Iran Larang Tim Olahraga Tanding di Negara “Musuh”, Laga Liga Champions Asia Terancam Dipindah

AKURAT.CO Pemerintah Iran melarang seluruh tim olahraga nasional dan klub bertanding di negara yang dianggap “bermusuhan”. Kebijakan ini diumumkan Kementerian Olahraga Iran di tengah meningkatnya konflik di kawasan.
Media pemerintah Iran pada Kamis (26 Maret) melaporkan larangan tersebut berlaku hingga batas waktu yang belum ditentukan. Pemerintah menyatakan langkah ini diambil karena alasan keamanan atlet dan ofisial tim.
“Keikutsertaan tim nasional dan klub di negara yang dianggap bermusuhan dan tidak dapat menjamin keamanan atlet Iran dilarang hingga pemberitahuan lebih lanjut,” demikian pernyataan kementerian.
Kebijakan ini berpotensi berdampak pada laga Tractor FC melawan Shabab Al Ahli yang dijadwalkan berlangsung di Arab Saudi dalam babak playoff Liga Champions Asia Elite.
Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) sebelumnya telah menetapkan pertandingan zona barat yang sempat tertunda akibat konflik Timur Tengah akan digelar pada 13–14 April di Jeddah. Kota tersebut juga dijadwalkan menjadi tuan rumah perempat final hingga final turnamen pada 16–25 April.
Kementerian Olahraga Iran meminta federasi sepak bola dan klub untuk berkoordinasi dengan AFC guna memindahkan lokasi pertandingan.
Di sisi lain, ketegangan politik juga memengaruhi persiapan Iran menuju Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko mulai 11 Juni.
Baca Juga: Gara-gara Sanksi Trump, Nike Batalkan Kerjasama dengan Timnas Iran
Duta Besar Iran untuk Meksiko menyatakan pihaknya tengah bernegosiasi dengan FIFA agar tiga pertandingan fase grup Iran dipindahkan dari Amerika Serikat ke Meksiko. Permintaan ini muncul setelah Presiden AS Donald Trump menyampaikan kekhawatiran keamanan terkait kehadiran tim Iran.
Namun, Presiden FIFA Gianni Infantino menegaskan turnamen akan tetap berlangsung sesuai jadwal.
Pemerintah dan otoritas sepak bola Iran menyatakan tidak berniat memboikot Piala Dunia, tetapi menilai sulit bagi tim nasional untuk bertanding di Amerika Serikat di tengah konflik militer yang melibatkan AS dan Israel sejak akhir Februari.
Sumber: Reuters
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 8Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







