Akurat
Pemprov Sumsel

Kasus Tendangan Kungfu Pemain Bhayangkara FC vs Dewa United Berakhir Damai

Zainal Hasan | 23 April 2026, 15:32 WIB
Kasus Tendangan Kungfu Pemain Bhayangkara FC vs Dewa United Berakhir Damai
Pemain Dewa United U-20 (putih) dan Bhayangkara U-20 (kuning) bersama staf kepelatihan usai bertemu mendamaikan masalah tendangan kungfu di Tangerang, Banten, Rabu (22/4/2026). DEWA UNITED

AKURAT.CO, Insiden panas yang melibatkan pemain muda di ajang Elite Pro Academy (EPA) U-20 akhirnya menemui titik terang.

Kasus tendangan kungfu yang dilakukan Fadly Alberto dari Bhayangkara FC U-20 terhadap pemain Dewa United U-20, Raka Nurholis, resmi diselesaikan secara damai melalui jalur mediasi pada Rabu (22/4/2026).

Peristiwa tersebut memicu gelombang reaksi publik. Aksi tak sportif Fadly yang terekam kamera dan menyebar luas di media sosial menjadi sorotan, terlebih karena dirinya menyandang status pemain Timnas Indonesia kelompok usia.

Insiden bermula seusai pertandingan ketika terjadi ketegangan antarpemain. Situasi yang memanas berujung cekcok sebelum akhirnya Fadly melayangkan tendangan keras bergaya kungfu ke arah Raka Nurholis.

Desakan agar pelaku mendapatkan sanksi tegas pun bermunculan. Bahkan, pihak Dewa United sempat mempertimbangkan untuk membawa kasus ini ke ranah hukum sebagai bentuk respons atas tindakan yang dinilai melampaui batas sportivitas.

Namun, langkah tersebut urung dilakukan. Kedua pihak memilih menempuh jalur kekeluargaan setelah rombongan Bhayangkara FC U-20 mendatangi markas Dewa United untuk melakukan mediasi dan menyampaikan permintaan maaf secara langsung.

Direktur Akademi Dewa United, Firman Utina, memastikan bahwa persoalan ini telah diselesaikan dengan baik. Ia menekankan pentingnya pembinaan bersama terhadap para pemain muda.

"Alhamdulillah hari ini mediasi sudah selesai, kami sudah bersilaturahmi, sudah memaafkan. Kembali lagi, anak-anak ini adalah tanggung jawab kita bersama," kata Firman Utina kepada awak media pada Rabu (22/4/2026).

Ia juga mengungkapkan bahwa Fadly Alberto telah menyampaikan permohonan maaf secara langsung kepada Raka Nurholis dan seluruh pihak yang terdampak.

"Tadi juga Alberto sudah minta maaf kepada Raka, bahkan teman-teman yang lain atau pemain-pemain yang lain. Saya rasa ini sudah clear," jelasnya.

Terkait wacana pelaporan hukum, Firman menegaskan bahwa pihaknya memilih untuk tidak melanjutkan kasus ini ke jalur tersebut. Menurutnya, pendekatan edukatif lebih penting dalam menangani pemain usia muda.

"Memaafkan karena ini anak-anak, dirasa ini juga tidak ada tuntutan sampai ke hukum untuk Alberto, tetapi ini lebih bagaimana cara kita melindunginya. Karena dia merasa bahwa kita sebagai orang tua, ya mungkin ada hal-hal yang tidak sampai secara edukasi terhadap anak-anak yang akhirnya lepas kontrol," tegasnya.

Lebih lanjut, Dewa United menyerahkan sepenuhnya penanganan lanjutan kepada otoritas sepakbola nasional agar menjadi bahan evaluasi bersama.

"Kami menyerahkan hal ini atau kelanjutan hal ini kepada PSSI, Komisi Disiplin, EPA, penyelenggara liga. Mudah-mudahan ini bisa jadi bahan evaluasi kita bersama-sama," sambung Firman.

Dalam kesempatan yang sama, Fadly Alberto menyampaikan penyesalan mendalam atas tindakannya. Ia mengakui kehilangan kendali emosi menjadi penyebab utama insiden tersebut.

"Saya berterima kasih kepada Dewa United sudah merespons baik kedatangan kami di sini untuk memohon maaf atas tindakan saya waktu pertandingan. Mungkin karena murni emosi saya yang tidak bisa saya kontrol dan saya melakukan tindakan yang tidak sportif," ujar Fadly.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada seluruh elemen tim Dewa United dan masyarakat Indonesia.

"Saya meminta maaf kepada pimpinan Dewa United juga, coaches, seluruh jajaran pelatih, staf, dan pemain dari Dewa United, tentunya kepada Raka Nurholis. Saya meminta maaf sebesar-besarnya karena ini tindakan yang mungkin paling bodohlah di sepakbola yang tentunya masyarakat Indonesia tidak suka," kata Fadly.

Tak hanya itu, Fadly turut menyampaikan harapan agar insiden ini menjadi pelajaran berharga bagi dirinya ke depan.

"Saya juga meminta maaf kepada masyarakat Indonesia karena tindakan saya ini mencemari sportivitas sepakbola. Sekali lagi saya meminta maaf kepada Dewa United, tentunya kepada Raka Nurholis juga. Semoga cepat sembuh dan bisa bermain sepakbola lagi," katanya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.