Akurat Logo

Piala Dunia 202y: Pelatih Kongo Berduka Usai Timnya Tersingkir, Sang Ayah Meninggal Dunia

Zainal Hasan | 2 Juli 2026, 23:13 WIB
Piala Dunia 202y: Pelatih Kongo Berduka Usai Timnya Tersingkir, Sang Ayah Meninggal Dunia
Pelatih Tim Nasional Republik Demokratik Kongo, Sebastien Desabre, di sela laga Piala Dunia 2026 antara timnya dan Inggris di Stadion Atlanta, Atlanta, Amerika Serikat, Rabu (1/7/2026). X/Zolanews.net

AKURAT.CO, Kabar duka menyelimuti pelatih Republik Demokratik Kongo, Sebastien Desabre, sesaat setelah timnya tersingkir dari Piala Dunia 2026.

Ayah Sebastian Desabre dilaporkan meninggal dunia usai pertandingan babak 32 besar Piala Dunia 2026 antara timnya melawan Inggris di Atlanta Stadium, Amerika Serikat, Rabu (1/7/2026).

Informasi tersebut disampaikan oleh tim media RD Kongo ketika konferensi pers pascalaga berlangsung. Pengumuman itu membuat suasana ruang konferensi berubah haru.

"Kami dengan menyesal mengumumkan bahwa pelatih telah kehilangan ayahnya. Belasungkawa sedalam-dalamnya untuk beliau," demikian pernyataan tim media RD Kongo, dikutip dari TalkSport.

Desabre yang baru saja menyelesaikan konferensi pers hanya memberikan respons singkat.

Pelatih asal Prancis itu mengucapkan terima kasih kepada para wartawan sebelum meninggalkan ruangan.

Hingga kini belum diketahui kapan tepatnya ia menerima kabar meninggalnya sang ayah.

https://www.akurat.co/bola/870317/hasil-inggris-vs-rd-kongo-dua-gol-harry-kane-bawa-inggris-lolos-ke-16-besar

"Terima kasih," ujar Desabre singkat.

Duka tersebut datang setelah Republik Demokratik Kongo harus mengakhiri kiprahnya di Piala Dunia 2026 akibat kalah 1-2 dari Inggris.

Les Leopards sebenarnya mengawali pertandingan dengan impresif. Brian Cipenga membawa RD Kongo unggul cepat pada menit ketujuh dan keunggulan itu mampu dipertahankan hingga memasuki babak kedua.

Namun, Inggris yang terus menekan akhirnya menyamakan skor melalui Harry Kane pada menit ke-75.

Striker tersebut kembali mencetak gol pada menit ke-86 untuk membalikkan keadaan sekaligus memastikan kemenangan The Three Lions.

Secara statistik, Inggris tampil lebih dominan dengan menguasai 60 persen penguasaan bola.

Tim asuhan Thomas Tuchel juga mencatatkan 16 tembakan, tujuh di antaranya tepat sasaran.

Sementara RD Kongo melepaskan tujuh percobaan dengan hanya dua yang mengarah ke gawang.

Meski gagal melangkah ke babak berikutnya, pencapaian Desabre tetap layak diapresiasi.

Ia sukses membawa Republik Demokratik Kongo tampil di putaran final Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak edisi 1974 ketika negara tersebut masih bernama Zaire.

Pada fase grup, RD Kongo mengumpulkan empat poin dan finis di posisi ketiga Grup K Piala Dunia.

Hasil itu cukup mengantarkan mereka lolos ke babak 32 besar melalui jalur peringkat ketiga terbaik.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.