Soal Larangan Latihan Borneo di JIS, Panpel Persija: Tak Ada Niatan, Itu Miskomunikasi

AKURAT.CO, Ketua Panitia Pelaksana Persija Jakarta, Ferry Indrasjarief, akhirnya buka suara terkait polemik izin penggunaan lapangan utama Jakarta International Stadium (JIS) yang dipersoalkan kubu Borneo FC.
Ia menegaskan tidak ada unsur diskriminasi dalam kebijakan yang diterapkan jelang pertemuan kedua tim.
Isu tersebut mencuat setelah Borneo FC datang ke JIS pada Senin (2/3) pukul 16.30 WIB untuk menjalani sesi latihan resmi.
Namun, setibanya di stadion, tim berjuluk Pesut Etam itu tidak bisa menggunakan lapangan utama yang akan dipakai untuk pertandingan.
Situasi tersebut memicu kekecewaan dari manajemen Borneo FC. Mereka mengaku mengira sesi official training akan digelar di lapangan pertandingan bukan di area lain di sekitar stadion.
Manajer Borneo FC, Dandri Dauri, bahkan sempat menyinggung adanya potensi perlakuan yang tidak adil terhadap timnya.
Kekhawatiran itu muncul karena sesi latihan resmi merupakan bagian penting dalam mematangkan persiapan sebelum laga tandang.
Menanggapi tudingan tersebut, Ferry Indrasjarief yang akrab disapa Bung Ferry menegaskan bahwa tidak pernah ada niat untuk membedakan perlakuan terhadap tim tamu.
Ia memastikan kebijakan itu berlaku umum, bukan hanya untuk Borneo FC.
“Saya tegaskan begini ya, tidak ada niatan diskriminasi dari Persija, dari Panpel kepada siapapun,” ujar Bung Ferry kepada awak media, satu jam sebelum kick-off laga Persija kontra Borneo FC di JIS, Selasa (3/3) malam.
Ia menjelaskan, selama Persija bermarkas di JIS, seluruh tim tamu memang tidak diperkenankan menggunakan lapangan utama untuk sesi latihan resmi.
Kebijakan tersebut diterapkan demi menjaga kualitas rumput tetap optimal saat pertandingan digelar.
“Karena kalian tahu sendiri kan, setiap kali kita main di JIS, itu selalu ada permintaan untuk tidak menggunakan lapangan utama untuk ofisial training,” ucapnya.
Bung Ferry juga menegaskan bahwa kebijakan itu tidak hanya berlaku bagi tim tamu.
Persija sebagai tuan rumah pun tidak memakai lapangan utama untuk official training sebelum laga.
“Dan semua tim sejauh ini cukup kooperatif, dan dari Persija sendiri juga enggak menggunakan lapangan utama untuk ofisial training,” katanya.
Menurutnya, persoalan yang terjadi lebih disebabkan oleh miskomunikasi.
Ia mengakui adanya kekurangan dalam penyampaian informasi kepada pihak Borneo FC sehingga menimbulkan persepsi berbeda.
“Mungkin mereka merasa ada miskomunikasi, terus akhirnya mereka ngotot, ya udah saya kasih,” tutur Bung Ferry.
Sebagai bentuk toleransi, Panpel akhirnya memberikan izin kepada Borneo FC untuk menjajal lapangan utama. Konsekuensinya, Persija pun mendapat kesempatan yang sama.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 8Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







