Akurat
Pemprov Sumsel

TMJ Tidak Menuduh Erick Thohir Mempengaruhi FIFA Hukum Malaysia, Tetapi Vietnam dan Singapura?

Kumoro Damarjati | 28 September 2025, 11:48 WIB
TMJ Tidak Menuduh Erick Thohir Mempengaruhi FIFA Hukum Malaysia, Tetapi Vietnam dan Singapura?

 

AKURAT.CO Setelah jatuhnya sanksi FIFA atas Federasi Sepakbola Malaysia (FAM), pernyataan Bos Johor Darul Ta'zim (JDT), Tunku Ismail Idris memicu gelombang tuduhan terhadap Erick Thohir. Bos Federasi Sepakbola Indonesia (PSSI) itu jadi tertuduh sebagai 'pihak luar' yang mempengaruhi FIFA dalam pemberian sanksi tersebut.

 

Sanksi FIFA terhadap Malaysia

FIFA sebelumnya menyatakan FAM Malaysia melakukan pemalsuan dokumen dalam proses naturalisasi tujuh pemain sehingga menjatuhi hukuman denda sekitar Rp7,3 M kepada FAM, dan masing-masing Rp42 juta dan hukuman dilarang bertanding selama 12 bulan. 

Ketujuh pemain naturalisasi yang dipermasalahkan adalah Gabriel Palmero, Facundo Garces, Rodrigo Holgado, Imanol Machuca, Joao Figueiredo, Jon Irazabal, dan Hector Hevel. Mereka telah diturunkan dalam kualifikasi Piala Asia termasuk saat mengalahkan Vietnam 4-0. 

FIFA memberi waktu 10 hari kepada FAM Malaysia untuk melakukan banding.

Tuduhan terhadap Erick Thohir

Sebelumnya, TMJ, sapaan karib pria yang berperan besar menaturalisasi para pemain itu, menyebut ada peran 'entitas' luar yang mengompori FIFA sehingga Malaysia dihukum.

Sosial media pun gaduh. Sebagian netizen Malaysia mengamininya dan gencar mengamplifikasi tuduhan tersebut. Lebih dari itu mereka menunjuk langsung hidung petinggi PSSI Erick Thohir, yang dianggap memiliki kedekatan dengan Presiden FIFA, Gianni Infantino. Netizen Malaysia yang percaya teori konspirasi ini mengatakan Indonesia iri melihat kemajuan sepakbola Malaysia.

Media Vietnam Soha ikut mengulas tuduhan itu. Media tersebut menunjukkan unggahan di Instagram TMJ yang disandingkan dengan postingan artikel berjudul "Hukuman Kepada FAM Bukti Dwistandar FIFA". Artikel itu dilengkapi foto Erick Thohir dan Gianni Infantino berdampingan dan keduanya sedang tertawa.

Giliran Vietnam dan Singapura yang Dituduh

Namun, TMJ sendiri tidak secara pasti menyebut nama. Di IG Story ia justru mengunggah artikel situs sepakbola Malaysia, Makanbola yang mempertanyakan orang Vietnam dan Singapura di Komite Disiplin FIFA.

Dengan mengunggah artikel itu, TMJ secara tidak langsung menuding Vietnam dan Singapura terlibat dalam proses sanksi FIFA terhadap FAM. Dalam unggahan media sosialnya, TMJ ikut menyoroti kehadiran dua nama penting di Komite Disiplin FIFA yang dianggapnya menimbulkan potensi konflik kepentingan.

Nama pertama yang disebut dalam artikel di Makanbola itu adalah Nguyen Thi My Dung dari Vietnam. Ia dikenal sebagai pengacara berpengalaman yang pernah bertugas di Federasi Sepak Bola Vietnam (VFF) dan sejumlah badan hukum olahraga di tingkat Asia. Keahliannya diakui dunia, dan kehadirannya di Komite Disiplin FIFA dinilai sebagai pengakuan atas profesional hukum Asia Tenggara. Namun, karena Vietnam merupakan rival Malaysia di Kualifikasi Piala Asia 2027, kehadiran My Dung menimbulkan kecurigaan.

"Apakah kehadiran perwakilan Vietnam ini berpotensi memengaruhi keputusan Malaysia yang diumumkan FIFA Jumat lalu? Secara resmi, jawabannya adalah tidak. Setiap anggota komite terikat oleh prinsip integritas dan netralitas. Namun, pertanyaannya tetap ada, terutama karena Vietnam juga merupakan lawan Malaysia di Kualifikasi Piala Asia 2027," tulis Makanbola dalam artikel "Malaysia Dihukum, Wakil Vietnam Dalam Jawatankuasa Disiplin FIFA Cetus Persoalan" yang diunggah TMJ.

"Selain Vietnam, perwakilan lain dari Asia Tenggara juga masuk dalam komite. Ia adalah Abdul Salim Ahmed Ibrahim dari Singapura, yang juga memiliki latar belakang hukum dan administrasi olahraga. Meskipun komposisi internasional tampak seimbang, bagi penggemar Malaysia, perhatian masih tertuju pada pengaruh perwakilan Vietnam," imbuh situs tersebut.

Selain itu, Makanbola juga menyoroti Abdul Salim Ahmed Ibrahim dari Singapura, yang memiliki latar belakang hukum dan administrasi olahraga. Sebagai sesama negara Asia Tenggara yang juga kerap bersaing dengan Malaysia di kancah sepak bola regional, keberadaan Salim di komite disiplin FIFA menambah daftar pertanyaan publik tentang independensi pengambilan keputusan.

"Bagi Malaysia, masalah ini bukan hanya tentang hukuman yang diterima, tetapi juga tentang keadilan dalam proses pengambilan keputusan. Kehadiran perwakilan dari negara-negara kawasan yang juga menjadi lawan di kualifikasi jelas mengisyaratkan bahwa citra FIFA kini juga dipertanyakan," tulis situs Makanbola.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.