AKURAT.CO, Penantian panjang PSIM Yogyakarta untuk kembali tampil di kasta tertinggi sepakbola Indonesia berakhir manis.
Setelah 18 tahun berkutat di Liga 2, Laskar Mataram mencatatkan kemenangan perdana di Super League 2025-2026.
Kemenangan ini terasa lebih spesial lantaran pasukan asuhan Jean-Paul van Gastel menumbangkan salah satu tim kuat, Persebaya Surabaya.
PSIM Yogyakarta menang dengan skor tipis 1-0 di kandang Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jumat (8/8).
Gol tunggal kemenangan Laskar Mataram dicetak oleh Norberto Ezequiel Vidal pada menit ke-90+2. Hasil positif ini bakal dijadikan sebagai tolok ukur permainan PSIM di Super League.
"Saya pikir (hasil) ini akan menjadi standar bagi kami. Hari ini kami bertahan dengan baik, kedua tim punya peluang, dan kami beruntung memanfaatkan salah satunya di menit akhir," kata Van Gastel selepas laga.
Sempat kesulitan di babak pertama, Van Gastel mengakui pertahanan Persebaya tampil cukup solid. Di mana pasukannya terlalu fokus membangun serangan dari tengah dan kurang memanfaatkan sisi sayap.
"Saya bersemangat melewati laga ini. Persebaya bertahan dengan baik, tapi kami juga belajar bahwa di sepertiga akhir, harus lebih banyak menyerang lewat sayap," katanya.
Soal debut di Super League, Van Gastel menegaskan pentingnya meningkatkan intensitas permainan. Apalagi standar Liga 2 dan Super League sangat berbeda.
"Intensitas lebih tinggi, dan kami harus beradaptasi. Hari ini kami menunjukkannya. Jika tidak, kami akan kalah, dan itu sangat tidak nyaman," jelas Van Gastel.
Pelatih asal Belanda itu juga memberi kredit khusus untuk penyerang andalannya, Nermin Haljeta, yang tampil cukup apik ketika dalam mode bertahan.
Menurutnya, apa yang ditunjukkan Haljeta asalah contoh bagaimana seharuanya penggawa-penggawa PSIM lainnya bermain.
"Dia bertahan penuh energi, dan di babak kedua lebih baik dalam penguasaan bola. Dia contoh bagaimana kami harus bermain," puji Van Gastel.
Disinggung mengenai target Laskar Mataram di musim ini, Van Gastel berharap pasukannya mampu bersaing di papan atas untuk bisa menembus peringkat lima besar.
"Ini musim pertama saya di Liga 1, saya tak menyangka atmosfer sehebat ini. Kami bermain bagus, dan saya harap bisa masuk lima besar. Kami yakin," tegasnya.
Dengan kemenangan ini, PSIM Yogyakarta langsung mengantongi tiga poin pertama di papan klasemen dan mengirim sinyal kuat menjadi kuda hitam pada musim debut di Super League 2025-2026.