PSIM vs Persija: Stadion Pindah ke Bali, Mauricio Souza Senang karena Lapangan Berkualitas

AKURAT.CO, Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza, mencoba mengambil sisi positif dari perpindahan venue ke Bali saat harus menghadapi PSIM Yogyakarta.
Mauricio Souza mengaku senang karena kualitas lapangan di Bali sangat bagus.
"Jadi, seperti yang saya katakan, kalau kita main di Bali itu ada keuntungan karena lapangan bagus dan sangat mendukung untuk pertandingan, dan permainan," ucap Mauricio Souza saat sesi konferensi pers jelang laga, Selasa (21/4/2026).
Persija Jakarta dijadwalkan menantang PSIM Yogyakarta dalam pekan ke-29 Super League 2025-2026.
Pasukan Macan Kemayoran siap meladeni permainan Laskar Mataram di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Rabu (22/4/2026) sore.
Laga ini sejatinya berlangsung di Stadion Sultan Agung, Bantul. Namun, terpaksa dipindah ke Bali karena memang tidak mendapatkan izin dari pihak kepolisian.
Persija Jakarta sendiri sudah berada di Yogyakarta selepas menghadapi PSBS Biak di laga sebelumnya. Kini mereka harus kembali terbang ke Pulau Dewata.
Souza juga meyakini bahwa PSIM senang bermain di Bali meski jauh dari markas mereka.
Sebab, memang kualitas rumput lapangan Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, bisa mendukung teknis permainan kedua tim.
"Tapi lawan kita (PSIM) itu juga punya tim yang lumayan teknis, dia juga main bagus. Ada banyak organisasi di dalam menguasai bola juga," kata pelatih asal Brasil ini.
"Jadi saya yakin dua tim ini senang bisa main di Bali karena lapangan yang benar-benar bagus."
Saat disinggung mengenai kekuatan PSIM Yogyakarta, Souza tidak memandang satu atau dua pemain.
Menuruyltnya, sepakbola adalah permainan kolektivitas tim dan hal itu yang dia waspadai dari PSIM Yogyakarta.
"Saya tidak menilai satu pemain saja dari lawan, kita bicara dengan pemain itu individu juga. Tapi kita selalu bicara tentang kolektif," kata Souza.
"Jadi di dalam tim PSIM ada beberapa pemain bagus, tapi saya tidak bisa itu bicara dengan satu atau dua.
"Kita selalu khawatir tentang kolektif, tidak individu. Sebab bagi saya satu pemain tidak bisa menang pertandingan. Menang pertandingan karena kolektif yang kuat."
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







