Akurat
Pemprov Sumsel

Persija vs Borneo: Timnya Sempat Dilarang Latihan di JIS, Manajer Pesut Etam Sesalkan 'Komunikasi'

Zainal Hasan | 2 Maret 2026, 21:07 WIB
Persija vs Borneo: Timnya Sempat Dilarang Latihan di JIS, Manajer Pesut Etam Sesalkan 'Komunikasi'
Pemain Borneo FC dalam sesi latihan di Samarinda, Kalimantan Timur, 16 Februari 2026. X/BorneoSMR

AKURAT.CO, Atmosfer jelang laga pekan ke-24 BRI Super League 2025-2026 antara Persija Jakarta serta Borneo FC Samarinda memanas.

Polemik official training (OT) di Jakarta International Stadium (JIS), Jakarta Utara, menjadi sorotan utama sehari sebelum pertandingan digelar.

Manajer Borneo FC Samarinda, Dandri Dauri, meluapkan kekecewaannya setelah timnya sempat tidak diizinkan menggunakan lapangan utama untuk sesi latihan resmi.

Ia mengaku menerima pemberitahuan mendadak hanya beberapa menit sebelum rombongan tiba di stadion.

“Kami sudah hampir masuk ke area stadion, sekitar lima menit lagi. Tiba-tiba ada surat pemberitahuan bahwa kami tidak bisa menggunakan lapangan utama serta harus latihan di luar,” ujar Dandri kepada awak media.

Menurut Dandri, persoalan bukan semata soal regulasi, melainkan soal komunikasi.

Ia menyebut, bila alasan teknis disampaikan jauh hari sebelumnya, manajemen tentu bisa memahami serta menyesuaikan diri.

“Kalau memang konotasinya mempersulit, ya kami menyayangkan. Regulasi mungkin ada benarnya, tetapi cara menyampaikannya jangan mendadak seperti itu,” tegasnya.

Mengacu Pasal 35 Regulasi BRI Super League tentang Latihan Resmi, memang tidak ada keharusan mutlak bahwa official training digelar di stadion pertandingan.

Dalam kondisi tertentu, match commissioner dapat memindahkan lokasi latihan. Namun Dandri menilai waktu pemberitahuan menjadi poin krusial.

Setelah melayangkan protes kepada panitia pelaksana tuan rumah, yakni Persija Jakarta, Borneo FC akhirnya diizinkan menggelar latihan resmi di lapangan utama Jakarta International Stadium.

Sesi tersebut berlangsung sekitar satu jam pada Senin (2/3/2026) sore WIB.

Alhamdulillah akhirnya kami bisa latihan di dalam. Tetapi yang kami sesalkan adalah surat itu baru kami terima di dalam bus. Itu yang membuat kami bertanya-tanya,” kata Dandri.

Ia juga membandingkan perlakuan tersebut dengan sikap Borneo FC saat menjamu Persija di Stadion Segiri, Samarinda, pada putaran pertama.

Menurutnya, seluruh fasilitas diberikan secara maksimal tanpa pembatasan.

“Teman-teman Persija datang ke tempat kami, kami berikan fasilitas yang nyaman. Lampu kami nyalakan, lapangan kami siapkan sesuai regulasi. Haknya sama,” ucapnya.

Dandri turut menyinggung pengalaman ketika laga melawan Persib Bandung harus ditunda akibat situasi force majeure pada Agustus 2025.

Saat itu, Borneo FC menerima keputusan penundaan tanpa polemik.

“Kami ingat waktu itu karena force majeure, ada demo besar, kami maklumi. Tetapi kalau sekarang tidak ada situasi darurat, kenapa mendadak seperti ini?” ujarnya.

Dalam nada sindiran, Dandri bahkan menyebut akan membawa “pelajaran” tersebut ke Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur.

Ia menegaskan bahwa pengalaman ini menjadi bahan evaluasi ketika Borneo FC kelak berstatus tuan rumah di kawasan ibu kota baru.

“Kalau kami orang desa dari Kalimantan Timur ini harus belajar dari ibu kota, ya kami belajar. Nanti ilmunya kami bawa ke IKN. Ketika kami jadi tuan rumah, kami akan ingat hari ini,” tuturnya.

Terlepas dari polemik di luar lapangan, Borneo FC memastikan fokus tim tetap tertuju pada pertandingan melawan Persija.

Duel yang akan digelar Selasa (3/3) malam WIB itu diprediksi berlangsung sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penting dalam persaingan papan atas klasemen.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.