Erick Thohir Jagokan Spanyol dan Prancis Juara Piala Dunia 2026, Soroti Jepang Bisa Jadi Kejutan

AKURAT.CO, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Erick Thohir, memaparkan pandangannya terkait peta persaingan Piala Dunia 2026.
Hal itu disampaikannya dalam konferensi pers bertajuk Empowering the Next Generation of Women's Football, From Grassroots Development to Clairefontaine di Institut français d'Indonésie, Jakarta, Rabu (15/4/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Erick Thohir menilai ada dua tim yang saat ini berada di garis terdepan sebagai kandidat juara, yakni Timnas Prancis dan Timnas Spanyol.
“Menurut saya, jika melihat dua tim terbaik saat ini, mungkin Prancis dan Spanyol. Tapi, tentu saja selalu ada tim kejutan dari Argentina, dan jangan lupakan Jepang yang mewakili Asia,” ujar Erick Thohir.
Ia menegaskan bahwa dinamika Piala Dunia selalu menghadirkan kejutan. Selain dua unggulan tersebut, Timnas Argentina sebagai juara bertahan tetap memiliki peluang besar.
Begitu pula Timnas Jepang yang terus menunjukkan perkembangan signifikan.
Secara khusus, Erick menyoroti kemajuan pesat Jepang dalam dua dekade terakhir.
Menurutnya, transformasi sepakbola Negeri Sakura merupakan hasil dari perencanaan jangka panjang yang konsisten.
“Menurut saya mereka sangat agresif dalam 20 tahun terakhir dalam membangun sepakbola mereka,” katanya.
Untuk menggambarkan lompatan tersebut, Erick mengenang pertandingan lama yang mempertemukan Indonesia dan Jepang pada akhir 1980-an.
Laga itu menjadi gambaran kontras dengan kekuatan Jepang saat ini.
“Tadi malam saya menonton pertandingan antara Timnas Indonesia dan Jepang yang berlangsung pada 1989, dalam kualifikasi Piala Dunia. Saya rasa skornya 0-0,” imbuhnya.
Ia menilai, kondisi saat itu jauh berbeda dengan sekarang. Jepang kini telah menjelma menjadi salah satu kekuatan utama Asia dan bahkan bersaing di level global.
“Tapi, saat ini, kalau kita bermain melawan Jepang, Jepang sudah masuk 17 besar dunia dan sudah sering bermain melawan negara-negara top dunia. Jadi, Indonesia perlu terus berkembang,” ucap Erick.
Melihat kesenjangan tersebut, Erick menekankan pentingnya percepatan pembangunan sepakbola nasional.
Salah satu langkah yang didorong adalah memperluas kerja sama internasional dengan negara-negara maju.
Menurutnya, kolaborasi dengan negara seperti Prancis menjadi peluang besar untuk meningkatkan kualitas sepakbola Indonesia, baik dari sisi pembinaan maupun pengembangan sistem.
“Inilah mengapa kami ingin bekerja sama dengan sebanyak mungkin negara, seperti Prancis dan negara-negara lainnya, untuk mengembangkan sepak bola kami. Kita akan banyak belajar dari kemitraan ini,” kata Erick Thohir.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









