Media Malaysia Nilai Hukuman FIFA untuk 7 Pemain Naturalisasi Terlalu Berat: Mereka Hanya Korban!

AKURAT.CO Kasus pemalsuan dokumen kewarganegaraan yang menjerat tujuh pemain naturalisasi Malaysia terus menjadi sorotan setelah FIFA menjatuhkan sanksi larangan bermain selama satu tahun dan denda besar kepada Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM). Di tengah kontroversi itu, beberapa media Malaysia menilai para pemain mungkin tidak sepenuhnya bersalah.
Surat kabar Sinar Harian dalam edisi Jumat (7/11/2025) menyebut hukuman FIFA terhadap tujuh pemain tersebut “terlalu keras” dan berpendapat bahwa mereka bisa jadi korban kesalahan administratif, bukan pelaku pemalsuan.
“Mereka mungkin tidak sadar ada kekeliruan dalam proses pendaftaran dan dokumen yang dilakukan oleh pihak lain,” tulis Sinar Harian, seraya menambahkan bahwa pemain modern tetap harus berhati-hati dan memahami asal-usul kewarganegaraannya.
Dampak Berat bagi Karier dan Reputasi Pemain
Ketujuh pemain yang dijatuhi larangan bermain selama 12 bulan sejak 26 September itu adalah Gabriel Palmero, Facundo Garces, Rodrigo Holgado, Imanol Machuca, Joao Figueiredo, Jon Irazabal, dan Hector Hevel.
Mereka dihukum karena diduga menggunakan dokumen palsu untuk memperkuat klaim keturunan Malaysia.
Sinar Harian menyoroti bahwa hukuman itu dapat berdampak serius terhadap karier mereka.
“Tidak bermain dalam waktu lama bisa memengaruhi performa, kebugaran, dan nilai pasar mereka. Reputasi pun kini tercoreng,” tulis media tersebut.
FAM Dituding Lempar Tanggung Jawab
Media Free Malaysia Today (FMT) menilai FAM berusaha melepaskan tanggung jawab dengan menyalahkan pihak lain.
“FAM mengklaim tidak bersalah secara institusional dengan dua cara — menangguhkan sekretaris jenderal dan membentuk komite independen untuk menyelidiki pemalsuan,” tulis FMT.
Namun, FMT menilai langkah itu hanya seperti “upaya menutupi masalah sebenarnya.”
FMT juga memperingatkan bahwa banding FAM ke Court of Arbitration for Sport (CAS) dapat menjadi langkah berisiko, karena jika ditolak, asosiasi itu bisa dianggap lalai atau bahkan terlibat langsung, yang berpotensi menimbulkan konsekuensi hukum.
FIFA Tolak Banding Awal FAM
FIFA sebelumnya telah menolak banding awal FAM pada 3 November 2025, dan tetap menjatuhkan denda 350.000 franc Swiss (sekitar Rp7,8 miliar) serta larangan bermain selama setahun bagi tujuh pemain tersebut.
FAM diberi waktu 21 hari untuk mengajukan banding ke CAS, namun hingga kini belum mengonfirmasi apakah langkah itu telah dilakukan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









