Mesir vs Iran: Pelatih The Pharaohs Sampaikan Pesan Sentimentil Terhadap Team Melli yang Didiskriminasi
AKURAT.CO, Suasana menjelang laga pamungkas Grup G Piala Dunia 2026 antara Mesir versus Iran di Seattle, Amerika Serikat, mendadak hangat oleh aksi solidaritas dari luar lapangan.
Pelatih kepala Tim Nasional Mesir, Hossam Hassan, secara terbuka menyuarakan dukungan moril untuk skuad Iran yang dilaporkan mendapat perlakuan tidak adil terkait pembatasan perjalanan oleh pihak otoritas AS.
Hossan Hassan menegaskan bahwa semua tim yang berhasil menembus putaran final Piala Dunia memiliki hak yang setara, terutama dalam menjunjung tinggi prinsip respect dan fair play yang selalu dikampanyekan oleh FIFA.
"Semua tim punya hak untuk mendapatkan perlakuan yang sama, karena FIFA selalu mencari rasa hormat dan keadilan di dalam permainan (respect and fair play)," kata Hossam Hassan dikutip Al Jazeera, Jumat (26/6/2026) WIB.
"Keadilan berarti semua orang harus menghormati satu sama lain secara setara. Itulah mengapa saya mendoakan keberuntungan untuk kita semua. Timnas Iran adalah salah satu tim yang sangat saya hormati."
Meskipun tidak secara gamblang mengkritik Pemerintah AS sebagai salah satu tuan rumah, pernyataan Hassan ini menjadi bentuk dukungan langka dan berani dari sesama kontestan turnamen di tengah isu geopolitik yang memanas.
Kegeraman kubu Iran didasari oleh kebijakan perjalanan super ketat dari otoritas Amerika Serikat sepanjang fase grup.
https://akurat.co/bola/867329/belgia-vs-iran-gol-mehdi-taremi-dianulir-tak-ada-gol-di-los-angeles
Akibat aturan tersebut, Timnas Iran terpaksa mendirikan pemusatan latihan di Meksiko, meskipun semua laga mereka dimainkan di pesisir barat AS.
Lebih parah lagi, para pemain dan staf Team Melli (julukan Iran) hanya diizinkan menginjakkan kaki di AS satu hari sebelum pertandingan dimulai dan diwajibkan langsung angkat kaki dari wilayah AS sesaat setelah peluit panjang dibunyikan.
Aturan ini baru sedikit melonggar menjelang laga kontra Mesir di Seattle, di mana mereka diizinkan tiba dua hari lebih awal.
Pelatih kepala Iran, Amir Ghalenoei, tidak menampik bahwa kebijakan diskriminatif tersebut sangat merusak kebugaran serta persiapan taktik anak asuhnya.
"Ini (tiba dua hari sebelum laga) adalah hak kami yang seharusnya kami dapatkan di dua pertandingan sebelumnya," tegas Ghalenoei.
"Namun, mereka telah merampas hak kami untuk tiba tepat waktu. Kendati demikian, kami akan melupakan semua masalah itu dan siap melewati tantangan ini di atas lapangan."
Terlepas dari isu diskriminasi tersebut, laga penentu di Seattle ini diprediksi akan berjalan sengit. Amir Ghalenoei mengaku sangat menaruh hormat pada skuad Mesir yang menurutnya bermain sangat terorganisir.
"Kami sangat senang ada dua tim yang bertanding dengan latar belakang peradaban kuno yang sama-sama bangga pada negaranya," kata Ghalenoei.
Saat ditanya mengenai strategi menghentikan megabintang Mesir, Mohamed Salah, yang sedang naik daun setelah mencetak rekor di laga sebelumnya, Ghalenoei menegaskan timnya tidak akan melakukan man-marking hanya kepada seorang pemain.
"Kami tidak akan fokus hanya untuk menghentikan Mohamed Salah. Mesir adalah tim yang sangat terencana dengan baik. Selain Salah, mereka memiliki banyak pemain hebat dan berpengalaman di setiap lini," tambahnya.
Pertandingan ini akan menjadi penentu nasib kedua tim di Grup G Piala Dunia 2026 untuk melaju ke babak 32 besar. Mesir saat ini berada di puncak klasemen dengan koleksi empat poin, hasil imbang sudah cukup untuk meloloskan The Pharaohs ke fase gugur.
Sementara Iran ada di posisi kedua dengan raihan dua poin. Mereka wajib mengamankan kemenangan demi mengunci tiket lolos tanpa bergantung pada hasil laga Belgia (dua poin) dan Selandia Baru (satu poin).
Meski hasil imbang sudah aman bagi Mesir, Hossam Hassan menegaskan bahwa timnya tidak akan mengincar hasil aman.
Ia bertekad melanjutkan tren positif setelah sebelumnya sukses mempersembahkan kemenangan perdana bersejarah bagi Mesir di Piala Dunia dengan menekuk Selandia Baru 3-1.
"Kami ingin terus membuat masyarakat Mesir bahagia. Anda semua layak mendapatkan kegembiraan total seperti yang kami lihat dan dengar langsung dari kampung halaman," kata Hassan mengirim pesan emosional kepada para suporter.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026





