Akurat Logo

Taklukkan PSS Sleman Lewat Adu Penalti, Garudayaksa Juara Championship 2025-2026

Zainal Hasan | 10 Mei 2026, 08:19 WIB
Taklukkan PSS Sleman Lewat Adu Penalti, Garudayaksa Juara Championship 2025-2026
Pemain PSS Sleman, Riko Simanjuntak (kanan), saat memperebutkan bola dengan pemain Garudayaksa FC, Muhammad Bagus Nirwanto (kiri), pada final Championship 2025-2026 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Sabtu (9/5/2026). ANTARA/ Andreas Fitri Atmoko

AKURAT.CO, Garudayaksa FC berhasil keluar sebagai juara Championship League 2025-2026 usai menaklukkan tuan rumah PSS Sleman melaui adu penalti dengan skor 5-4, Sabtu (9/5/2026).

Garudayaksa FC menghadapi PSS Sleman pada partai final Championship League 2025-2026 yang berlangsung di Stadion Maguwoharjo, Sleman.

Laga pun berjalan sengit sejak awal laga. Jual beli serangan disajikan oleh kedua tim.

Namun, Garudayaksa mampu tampil lebih efektif. Di mana mereka mampu unggul lebih dahulu saat laga memasuki menit kedua puluh dua lewat aksi Alfin Kelilaw dengan tandukannya.

Unggul satu gol membuat Garudayaksa semakin nyaman melakukan serangan. Bahkan pada menit ke-35, Garudayaksa mendapatkan hadiah penalti.

Penalti didapat usai bek PSS Sleman, Fachrudin Aryanto, menjatuhkan Christian Frydek. Everton Nascimento maju sebagai eksekutor dengan tenang menjalankan tugasnya, Garudayaksa pun unggul 2-0.

Di sisa 45 menit babak pertama memang kedua tim masih melakukan serangan. Namun, tidak ada gol tambahan yang terjadi, skor 2-0 untuk keunggulan Garudayaksa menutup babak pertama.

Berlanjut pada babak kedua, PSS Sleman yang tertinggal dua gol terus menekan pertahanan Garudayaksa. Usaha pasukan Super Elja pun akhirnya membuahkan hasil.

Pada menit ke-61, Gustavo Tocantins mencetak gol untuk PSS Sleman dan membuat skor menjadi 2-1.

Gustavo Tocantins memang menjadi momok berbahaya bagi pertahanan Garudayaksa. Di menit ke-72, bomber asal Brasil ini mencetak gol kedua dan membuat skor menjadi imbang 2-2.

Skor 2-2 bertahan hingga 90 menit dan laga pun berlanjut pada babak perpanjangan waktu.

Dalam babak 2x15 menit perpanjangan waktu, tidak ada gol yang terjadi dan terpaksa laga dilanjutkan ke adu penalti.

Di babak adu penalti, ketegangan langsung terasa saat algojo pertama Garudayaksa, Everton, gagal menjalankan tugasnya.

Tendangan sang pemain melambung di atas mistar dan membuat PSS berada di atas angin. Kesempatan itu mampu dimanfaatkan kubu Super Elja.

Junio Haqi yang maju sebagai penendang pertama sukses mengecoh kiper Beny dan membawa PSS unggul lebih dulu dalam drama tos-tosan.

Garudayaksa tidak tinggal diam. Manda Cingi yang dipercaya sebagai eksekutor kedua mampu menjalankan tugas dengan tenang. Tendangannya bersarang ke gawang dan membuat skor kembali seimbang.

Momentum kemudian berbalik ke kubu Garudayaksa. Penendang kedua PSS, Kevin Gomes, gagal mencetak gol setelah sepakannya berhasil ditepis Beny.

Penyelamatan itu menjadi titik penting yang membangkitkan semangat para pemain Garudayaksa.

Drama semakin panas ketika penendang ketiga dari kedua tim sama-sama sukses menjalankan tugas. Frydek untuk Garudayaksa dan Vendry Mofu dari PSS berhasil mencatatkan nama di papan skor sehingga kedudukan tetap imbang 2-2.

Memasuki giliran keempat, Debol dan Arda Alfeza juga tidak melakukan kesalahan. Kedua pemain mampu menaklukkan penjaga gawang lawan dan menjaga harapan tim masing-masing tetap hidup.

Garudayaksa kemudian berada di depan setelah Taufik Hidayat sukses menuntaskan tugas sebagai penendang kelima. Gol tersebut membuat tekanan besar berada di pundak pemain terakhir PSS, Tocantins.

Namun, keberuntungan berpihak kepada Garudayaksa. Tocantins gagal mencetak gol setelah sepakannya mampu dibaca dan ditepis Beny. Kiper Garudayaksa itu pun langsung menjadi pahlawan kemenangan timnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.