Persija vs Persebaya: Tanpa Kemenangan di 3 Laga Terakhir, Macan Kemayoran Hadapi Tekanan Jakmania
AKURAT.CO, Situasi sulit tengah dialami Persija Jakarta jelang menghadapi Persebaya Surabaya pada pekan ke-27 Super League 2025-2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Sabtu (11/4).
Tim berjuluk Macan Kemayoran tercatat tidak pernah menang dalam tiga pertandingan terakhir, sebuah catatan yang memicu kekhawatiran di internal tim maupun di kalangan suporter.
Dua hasil imbang melawan Borneo FC dan Dewa United, serta kekalahan dari Bhayangkara Presisi Lampung FC menjadi sinyal bahwa performa Persija Jakarta tengah menurun.
Bahkan, kemenangan terakhir Persija Jakarta terjadi pada 24 Februari 2026 saat menundukkan Malut United dengan skor 3-2. Sejak saat itu, tren positif belum kembali.
Kondisi ini membuat tekanan terhadap tim semakin besar, terlebih laga berikutnya akan digelar di hadapan puluhan ribu pendukung sendiri.
The Jakmania pun dipastikan tidak tinggal diam. Mereka akan tetap hadir memberikan dukungan meski dibarengi kritik.
Ketua Umum Jakmania, Diky Soemarno, menegaskan bahwa kritik tersebut merupakan bagian dari kepedulian terhadap klub.
"Kalau kritikan pasti ada, spanduk (kritikan) juga ada," kata Diky di Jakarta, Kamis (9/4/2026).
Namun, ia menekankan bahwa Jakmania tidak akan langsung mengambil langkah ekstrem seperti demonstrasi tanpa melalui proses komunikasi.
"Jadi Jakmania itu pasti demo itu ketika sudah dialog, lalu (dialognya itu) tidak menemukan hasil," ucap Diky.
Menurutnya, pendekatan dialog menjadi prinsip utama Jakmania sejak organisasi tersebut berdiri.
Ia menjelaskan bahwa setiap aspirasi selalu disampaikan secara bertahap dan terorganisir melalui struktur kepengurusan.
"Kita kan terstruktur bagaimana komunikasi dari pengurus pusat ke pengurus wilayah, pengurus wilayah ke anggota," ujarnya.
Pendekatan ini diharapkan mampu menjaga kondusivitas sekaligus memastikan pesan yang disampaikan tetap efektif.
Di sisi lain, pertandingan melawan Persebaya menjadi ujian penting bagi Persija untuk bangkit dari tren negatif.
Jika gagal meraih hasil maksimal, tekanan dari suporter berpotensi semakin besar. Sebaliknya, kemenangan bisa menjadi momentum kebangkitan tim.
Dengan situasi yang ada, laga di SUGBK dipastikan akan berlangsung penuh tensi, baik dari sisi permainan maupun atmosfer di tribun.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






