Akurat
Pemprov Sumsel

Lawan CAF, Timnas Senegal Lakukan Parade Trofi Juara Piala Afrika di Stade De France

Hervin Saputra | 29 Maret 2026, 14:10 WIB
Lawan CAF, Timnas Senegal Lakukan Parade Trofi Juara Piala Afrika di Stade De France
Pemain Timnas Senegal saat melakukan parade trofi Piala Afrika menjelang laga persahabatan melawan Peru di Stade De France, Senegal, Sabtu (28/3/2026). X/Football Senegal

AKURAT.CO, Tim Nasional Senegal menunjukkan perlawanan “simbolik” atas keputusan Konfederasi Sepakbola Afrika (CAF) yang mencabut gelar juara Piala Afrika 2025 milik mereka.

Perlawanan ini dilakukan oleh Senegal dengan melakukan parade membawa trofi juara Piala Afrika saat memasuki Stade De France, Paris, Prancis, menjelang laga melawan Peru, Sabtu (28/3/2026).

BBC menyebut bahwa Kapten Timnas Senegal, Kalidou Koulibaly, memimpin timnya memasuki stadion nasional Prancis itu mengelilingi lapangan sebagai wujud penghormatan.

Parade itu berakhir dengan Kalidou Koulibaly naik ke tribun kehormatan untuk meletakkan trofi Piala Afrika di sana.

Pada 17 Maret lalu CAF resmi mencabut gelar juara Piala Afrika 2025 yang direbut Senegal dengan mengalahkan tuan rumah Maroko di Stadion Pangeran Moulay Abdellah, Rabat, 19 Januari silam.

Keputusan ini diambil oleh CAF setelah mengabulkan banding yang diajukan Federasi Sepakbola Maroko atas insiden walk-out yang dilakukan skuad Senegal pada laga final Piala Afrika.

Ketika itu wasit memberikan penalti untuk Maroko di pengujung pertandingan. Pelatih Senegal, Pape Thiaw, menginstruksikan pemainnya meninggalkan lapangan dan masuk ke ruang ganti karena merasa timnya “dicurangi”.

Laga dilanjutkan 17 menit kemudian dengan penalti Maroko yang dieksekusi Brahim Diaz. Penyerang Real Madrid tersebut gagal melakukan tugasnya dan pertandingan dilanjutkan ke perpanjangan waktu.   

Senegal sukses mengunci kemenangan melalui gol tunggal Pape Gueye di menit ke-94 perpanjangan waktu sekaligus menjadi juara Piala Afrika 2025.

CAF mencabut gelar juara Senegal dengan menerapkan Artikel 82 Regulasi Piala Afrika yang menyebut bahwa tim peserta yang menolak bermain tanpa otorisasi wasit bisa dinyatakan kalah dan dieliminasi dari kompetisi.

CAF menggunakan Artikel 84 yang menyebutkan bahwa tim yang melanggar Artikel 82 dinyatakan kalah 0-3. Dengan dasar ini, Senegal dianggap kalah atas Maroko dan Maroko berhak menjadi juara.

Federasi Sepakbola Senegal menyatakan bakal mengajukan banding atas putusan ini ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS). Mereka menyebut keputusan CAS tidak adil dan mendiskreditkan sepakbola Afrika.

Adapun Senegal mengalahkan Peru di Prancis dengan skor 2-0 melalui gol Ismaila Sarr dan Nicolas Jackson.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.