Akurat
Pemprov Sumsel

Persis Solo Akhirnya Mampu Keluar dari Zona Merah Super League 2025-2026

Zainal Hasan | 19 Maret 2026, 00:43 WIB
Persis Solo Akhirnya Mampu Keluar dari Zona Merah Super League 2025-2026
Pesepakbola Persis Solo, Bruno Gomes (kiri), berselebrasi dengan Dejan Tumbas (kanan) usai timnya menang atas Bali United pada laga Super League 2025-2026 di Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah, Kamis (12/3/2026). ANTARA/Mohammad Ayudha

AKURAT.CO, Kemenangan meyakinkan yang diraih Persis Solo atas Bali United FC dengan skor 3-0 pada pekan ke-25 Super League 2025-2026 menjadi titik balik penting dalam perjalanan Laskar Sambernyawa musim ini.

Laga yang berlangsung di Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah, Kamis (12/3), itu bukan sekadar kemenangan biasa, melainkan simbol kebangkitan Persis Solo dari keterpurukan panjang.

Hasil tersebut mengakhiri periode sulit yang telah membayangi Persis sejak awal musim.

Tim asal Solo itu akhirnya mampu keluar dari zona degradasi setelah terjebak cukup lama, tepatnya sejak pekan kelima kompetisi.

Situasi ini tentu memberi suntikan moral besar bagi skuad yang sempat kehilangan arah. Padahal, Persis sempat membuka musim dengan cukup menjanjikan.

Mereka berhasil mencuri kemenangan 2-1 di kandang Madura United pada laga perdana.

Tiga poin tersebut sempat mengantarkan mereka bertengger di papan atas klasemen sementara.

Namun, tren positif itu tidak bertahan lama. Pada pekan kedua, Persis harus menelan kekalahan telak 0-3 dari Persija Jakarta di hadapan pendukung sendiri.

Hasil tersebut langsung membuat posisi mereka merosot tajam ke papan tengah.

Performa yang inkonsisten terus berlanjut. Hasil imbang 2-2 saat bertandang ke markas PSBS Biak di pekan ketiga belum mampu mengangkat posisi tim.

Situasi semakin memburuk setelah mereka takluk 0-2 dari Bhayangkara Presisi Lampung FC pada pekan berikutnya.

Puncak keterpurukan terjadi pada pekan kelima. Kekalahan 1-2 dari Persijap Jepara di kandang sendiri membuat Persis terlempar ke zona merah.

Sejak saat itu, mereka harus berjuang keras untuk keluar dari tekanan.

Rentetan hasil buruk membuat Persis terjebak di papan bawah dalam waktu yang cukup lama.

Bahkan, mereka sempat menjalani periode tanpa kemenangan dalam 15 pertandingan berturut-turut—sebuah catatan yang menunjukkan betapa sulitnya situasi tim kala itu.

Kondisi tersebut berdampak pada perubahan di kursi kepelatihan. Manajemen akhirnya mengakhiri kerja sama dengan Peter de Roo menjelang pekan ke-12.

Posisi pelatih kemudian diisi sementara oleh Tithan Wulung Suryata sebagai caretaker.

Upaya perbaikan terus dilakukan hingga akhirnya Persis memutuskan untuk memulangkan pelatih berpengalaman, Milomir Seslija, pada pertengahan Desember 2025.

Kehadiran sosok yang akrab disapa Milo ini diharapkan mampu mengangkat performa tim. Perubahan mulai terlihat di penghujung putaran pertama.

Persis akhirnya kembali merasakan kemenangan setelah menaklukkan Semen Padang FC dengan skor 3-2 pada pekan ke-17. Hasil tersebut menjadi titik awal kebangkitan meski belum sepenuhnya stabil.

Memasuki putaran kedua, Persis perlahan menunjukkan perbaikan. Mereka berhasil meraih kemenangan penting 2-1 atas Persik Kediri serta mencuri satu poin saat menghadapi Persijap di Jepara.

Tambahan poin tersebut membantu mereka memperkecil jarak dari zona aman. Puncaknya terjadi pada pekan ke-25 ketika kemenangan atas Bali United membawa Persis keluar dari zona degradasi.

Mereka kini menempati peringkat ke-15 dengan koleksi 20 poin. Meski demikian, posisi tersebut masih jauh dari kata aman karena persaingan di papan bawah sangat ketat.

Dengan Madura United dan Semen Padang mereka memiliki jumlah poin yang sama. Sementara PSBS Biak hanya terpaut dua angka di bawah mereka.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.