AKURAT.CO, Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Sumardji, mengakui bahwa ia melakukan komunikasi dengan Timur Kapadze.
Namun Sumardji mengatakan bahwa komunikasi dengan eks Pelatih Timnas Uzbekistan tersebut tidak melibatkan pendekatan resmi atau proses melobi.
Timur Kapadze sendiri sempat mengaku dirinya dihubungi dan berkomunikasi dengan Sumardji.
Diakui Sumardji, komunikasi itu dilakukan karena adanya ketertarikan terhadap Timur Kapadze.
Baca Juga: Bukan untuk Wawancara dengan PSSI, Ini Tujuan Timur Kapadze ke Jakarta Hari Ini
“Begini, kalau kaitan dengan Timur sebenarnya saya berbicara dengan Timur itu karena saya ada ketertarikan dari beberapa saya sering membaca CV-nya,” ucap Sumardji di Stadion Madya, Senayan, Jakarta, Rabu (26/11).
Nama Timur Kapadze memang belakangan santer dikaitkan dengan sepakbola Indonesia. Pelatih berusia 43 tahun ini digadang-gadang menjadi calon pelatih anyar Timnas Indonesia.
Apalagi kursi pelatih Timnas Indonesia masih lowong selepas PSSI memecat Patrick Kluivert pada awal Oktober lalu.
PSSI memang sempat mengatakan sudah memiliki lima kandidat pelatih Timnas Indonesia. Namun identitas kelimanya tidak pernah dibuka oleh PSSI.
Baca Juga: Datang ke Jakarta dan Shalat di Istiqlal, Timur Kapadze Jadi Paham Fanatisme Suporter Timnas Indonesia
Menariknya Timur Kapadze belakangan tiba di Indonesia. Tak ayal hal ini semakin menguatkan bahwa dia akan menjadi calon pelatih Timnas Indonesia.
Sumardji mengaku penasaran mengapa Timnas Uzbekistan bisa bagus di bawah racikan Timur Kapadze.
Seperti diketahui, Timur Kapadze berhasil membawa lolos Uzbekistan ke panggung Piala Dunia 2026.
Namun, mirisnya Federasi Sepakbola Uzbekistan malah mendatangkan legenda Italia, Fabio Cannavaro, sebagai pengganti.
“Saya penasaran, kenapa Uzbekistan kok bisa bagus? Itu makanya saya tertarik sekali. Kenapa? ini sama-sama dari Asia,” ucapnya.
“Menurut saya ini, menurut saya kok bagus? Kenapa bagus? Karena saya lihat ini dari U-19 kok dia bisa prestasi ya. Sampai dengan U-23, sampai kemarin kalau enggak salah senior ya? Ini ketertarikan pribadi saya lho ya,” kata Sumardji.
Sumardji menjabarkan bahwa komunikasi dengan Timur Kapadze murni antar teman yang mencari tahu resep membuat sepakbola suatu negara menjadi bagus.
“Makanya saya beberapa kali telepon, video call, pernah juga zoom sama Timur. Jadi artinya saya membangun komunikasi ini, komunikasi teman ya, bicara sepakbola, yang senang dengan sepakbola," kata Sumardji
“Karena cuma saya nanya, 'kenapa sih kok kamu kok bisa prestasi? Caramu bagaimana?' Kan saya di BTN, kan wajib dong, supaya saya dapat ilmu."