Ketua NOC Indonesia Bantah Indonesia Terlibat Sanksi FIFA terhadap Malaysia

AKURAT.CO, Ketua Umum Komite Olimpiade (NOC) Indonesia, Raja Sapta Oktohari, menegaskan bahwa Indonesia tidak terlibat dalam keputusan FIFA menjatuhkan sanksi kepada Federasi Sepakbola Malaysia (FAM).
Ia menyebut tuduhan yang beredar tidak berdasar dan berpotensi merusak hubungan baik antarnegara yang kerap menjalin kerja sama di berbagai ajang olahraga internasional mulai dari SEA Games, Asian Games, hingga olimpiade.
Pria yang karib disapa Okto itu juga menyatakan bahwa solidaritas dan sportivitas kedua negara sudah terbukti dalam setiap multievent.
Baca Juga: Skandal Pemain Naturalisasi dan Guncangan Sakralitas Identitas Kewarganegaraan Malaysia
"Sudah jangan aneh-aneh, hubungan kita (Malaysia-Indonesia) selama ini baik. Jangan dirusak oleh oknum yang tidak mengerti apa-apa. Jangan sampai terprovokasi," kata Okto melalui keterangan yang diterima Akurat.co, Senin (29/9).
"FIFA punya mekanisme dan regulasi yang jelas dalam memutuskan sanksi. Tidak mungkin ada sanksi yang diambil berdasarkan intervensi negara lain. Jadi jangan sampai ada pihak yang sengaja memutarbalikkan fakta."
NOC Indonesia juga mencatat adanya kerja sama yang positif di luar lapangan, antara lain dalam program pertukaran pengalaman kepelatihan dan pembinaan atlet muda. Hal ini menjadi bukti bahwa persaudaraan olahraga kedua negara lebih kuat dibanding isu-isu provokatif.
Baca Juga: FIFA Sanksi FAM dan 7 Pemain Naturalisasi Timnas Malaysia, Pangeran Johor Duga Ada 'Tangan Asing'
"Olahraga seharusnya jadi alat pemersatu, bukan pemecah belah. Kita harus tetap menjaga nilai sportivitas, fair play, dan solidaritas, khususnya dengan Malaysia yang merupakan saudara serumpun kita," jelas Okto.
NOC Indonesia pun mengajak seluruh pihak untuk tidak mudah terprovokasi dan terus memperkuat hubungan baik antarbangsa.
Seperti diketahui, FIFA dalam rilis resmi pada, Jumat (26/9), menghukum tujuh pemain naturalisasi Timnas Malaysia dengan larangan bermain selama 12 bulan serta denda 2.000 franc Swiss (sekitar Rp41,8 juta).
Sementara itu, FAM dikenai denda 350 ribu franc Swiss (sekitar Rp7,3 miliar) akibat pemalsuan dokumen pemain naturalisasi.
Adapun tujuh pemain yang dijatuhi sanksi tersebut adalah Gabriel Felipe Arrocha, Facundo Tomas Garces, Rodrigo Julian Holgado, Imanol Javier Machuca, Joao Vitor Brandao Figueiredo, Jon Irazabal Iraurgui, dan Hector Alejandro Hevel Serrano.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026







