Akurat
Pemprov Sumsel

CAS Tolak Banding FAM Kasus Naturalisasi Pemain Timnas Malaysia

Zainal Hasan | 5 Maret 2026, 22:20 WIB
CAS Tolak Banding FAM Kasus Naturalisasi Pemain Timnas Malaysia
Kantor Asosiasi Sepakbola Malaysia (FAM) di Kelana Jaya, Selangor, Malaysia.

AKURAT.CO, Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) resmi menolak banding yang diajukan Federasi Sepakbola Malaysia (FAM) terkait kasus naturalisasi ilegal yang menyeret sejumlah pemain Tim Nasional Malaysia.

Keputusan yang diumumkan CAS pada Kamis (5/3) tersebut memastikan sanksi yang sebelumnya dijatuhkan FIFA tetap berlaku.

Dalam kasus ini, tujuh pemain Timnas Malaysia dinyatakan melanggar aturan kelayakan pemain setelah ditemukan adanya pemalsuan dokumen asal-usul mereka.

Berdasarkan hasil investigasi FIFA, dokumen yang berkaitan dengan latar belakang para pemain tersebut dimanipulasi agar memenuhi syarat membela Malaysia di level internasional.

Padahal, secara administrasi mereka dinilai tidak memenuhi ketentuan untuk dinaturalisasi.

Para pemain tersebut bahkan sempat memperkuat Harimau Malaya di beberapa pertandingan resmi dan sudah mengoleksi caps bersama tim nasional sebelum kasus ini terungkap.

FAM sebelumnya mencoba mengajukan banding kepada FIFA, namun upaya itu ditolak. Federasi kemudian membawa perkara tersebut ke CAS sebagai langkah hukum terakhir.

Namun dalam putusan terbarunya, CAS tetap menolak permohonan banding tersebut. Dengan demikian, sanksi larangan bermain selama 12 bulan yang dijatuhkan kepada para pemain tetap berlaku.

Keputusan ini sekaligus menegaskan bahwa Malaysia terbukti menurunkan pemain yang tidak memenuhi syarat, sebagaimana diatur dalam Pasal 22 Kode Disiplin FIFA.

Dalam keterangan resminya yang dirilis pada Kamis (5/3), panel CAS menyatakan bahwa bukti pelanggaran dalam kasus ini cukup kuat untuk mempertahankan hukuman yang telah dijatuhkan sebelumnya.

“Setelah mempertimbangkan seluruh bukti, Panel CAS menemukan bahwa pelanggaran terkait pemalsuan dokumen kelayakan pemain telah terbukti,” demikian bunyi pernyataan resmi CAS.

Panel juga menilai bahwa sanksi larangan bermain selama 12 bulan merupakan hukuman yang proporsional bagi para pemain yang terlibat dalam kasus tersebut.

“Larangan bermain selama 12 bulan merupakan sanksi yang wajar dan seimbang, mengingat tanggung jawab para pemain dalam tindakan penipuan ini,” lanjut pernyataan tersebut.

Selain hukuman kepada para pemain, CAS juga mempertahankan sanksi finansial yang dijatuhkan kepada FAM.

Federasi sepakbola Malaysia tetap diwajibkan membayar denda sebesar 350.000 Franc Swiss atau sekitar Rp7,5 miliar.

Menurut panel CAS, federasi memiliki tanggung jawab penuh dalam proses administrasi dan verifikasi dokumen yang berkaitan dengan naturalisasi pemain.

Meski demikian, terdapat sedikit keringanan dalam pelaksanaan sanksi tersebut. Larangan yang diberikan kepada pemain hanya berlaku untuk pertandingan resmi, bukan seluruh aktivitas sepakbola.

Artinya, tujuh pemain yang dijatuhi hukuman masih diperbolehkan mengikuti sesi latihan bersama klub masing-masing selama masa sanksi berlangsung.

“Larangan tersebut hanya berlaku untuk pertandingan resmi dan tidak mencakup seluruh aktivitas sepakbola. Para pemain masih dapat menjalani latihan bersama klub mereka,” demikian penjelasan CAS.

Dengan keputusan ini, proses hukum terkait kasus naturalisasi ilegal di tubuh timnas Malaysia dinyatakan selesai setelah seluruh jalur banding ditempuh.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.