Marcus Rashford Sebut MU Kehilangan Prinsip Bermain, Terjebak di 'Tanah Tak Bertuan'

AKURAT.CO, Berada jauh dari Inggris tampaknya membuat Marcus Rashford merasa bisa melihat dengan obyektif tentang situasi yang melanda klubnya, Manchester United (MU).
Kini berseragam Barcelona dengan status pinjam selama semusim, Marcus Rashford menilai bahwa krisis yang melanda MU terjadi karena klub tersebut terjebak dalam transisi yang sebenarnya belum berjalan.
Salah satu penyebabnya, kata Marcus Rashford, karena tim tidak setia dengan prinsip-prinsip klub yang dibangun di era Sir Alex Ferguson. Menurutnya, transisi yang diharapkan selepas kepergian Ferguson tidak pernah terjadi.
Baca Juga: Barcelona Pesta 7 Gol ke Gawang FC Seoul, Lamine Yamal 2 Gol Marcus Rashford 1 Assist
“Orang bilang kami ada dalam transisi selama bertahun-tahun. Untuk berada dalam transisi, Anda harus memulai transisi. Jadi rasanya seperti transisi yang sebenarnya belum dimulai,” kata Rashford sebagaimana dipetik dari The Guardian.
Pesepakbola berkebangsaan Inggris berusia 27 tahun tersebut merasa sejak era Ferguson MU selalu berubah arah permainan sejalan dengan pergantian pelatih. Situasi tersebut, katanya, menyulitkan MU untuk meraih gelar juara liga.
“Jika arah Anda selalu berubah, Anda tidak bisa mengharapkan bisa memenangi liga,” kata Rashford.
“Ya, Anda mungkin memenangi beberapa turnamen (domestik), tetapi itu karena Anda punya seorang pelatih yang bagus dan Anda punya pemain bagus dan Anda punya tim pemenang di tim Anda, Anda tidak ada di sana karena tak sengaja.”
Baca Juga: Resmi Berseragam Blaugrana, Marcus Rashford tak Sabar Ingin Pelajari Gaya Bermain Barcelona
Rashford mengakui situasi sulit karena pendukung selalu menuntut hasil. Ia mencontohkan Liverpool yang mau bersabar dengan Juergen Klopp di mana sang pelatih baru bisa mempersembahkan gelar di musim keempat.
Sebaliknya, kata Rashford, dengan banyak pelatih yang keluar masuk disertai ide yang berbeda, MU seperti berada di tanah tanpa pegangan. MU, katanya, harus bertahan dengan prinsip yang dipilih apapun hasilnya.
“Untuk memulai transisi, Anda harus membuat rencana dan bertahan dengan itu. Ini yang saya rasakan, dan tidak mudah. Karena ketika Anda tidak (memberikan hasil) bagus, pendukung meminta (perubahan),” kata Rashford.
“Tetapi ini saya bicara untuk menjadi realistis dengan situasi. Saya merasa bahwa kami memiliki banyak manajer dan banyak ide dan banyak strategi untuk menang, (kenyataannya) kami berakhir di tengah-tengah, di tanah tak bertuan,” kata Rashford.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal






