Lawan CAF, Timnas Senegal Lakukan Parade Trofi Juara Piala Afrika di Stade De France
AKURAT.CO, Tim Nasional Senegal menunjukkan perlawanan “simbolik” atas keputusan Konfederasi Sepakbola Afrika (CAF) yang mencabut gelar juara Piala Afrika 2025 milik mereka.
Perlawanan ini dilakukan oleh Senegal dengan melakukan parade membawa trofi juara Piala Afrika saat memasuki Stade De France, Paris, Prancis, menjelang laga melawan Peru, Sabtu (28/3/2026).
BBC menyebut bahwa Kapten Timnas Senegal, Kalidou Koulibaly, memimpin timnya memasuki stadion nasional Prancis itu mengelilingi lapangan sebagai wujud penghormatan.
Parade itu berakhir dengan Kalidou Koulibaly naik ke tribun kehormatan untuk meletakkan trofi Piala Afrika di sana.
Pada 17 Maret lalu CAF resmi mencabut gelar juara Piala Afrika 2025 yang direbut Senegal dengan mengalahkan tuan rumah Maroko di Stadion Pangeran Moulay Abdellah, Rabat, 19 Januari silam.
Keputusan ini diambil oleh CAF setelah mengabulkan banding yang diajukan Federasi Sepakbola Maroko atas insiden walk-out yang dilakukan skuad Senegal pada laga final Piala Afrika.
Ketika itu wasit memberikan penalti untuk Maroko di pengujung pertandingan. Pelatih Senegal, Pape Thiaw, menginstruksikan pemainnya meninggalkan lapangan dan masuk ke ruang ganti karena merasa timnya “dicurangi”.
Laga dilanjutkan 17 menit kemudian dengan penalti Maroko yang dieksekusi Brahim Diaz. Penyerang Real Madrid tersebut gagal melakukan tugasnya dan pertandingan dilanjutkan ke perpanjangan waktu.
Senegal sukses mengunci kemenangan melalui gol tunggal Pape Gueye di menit ke-94 perpanjangan waktu sekaligus menjadi juara Piala Afrika 2025.
CAF mencabut gelar juara Senegal dengan menerapkan Artikel 82 Regulasi Piala Afrika yang menyebut bahwa tim peserta yang menolak bermain tanpa otorisasi wasit bisa dinyatakan kalah dan dieliminasi dari kompetisi.
CAF menggunakan Artikel 84 yang menyebutkan bahwa tim yang melanggar Artikel 82 dinyatakan kalah 0-3. Dengan dasar ini, Senegal dianggap kalah atas Maroko dan Maroko berhak menjadi juara.
Federasi Sepakbola Senegal menyatakan bakal mengajukan banding atas putusan ini ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS). Mereka menyebut keputusan CAS tidak adil dan mendiskreditkan sepakbola Afrika.
Adapun Senegal mengalahkan Peru di Prancis dengan skor 2-0 melalui gol Ismaila Sarr dan Nicolas Jackson.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026







