Akurat
Pemprov Sumsel

Swiss Terbuka: Jafar/Felisha Dominan, Amri/Nita Siap Tantang Adnan/Indah di Perempat Final

Dian Eko Prasetio | 13 Maret 2026, 15:24 WIB
Swiss Terbuka: Jafar/Felisha Dominan, Amri/Nita Siap Tantang Adnan/Indah di Perempat Final
Pasangan ganda campuran bulutangkis Indonesia, Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu, saat menghadapi dueta asal Malaysia, Jimmy Wong/Lai Pei Jing, di laga 16 besar Swiss Terbuka 2026 di Birmingham, Inggris, Kamis (12/3/2026). PBSI

AKURAT.CO - Sektor ganda campuran bulutangkis Indonesia tampil menjanjikan pada babak 16 besar Swiss Terbuka 2026.

Bertanding di St Jakobshalle, Basel, Swiss, Kamis (12/3) waktu setempat, tiga wakil Merah Putih sukses menyapu bersih kemenangan dan memastikan tempat di babak perempat final Swiss Terbuka.

Keberhasilan ini juga memastikan satu tiket semifinal Swiss Terbuka bagi Indonesia di sektor ini menyusul terjadinya duel sesama wakil Indonesia di babak delapan besar antara Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil dan Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah.

Dominasi Jafar/Felisha Atas Wakil Malaysia di Swiss Terbuka

Di laga pembuka, pasangan unggulan ketiga, Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu, tampil sangat dominan saat mengandaskan wakil Malaysia, Jimmy Wong/Lai Pei Jing, dengan skor telak 21-8 dan 21-11.

Jafar mengaku penampilannya hari ini jauh lebih stabil dibandingkan laga sebelumnya.

"Alhamdulillah bisa menang, lancar tanpa cedera. Hari ini memang lebih baik, jarang mati sendiri dan bisa lebih mengontrol juga, makin enak mainnya dari kemarin," kata Jafar usai laga.

Senada dengan Jafar, Felisha merasa sudah menemukan sentuhan terbaik dengan kondisi lapangan. Ia menilai pada laga kali ini lawannya juga kerap melakukan kesalahan sendiri.

"Sudah lebih nyaman juga feeling-nya sama lapangannya. Di sisi lain lawan banyak mati sendiri. Mereka drop jadi terlihatnya kami mendominasi padahal tidak juga," kata Felisha.

Adnan/Indah Redam Perlawanan Chinese Taipei

Langkah manis juga diikuti pasangan Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil. Mereka sukses menumbangkan wakil Chinese Taipei, Yang Po-Hsuan/Hu Ling Fang, lewat duel ketat 21-16 dan 21-19.

Strategi menekan sejak awal menjadi kunci kemenangan mereka.

"Hari ini kami memang sudah menyiapkan untuk bermain menekan terus. Jangan kasih angin ke mereka," tegas Adnan.

Meski menang, Adnan merasa masih ada aspek yang harus ditingkatkan untuk laga perempat final.

Sementara itu, Indah menyoroti pentingnya menjaga fokus agar tidak melakukan kesalahan sepele.

"Kami tidak boleh terlalu terburu-buru, bola yang harusnya gampang, yang harusnya tidak mati, tadi ada beberapa kali malah mati. Itu harus dikurangi untuk laga besok. Pasangan Taipei kalau dikasih angin biasanya jadi rapat dan balik berbahaya," jelas Indah.

Drama Rubber Game Amri/Nita

Sementara itu, kemenangan dramatis berhasil diraih unggulan kedelapan, Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah.

Sempat kehilangan gim kedua, mereka bangkit di gim penentuan untuk membungkam wakil Chinese Taipei lainnya, Liu Kuang Heng/Jheng Yu Chieh, dengan skor 21-19, 15-21, dan 21-17.

Nita mengatakan bahwa kekalahan mereka di gim kedua adalah karena lawan sempat mengubah pola permainan yang terlambat mereka antisipasi.

"Liu Kuang Heng terus melancarkan full smash, tidak seperti di gim pertama hanya setengah-setengah. Di gim ketiga kami sudah tahu dan jagain bolanya," kata Nita.

Di lain sisi, Amri menyebut bahwa sempat ada pergolakan mental saat lawan mengejar di gim ketiga. Mencoba untuk lebih tenang, ia malah kehilangan fokus dan tersalip perolehan poin lawan.

"Rasa takut pun muncul dan mereka tambah berani mainnya. Dalam hati ada keraguan tapi kami berdua coba mengatasi, coba main tanpa beban," jelas Amri.

Kemenangan ini sekaligus membawa Amri/Nita bertemu dengan koleganya di Pelatnas Cipayung, Adnan/Indah, di babak perempat final. Menanggapi duel tersebut, Nita mencoba bersikap realistis.

"Secara permainannya kita juga sudah sama-sama tahu. Seperti biasa kalau ketemu teman sendiri ya siapa yang siap, itu yang bakal menang," Nita memungkaskan.

Dengan tiga wakil di perempat final dan satu tiket semifinal sudah di tangan, Indonesia berpeluang besar mengamankan gelar juara dari sektor ganda campuran.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.