AFC Tunda Bidding Tuan Rumah Piala Asia 2031, Indonesia Kena Imbas

AKURAT.CO Keinginan PSSI untuk menjadi tuan rumah Piala Asia 2031 harus tertunda. Hal ini terjadi setelah AFC resmi menghentikan proses bidding untuk turnamen tersebut.
Keputusan itu diumumkan melalui surat bertanda tangan Sekretaris Jenderal AFC, Windsor John, tertanggal 19 Maret 2026 yang ditujukan kepada seluruh asosiasi anggota penawar.
Surat tersebut kemudian beredar luas di media sosial dan langsung berdampak pada seluruh kandidat, termasuk Indonesia yang sebelumnya telah masuk dalam daftar peminat tuan rumah.
Baca Juga: AFC Jatuhi Hukuman Malaysia Dua Kali Kalah WO, Vietnam Lolos ke Piala Asia 2027
Dengan keputusan tersebut, AFC memastikan seluruh tahapan seleksi yang sedang berjalan tidak akan dilanjutkan. Penghentian ini juga berlaku untuk proses bidding Piala Asia 2035.
Dalam surat resminya, AFC menyampaikan apresiasi kepada seluruh asosiasi anggota yang telah berpartisipasi dalam proses penawaran.
"Kami merujuk pada surat kami tertanggal 27 November 2024 dan 27 Agustus 2025 serta ingin mengucapkan terima kasih kepada seluruh Asosiasi Anggota Penawar atas minat mereka untuk berpartisipasi dalam proses penawaran Piala Asia AFC 2031 dan Piala Asia AFC 2035," tulis AFC, Jumat (20/3/2026).
"Sesuai dengan Pasal 8.1 dari Regulasi Penawaran untuk Kompetisi, dengan penyesalan kami sampaikan bahwa proses penawaran saat ini untuk Kompetisi akan dihentikan sepenuhnya," jelas AFC.
AFC menjelaskan bahwa keputusan tersebut tidak terlepas dari komunikasi terbaru dengan FIFA terkait perubahan kalender pertandingan internasional.
Salah satu poin penting yang menjadi pertimbangan adalah dorongan agar Piala Asia digelar pada tahun genap. Penyesuaian ini dinilai membawa dampak besar terhadap perencanaan turnamen ke depan.
Baca Juga: Vietnam dan Malaysia Punya Kontrak Komersial, Pertandingan Kualifikasi Piala Asia Tetap Digelar
"Keputusan ini mengikuti komunikasi terbaru dari FIFA terkait perubahan yang diantisipasi terhadap kalender pertandingan internasionalnya, termasuk permintaan agar Piala Asia diselenggarakan pada tahun genap, yang telah diselaraskan oleh AFC setelah melalui pertimbangan yang matang," imbuh AFC.
Perkembangan ini akan berdampak signifikan terhadap penjadwalan dan perencanaan Kompetisi, sehingga AFC menilai perlu menghentikan proses penawaran saat ini guna menghindari ketidakpastian dalam pengaturan tuan rumah.
Sebelum keputusan ini keluar, Indonesia bersaing dengan sejumlah negara lain seperti Australia, India, Korea Selatan, dan Kuwait. Selain itu, terdapat pula proposal tuan rumah bersama dari Kirgizstan, Tajikistan, dan Uzbekistan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









