Akurat
Pemprov Sumsel

Soal Kasus Paspor Pemain Timnas Indonesia, PSSI: Itu Murni Urusan Dalam Negeri Belanda

Zainal Hasan | 3 April 2026, 15:50 WIB
Soal Kasus Paspor Pemain Timnas Indonesia, PSSI: Itu Murni Urusan Dalam Negeri Belanda
Sejumlah pesepak bola Timnas Indonesia mengikuti latihan jelang laga FIFA Series di Stadion Madya, Senayan, Jakarta, Minggu (29/3/2026). ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha

AKURAT.CO, Persatuan sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) memberikan pernyataan tegas guna meredam spekulasi yang berkembang terkait status hukum para pemain naturalisasi.

Induk organisasi sepakbola tertinggi di tanah air tersebut memastikan bahwa seluruh proses perpindahan kewarganegaraan pemain keturunan telah dijalankan sesuai koridor hukum yang berlaku di Indonesia.

Langkah ini diambil menyusul mencuatnya isu administratif yang menerpa sejumlah pemain diaspora yang kini tengah berkarier di kompetisi kasta tertinggi Belanda, Eredivisie.

PSSI merasa perlu meluruskan informasi agar tidak terjadi simpang siur yang dapat mengganggu fokus mental para penggawa skuad Garuda.

Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Sumardji, menekankan bahwa integrasi para pemain diaspora ke dalam Tim Nasional Indonesia bukan sekadar urusan teknis di lapangan hijau.

Menurutnya, proses menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) bagi para pemain tersebut merupakan manifestasi nyata dari rasa cinta mereka terhadap tanah leluhur.

Sumardji merinci bahwa nama-nama seperti Justin Hubner, Nathan Tjoe-A-On, hingga Dean James telah melewati tahapan legalitas yang ketat.

Ia menjamin bahwa secara konstitusi dan administrasi kenegaraan, status mereka sebagai WNI adalah sah dan tidak memiliki celah hukum yang perlu diperdebatkan di dalam negeri.

"Mereka lahir dan besar di luar negeri, memiliki kehidupan yang mapan di sana. Keputusan untuk menanggalkan kewarganegaraan lama dan memilih menjadi WNI adalah bukti konkret pengabdian mereka. Tidak ada masalah hukum di Indonesia terkait status mereka," ujar Sumardji dalam keterangan resminya, Jumat (3/4/2026).

Lebih lanjut, sosok yang juga menjabat sebagai anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI ini memaparkan bahwa ada konsekuensi besar yang diambil para pemain tersebut.

Dengan memegang paspor Indonesia, mereka kehilangan kemudahan fasilitas tinggal dan bekerja di Eropa yang sebelumnya mereka miliki sebagai warga negara setempat.

Pengorbanan ini, menurut Sumardji, sering kali luput dari perhatian publik. Para pemain kini harus mengurus izin tinggal atau visa kerja layaknya ekspatriat di negara tempat mereka merumput.

Hal ini dianggap sebagai bentuk loyalitas tinggi demi bisa mengenakan seragam Merah Putih di kancah internasional.

Di sisi lain, PSSI juga menyampaikan rasa bangganya terhadap performa para pemain Timnas yang terus bersinar di kompetisi elite Eropa.

Keberadaan mereka di klub-klub besar membuktikan bahwa kualitas talenta Indonesia kini mulai diperhitungkan secara global dan mampu bersaing di level tertinggi.

Sumardji secara khusus menyoroti kiprah Maarten Paes. Kiper andalan Timnas Indonesia tersebut kini menjadi sosok krusial di bawah mistar gawang Ajax Amsterdam, salah satu klub paling legendaris dalam sejarah sepakbola Belanda.

Pencapaian ini dianggap sebagai prestasi luar biasa bagi pemain Indonesia.

"Kami sangat bersyukur pemain kita masih dipercaya memegang peran vital di klub level atas Eropa seperti Maarten Paes di Ajax. Ini menunjukkan bahwa pengorbanan yang mereka ambil sebanding dengan kualitas dan kepercayaan yang mereka dapatkan di sana," tambahnya.

Terkait isu administratif yang kabarnya tengah melilit beberapa klub di Eredivisie, Sumardji memberikan klarifikasi bahwa hal tersebut murni urusan domestik Belanda.

Ia menegaskan masalah teknis administrasi di negeri kincir angin tersebut tidak akan menggoyahkan status pemain di mata hukum Indonesia maupun FIFA.

Menutup pernyataannya, PSSI meminta publik untuk tetap memberikan dukungan penuh kepada para pemain diaspora.

Federasi memastikan akan terus mengawal segala urusan administrasi agar para pemain dapat fokus memberikan prestasi terbaik bagi Timnas Indonesia tanpa dibayangi kekhawatiran regulasi.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.