Pelatih Oman Bertekad Pertahankan Rekor 38 Tahun Tak Terkalahkan Lawan Indonesia

AKURAT.CO, Timnas Oman datang ke Jakarta bukan hanya untuk menjaga dominasi atas Timnas Indonesia, tetapi juga menjadikan laga FIFA Matchday sebagai bagian dari persiapan jangka panjang menuju berbagai turnamen internasional.
Pelatih Oman, Tariq Sektioui, mengakui timnya menyadari rekor positif yang selama ini dimiliki saat menghadapi skuad Garuda.
Karena itu, dalam pertandingan yang akan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Jumat (5/6/2026), Oman bertekad mempertahankan catatan tersebut.
Sejarah mencatat Indonesia terakhir kali mampu mengalahkan Oman pada 1988 dengan skor 3-0 dalam sebuah turnamen di Thailand. Sejak saat itu, Garuda belum pernah lagi meraih kemenangan atas tim asal Timur Tengah tersebut.
"Kami tahu Indonesia sudah sangat lama tidak mengalahkan Oman. Tentu kami ingin menjaga catatan itu tetap bertahan," ujar Sektioui dalam sesi konferensi pers.
Meski demikian, pelatih asal Maroko tersebut menegaskan bahwa hasil pertandingan bukan satu-satunya target yang dibawa timnya ke Jakarta.
Menurut dia, laga persahabatan ini memiliki nilai penting dalam proses pengembangan skuad Oman yang tengah dipersiapkan menghadapi sejumlah agenda besar di masa mendatang.
Sektioui menjelaskan, saat ini Oman sedang berada dalam fase pembangunan tim. Oleh sebab itu, perkembangan permainan serta peningkatan kualitas para pemain menjadi perhatian utama jajaran pelatih.
Baginya, duel melawan Indonesia akan menjadi tolok ukur untuk melihat kemajuan yang telah dicapai tim, baik dari sisi organisasi permainan maupun performa individu pemain.
"Dalam pertandingan seperti ini, yang paling penting bukan hanya hasil akhir. Kami ingin melihat bagaimana tim terus berkembang dan menjadi lebih baik, baik secara kolektif maupun individu," katanya.
Pelatih berusia 48 tahun itu menambahkan, Oman tengah menyusun fondasi untuk menghadapi berbagai kompetisi penting dalam beberapa tahun ke depan. Mulai dari Piala Teluk Arab, Piala Asia, hingga menjaga peluang tampil di ajang Piala Dunia.
Menurut Sektioui, setiap pertandingan internasional menjadi bagian penting dalam proses tersebut karena memberikan kesempatan bagi tim untuk menguji kualitas dan kesiapan para pemain.
"Laga ini menjadi bagian dari persiapan kami menuju Piala Teluk Arab, Piala Asia, dan semoga juga Piala Dunia berikutnya," ujarnya.
Kendati berstatus pertandingan persahabatan, Oman dipastikan tidak akan tampil setengah hati. Sektioui menegaskan timnya tetap membawa mentalitas kompetitif dan menargetkan kemenangan di setiap laga yang dijalani.
Ia menilai, membangun kebiasaan meraih hasil positif merupakan salah satu elemen penting dalam proses pembentukan karakter tim.
"Kami akan menghadapi pertandingan ini dengan sangat serius. Setiap laga harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Kami selalu bermain untuk menang dan berusaha mendapatkan manfaat maksimal dari setiap pertandingan," katanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 4Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9PPh Final Royalti 1,5 Persen bagi Penulis Diberlakukan, Perkuat Ekosistem Literasi Nasional
- 10Kasus Penipuan Kripto Jalan di Tempat, Polda Metro Jaya Diminta Segera Beri Kepastian Hukum








