Nova Arianto: Melawan Mali Membuat Pemain Merasakan Tekanan Tinggi, Pertama Kali Lawan Tim Afrika
Endarti | 19 Agustus 2025, 15:15 WIB

AKURAT.CO, Pelatih Kepala Timnas Indonesia U-17, Nova Arianto, menilai bahwa laga kontra Mali menjadi pengalaman berharga bagi anak asuhnya meski harus menutup Piala Kemerdekaan 2025 dengan kekalahan.
Garuda Muda kalah tipis 1-2 dari Mali pada partai terakhir Piala Kemerdekaan 2025 yang berlangsung di Stadion Utama Sumatera Utara, Deli Serdang, Sumatera Utara, Senin 18 Agustus 2025 malam.
Meski menelan kekalahan, Nova cukup puas. Sebab dia menganggap bahwa memang anak asuhnya membutuhkan laga seperti ini menuju Piala Dunia U-17 2025.
Baca Juga: Piala Kemerdekaan: Kalah 1-2 dari Mali di Laga Penutup, Timnas Indonesia U-17 Gagal Juara
“Pertama, saya ingin menyampaikan terima kasih kepada PSSI yang sudah memfasilitasi kami dengan uji coba yang berkualitas," ucap Nova Arianto melalui keterangan resminya, Selasa (19/8).
"Pastinya pemain sangat membutuhkan uji coba ini agar mereka bisa terus belajar dan berkembang, sehingga siap menghadapi Piala Dunia."
Menurut Nova, kualitas lawan yang dihadapi sepanjang turnamen sebut saja Tajikistan, Uzbekistan, hingga Mali, berada satu hingga dua level di atas Indonesia.
“Itu membuat pemain merasakan tekanan tinggi dan kami cukup kesulitan untuk keluar. Tapi justru di situlah letak pembelajaran yang sangat penting,” tambahnya.
Nova juga menilai kesempatan bertemu dengan Mali adalah hal yang langka sekaligus berharga.
Baca Juga: Timnas Indonesia U-17 Ditahan Imbang Tajikistan, Nova Arianto Soroti Fokus di Menit Akhir
“Sejak awal kami sangat antusias menghadapi pertandingan ini. Uji coba melawan tim sekelas Mali sangat luar biasa dan bermanfaat bagi kami. Dari sini kami mendapat banyak pelajaran, dan tentu setelah turnamen ini evaluasi akan kami lakukan," tegas pelatih berkepala plontos ini.
"Apa saja kekurangan akan diperbaiki, termasuk opsi penambahan pemain baru agar tim semakin solid dan kuat menuju Piala Dunia,” jelasnya.
Di sisi lain, pencetak gol Indonesia, Fadly Alberto Hengga, juga mengaku mendapat pengalaman istimewa meski timnya belum berhasil menang.
“Ya, tentunya untuk pertandingan malam ini sangat luar biasa. Kami baru pertama kali merasakan uji coba melawan tim asal Afrika, apalagi Mali yang sebelumnya pernah tampil di Piala Dunia. Bermain melawan mereka menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi saya dan juga tim,” kata Fadly.
Dalam laga tersebut, Mali unggul lebih dulu lewat sundulan Zoumana Ballo di menit ke-22. Lalu mereka menggandakan keunggulan melalui sepakan jarak jauh Seydou Dembele pada menit ke-33.
Indonesia membalas cepat lewat sundulan Fadly Alberto di menit ke-37 setelah menerima lemparan jauh Fabio Azkairawan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









