Akurat Logo

Canelo Alvarez dalam Bahaya, Christian Mbilli Siap Kudeta Status Bintang Nomor Satu di Riyadh

Dian Eko Prasetio | 18 Juni 2026, 17:05 WIB
Canelo Alvarez dalam Bahaya, Christian Mbilli Siap Kudeta Status Bintang Nomor Satu di Riyadh
Petinju asal Meksiko, Saul "Canelo" Alvarez (kiri), saat berhadap-hadapan dengan petinju Kanada-Kamerun, Christian Mbilli, dalam sesi foto di situs Piramida di Mesir, 22 Mei 2026.

AKURAT.CO, Panggung tinju dunia kelas super menengah (168 pon) bersiap menyambut salah satu duel paling eksplosif tahun ini. Megabintang asal Meksiko, Saul Canelo Alvarez, dijadwalkan menantang sang penguasa baru yang belum terkalahkan, Christian Mbilli, di Riyadh, Arab Saudi, pada 12 September 2026 mendatang.

Laga ini mengusung misi krusial bagi Canelo Alvarez untuk merebut kembali sabuk juara dunia WBC miliknya yang sempat lepas. Namun, kubu Christian Mbilli justru melihat pertarungan ini sebagai panggung sempurna untuk mengakhiri era keemasan Canelo untuk selamanya.

Promotor Christian Mbilli, Camille Estephan, meyakini bahwa anak asuhnya memiliki segala syarat untuk menggulingkan posisi Canelo Alvarez sebagai wajah utama jagat tinju dunia saat ini. Sinyal bahaya pun langsung dikirimkan ke kubu mantan juara dunia tak terbantahkan tersebut.

"Saya percaya Mbilli memiliki apa yang diperlukan untuk menggunakan panggung ini demi membuktikan bahwa dialah nomor satu di olahraga ini," tegas Camille Estephan dikutip Sky Sports.

"Targetnya sangat jelas, yaitu merebut posisi yang selama ini ditempati Canelo. Saya yakin dia memiliki segalanya untuk memberikan performa terbaik sepanjang hidupnya. Canelo sedang dalam masalah besar."

Reputasi Canelo sebagai penguasa mutlak kelas super menengah memang sempat runtuh setelah ia menderita kekalahan angka mutlak (unanimous decision) dari Terence Crawford pada September tahun lalu. Akibat kekalahan itu, seluruh sabuk juaranya (WBC, WBO, IBF, dan WBA) menjadi terpecah.

https://akurat.co/arena/860668/misi-rebut-kembali-takhta-canelo-alvarez-diadang-christian-mbilli-dan-monster-baru-hamzah-sheeraz

Crawford sendiri kemudian memutuskan pensiun, yang membuat sabuk WBC lowong hingga akhirnya badan tinju dunia menaikkan status Christian Mbilli sebagai juara dunia WBC penuh.

Kini, petinju yang berbasis di Kanada tersebut membidik kemenangan impresif dalam laga pertahanan gelar pertamanya.

Mbilli sendiri adalah petinju mengerikan dengan rekor 29 pertarungan tanpa kekalahan di mana 24 di antaranya berakhir dengan kemenangan KO/TKO dan hanya satu hasil imbang.

Sementara Alvarez masih menjadi magnet terbesar di dunia tinju meski baru kehilangan takhta setahun lalu. Ia berniat membuktikan bahwa dirinya belum habis di level tertinggi.

Ketika ditanya apakah keputusan Canelo untuk langsung menargetkan Mbilli sebagai lawan comeback-nya merupakan sebuah kesalahan besar, Estephan memberikan jawaban diplomatis.

"Saya paham Canelo ingin melawan Mbilli demi mengambil kembali sabuk WBC-nya, dan itu adalah alasan yang cukup bagus," kata sang promotor.

"Namun, apakah dia bisa merebutnya kembali atau tidak, itu cerita yang sangat berbeda. Mbilli tidak akan terbang ke Riyadh untuk hal lain selain kemenangan telak."

Bagi Canelo, duel di Arab Saudi pada September nanti akan menjadi penentu masa depan karier profesionalnya.

Menang berarti ia sukses merajut kembali takhtanya, namun kalah berarti ia harus rela menyerahkan tongkat estafet kepemimpinan kelas super menengah kepada monster baru bernama Christian Mbilli.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.