justru tuntutan kesempurnaan yang berlebihan harus dituruti."

Baca Juga: Persija Jakarta Takluk dari Arema, Carlos Pena Puji Daya Juang Pemainnya tapi Sentil Kualitas Wasit

Yusrinal juga menyentil pihak keamanan atas insiden ini. Padahal, katanya, manajemen telah melakukan peningkatan sesuai regulasi dan menelan dana miliaran rupiah.

“Pihak keamanan mohon lakukan evaluasi, tuntutan kesempurnaan dari sisi mereka yang akhirnya semua dibebankan ke Arema FC. Laga kemarin itu level renpam high risk match, dan Arema FC sudah penuhi semuanya," katanya.

“Kami prihatin kejadian pelemparan bus Persik terjadi di area zona empat di luar area stadion yang menjadi concern pihak keamanan.  

“Dari sisi produksi semua upgrading kita lakukan mulai ring satu, ring dua, sampai ring empat sesuai regulasi dan kebutuhan renpam. Kami memahami semua harus dilakukan untuk kepentingan dan keamanan jalannya pertandingan, kami memahami ini 'Stadion Kanjuruhan’." 

Yusrinal meminta polisi mengusut dan menangkap pelemparan bus tim Persik Kediri. Pada saat yang sama, ia mengharapkan semua pihak memperbaiki diri.

“Polisi harus tangkap dan ungkap pelaku dan motif pelemparan bus Persik Kediri. Jika pelaku kecewa dengan terkait penyelenggaraan atau kecewa karena Arema FC kalah, kenapa tidak dilimpahkan ke kami?" kata Inal.

“Semua harus berubah, manajemen sudah selalu jalankan semua arahan dan masukan. Berbagai forum komunikasi pun sudah kami lakukan antar stakeholder. Ayo berpakta integritas, jangan semuanya salah manajemen, introspeksilah." 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
Reporter
Endarti
H