Eks Klubnya PSBS Biak Diterpa Krisis Finansial, Owen Rahadiyan Ikut Prihatin

AKURAT.CO, Situasi sulit tengah menyelimuti PSBS Biak di tengah bergulirnya Super League 2025-2026.
Klub berjuluk Badai Pasifik itu dikabarkan mengalami persoalan finansial serius dengan para pemain yang belum menerima gaji selama tiga bulan terakhir.
Kondisi tersebut akhirnya mencuat ke publik setelah sebelumnya sempat tertutup rapat.
Dampaknya pun tidak hanya dirasakan di dalam tim, tetapi juga mulai mengganggu performa PSBS yang kini berada dalam ancaman degradasi ke Championship musim depan.
Situasi ini turut mengundang perhatian Owen Rahadiyan, sosok yang pernah menjadi bagian penting dalam perjalanan PSBS Biak.
Ia diketahui merupakan mantan pemilik klub tersebut sebelum memutuskan mundur akibat konflik internal.
Saat masih berada di dalam manajemen, Owen menegaskan bahwa kondisi finansial PSBS berjalan stabil tanpa kendala berarti.
Bahkan, dalam periode tersebut, klub asal Papua itu mampu mencatatkan prestasi penting dengan meraih tiket promosi ke Super League.
Namun kini, kondisi berbalik drastis. PSBS justru harus menghadapi kenyataan pahit di tengah kompetisi, dengan persoalan gaji yang berpotensi memengaruhi stabilitas tim secara keseluruhan.
Owen mengaku prihatin dengan situasi yang tengah terjadi. Ia menilai, mengelola klub sepakbola profesional memang bukan perkara mudah, terlebih bagi tim yang berasal dari Papua dengan berbagai tantangan tambahan.
“Mengelola dan menjalankan sebuah klub sepakbola tidak pernah mudah. Terlebih untuk tim dari Papua yang memiliki tantangan tersendiri, baik dari sisi logistik maupun keuangan,” ujar Owen melalui keterangan kepada media, Senin (20/4/2026).
Ia juga mengenang masa-masa saat masih menangani PSBS, termasuk tantangan besar ketika tim tidak bisa bermarkas di Biak pada musim sebelumnya.
Hal itu menjadi salah satu pengalaman yang membentuk pemahamannya dalam mengelola klub secara profesional.
Bagi Owen, PSBS bukan sekadar klub biasa. Ia mengaku memiliki ikatan emosional yang kuat karena di sanalah ia pertama kali terlibat secara penuh dalam pengelolaan klub sepakbola.
“PSBS Biak akan selalu memiliki tempat khusus di hati saya. Ini adalah klub pertama yang saya kelola secara mendalam,” ungkapnya.
Di tengah kondisi yang tidak ideal saat ini, Owen berharap seluruh elemen tim tetap menunjukkan profesionalisme dan semangat juang hingga akhir musim.
Ia menyadari bahwa para pemain dan staf sedang berada dalam situasi yang tidak mudah.
“Para pemain dan semua yang terlibat saat ini sedang melalui masa yang sulit. Situasi seperti ini tentu tidak sederhana bagi klub mana pun,” lanjutnya.
Owen pun menutup pernyataannya dengan doa dan harapan agar PSBS mampu melewati masa krisis ini dengan baik, sekaligus menyelesaikan kompetisi dengan kepala tegak.
“Saya berharap tim ini tetap kuat dan bisa melewati fase ini. Semoga mereka mampu menyelesaikan musim dengan baik. Saya mendoakan yang terbaik untuk semuanya,” tutup Owen.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








