Kepemilikan AC Milan di Bawah RedBird: Di Tengah Ambisi, Utang, dan Investigasi

AKURAT.CO AC Milan, salah satu klub paling bergengsi di dunia sepak bola, saat ini dimiliki oleh RedBird Capital Partners, firma investasi asal Amerika Serikat yang didirikan oleh Gerry Cardinale.
RedBird resmi mengambil alih mayoritas saham Rossoneri dari Elliott Management pada Juni 2022 dengan nilai akuisisi mencapai 1,2 miliar euro.
Namun di balik ambisi membawa Milan kembali ke puncak, RedBird kini menghadapi sejumlah tantangan besar, mulai dari beban utang hingga sorotan investigasi hukum di Italia.
Perjalanan kepemilikan AC Milan dalam beberapa tahun terakhir tergolong penuh gejolak:
-
2017: Milan diakuisisi oleh investor asal Tiongkok, Yonghong Li.
-
2018: Elliott Management mengambil alih klub setelah Yonghong Li gagal membayar utang.
-
2022: RedBird membeli saham mayoritas dari Elliott dengan janji investasi besar dan kebangkitan Milan di Eropa.
Namun meski status kepemilikan berpindah, muncul dugaan bahwa Elliott Management masih memegang kendali tersembunyi, terutama melalui struktur kepemilikan yang kompleks dan tidak sepenuhnya transparan.
RedBird telah mengucurkan investasi besar, namun beban utang AC Milan masih tersisa sekitar 500 juta euro.
Baca Juga: Makna Mimpi tentang Orang yang Telah Meninggal Menurut Psikolog
Untuk mengatasi hal ini, Gerry Cardinale tengah menjajaki kemungkinan membuka sebagian kepemilikan kepada investor dari Timur Tengah, sebagai langkah strategis untuk memperkuat neraca keuangan klub tanpa kehilangan kendali penuh.
Langkah ini juga menjadi bagian dari visi jangka panjang RedBird: membawa AC Milan bersaing di level tertinggi baik secara finansial maupun prestasi, termasuk pembangunan stadion baru dan ekspansi global brand klub.
Sejak proses akuisisi, RedBird dan struktur kepemilikannya tak luput dari sorotan hukum.
Kejaksaan Milan sedang menyelidiki proses akuisisi klub, terutama terkait asal dana investasi dan dugaan keterlibatan tidak langsung Elliott Management dalam keputusan strategis klub, meski secara formal telah melepas kepemilikan.
Investigasi ini juga menyeret sejumlah pejabat tinggi klub, termasuk CEO AC Milan, yang dinilai berpotensi berdampak terhadap stabilitas manajemen dan performa klub di masa depan.
Meskipun diterpa tekanan hukum dan tantangan keuangan, RedBird tetap berkomitmen untuk mengembalikan kejayaan AC Milan.
Ambisi tersebut terlihat dari investasi berkelanjutan di skuad, manajemen, serta rencana pembangunan stadion yang lebih modern dan bernilai komersial tinggi.
Namun, masa depan kepemilikan klub masih menunggu hasil investigasi yang dapat memengaruhi arah strategis klub ke depan—baik dari sisi manajemen, hukum, hingga hubungan dengan UEFA dan badan pengatur lainnya.
Baca Juga: 9.100 Karyawan Kena PHK, Microsoft Guncang Industri Game Dunia
AC Milan berada di titik persimpangan. Di satu sisi, ada ambisi besar dari RedBird untuk membangun dinasti baru.
Di sisi lain, ada warisan utang dan proses hukum yang mengancam stabilitas internal klub.
Pertanyaannya kini, apakah Rossoneri bisa bangkit di bawah bayang-bayang kompleksitas kepemilikan ini?
Laporan: Aqila Shafiqa Aryaputri/magang
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









