Ange Postecoglou: Saya tidak Merasa Sudah Menyelesaikan Pekerjaan, Kami Masih Membangun

AKURAT.CO, Ange Postecoglou jelas bisa lega dari tekanan situasi sulit sebagai Pelatih Tottenham Hotspur. Tak lain karena gelar Liga Europa yang dipersembahkannya untuk The Lilywhites.
“Yang saya tahu adalah saya akan kembali ke kamar hotel, buka sebotol scotch, bertenang dan bersiap untuk parade besar Jumat nanti,” kata Ange Postecoglou selepas laga final Liga Europa sebagaimana dipetik dari The Guardian.
Ange Postecoglou memimpin Tottenham mengalahkan seteru sesama Inggris mereka, Manchester United (MU), dengan skor 1-0 di partai pamungkas Liga Europa 2024-2025 di Stadion San Mames, Bilbao, Spanyol, Rabu (21/5).
Baca Juga: Liga Europa: Kalahkan MU 1-0 di Final, Tottenham Angkat Trofi Pertama dalam 17 Tahun!
Brennan Johnson mencetak gol tunggal kemenangan Tottenham di menit ke-42 dan memastikan klubnya meraih trofi pertama dalam 17 tahun terakhir. Juga gelar Eropa pertama dalam 41 tahun.
“Saya super bangga, (gelar) ini untuk para orang yang percaya sejati. Saya masih mencerna semua ini. Saya tahu apa maknanya ini bagi klub. Semakin lama (kutukan tanpa gelar) berjalan, semakin sulit untuk memutus siklus,” kata Postecoglou.
“Saya bisa merasakan kegugupan semua orang di klub dan sampai Anda bisa melepaskan ‘monyet’ dari punggung Anda, Anda tidak akan pernah tahu bagaimana rasanya.”
Tottenham merekrut Postecoglou pada musim panas 2023 setelah sukses bersama Glasgow Celtic di Skotlandia. Di musim perdananya, pelatih berpaspor Australia kelahiran Yunani ini membawa Tottenham ke peringkat kelima klasemen akhir.
Musim ini sebenarnya berjalan buruk bagi Postecoglou karena Tottenham berada di peringkat ke-17 alias batas terbawah zona aman untuk bertahan di kasta tertinggi kompetisi Inggris.
Baca Juga: MU vs Tottenham di Final Liga Europa, Siapa Bakal Lolos dari 'Lubang Jarum'?
Namun, ia membuktikan bahwa musim kedua adalah musim di mana ia selalu memanangi gelar. Setelah prestasi tersebut dilakukannya di Brisbane Roar, Yokohama Marinos, dan Celtic, kini tradisi itu terulang bersama Tottenham.
Pun demikian, pelatih berusia 59 tahun tersebut tak merasa bahwa ia sudah membawa klub ke posisi yang diinginkannya. Tottenham, kata Postecoglou, masih berada dalam tahap membangun.
“Saya tidak merasa bahwa saya sudah menyelesaikan pekerjaan, kami masih membangun,” ucap Postecoglou.
“Momen ketika saya mengambil pekerjaan ini, saya ingin memenangi sesuatu. Kami melakukannya. Itu adalah hal tersulit yang pernah saya lakukan.”
Postecoglou masih punya satu tugas lagi bersama Tottenham musim ini. Yakni menjamu Brighton & Hove Albion di pekan terakhir Liga Primer Inggris di London, Minggu (22/5).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 8Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







