Akurat Logo

Prabowo-Jokowi Saling Hormat di HUT Bhayangkara, Patahkan Rumor Keretakan Hubungan

Putri Dinda Permata Sari | 2 Juli 2026, 23:50 WIB
Prabowo-Jokowi Saling Hormat di HUT Bhayangkara, Patahkan Rumor Keretakan Hubungan
Presiden Prabowo Subianto bersalaman dengan Presiden ketujuh RI Joko Widodo atau Jokowi pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80 di Cikeas, Bogor. (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)

AKURAT.CO Momen saling memberi hormat antara Presiden RI, Prabowo Subianto, dan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), dalam upacara Hari Bhayangkara ke-80 dinilai bukan sekadar seremoni kenegaraan, melainkan mengandung pesan politik yang kuat.

Gestur yang ditunjukkan kedua tokoh saat berpapasan di Lapangan Satlat Brimob, Cikeas, Bogor, Rabu (1/7/2026), menjadi sinyal bahwa hubungan keduanya tetap harmonis di tengah berbagai spekulasi yang berkembang.

"Gestur saling hormat dan sikap akrab yang ditunjukkan Prabowo dan Jokowi kemarin adalah bantahan nyata terhadap berbagai spekulasi liar yang menyebut hubungan keduanya retak. Itu pesan politik yang sangat jelas," kata Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Iwan Setiawan, dalam keterangan tertulis, Kamis (2/7/2026).

Baca Juga: Gerindra Bantah Rumor Retaknya Hubungan Prabowo-Jokowi: Komunikasi Baik-baik Saja

Dalam upacara tersebut, Prabowo dan Jokowi tampak saling memberi hormat sebelum berjabat tangan hangat. Momen itu menjadi perhatian publik karena berbeda dengan interaksi Presiden terhadap tamu undangan lainnya.

Menurutnya, simbol politik seperti itu sering kali memiliki makna yang lebih kuat dibandingkan pernyataan resmi. Belakangan, hubungan Prabowo dan Jokowi menjadi bahan spekulasi setelah Jokowi melakukan safari politik bersama Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ke sejumlah daerah, termasuk Lampung. 

Di saat yang sama, menguat pula wacana pasangan Prabowo-Gibran untuk dua periode yang dinilai sebagian kalangan sebagai manuver politik yang terlalu dini.

Namun, dia berpandangan safari politik yang dilakukan Jokowi kecil kemungkinan berlangsung tanpa komunikasi dengan Presiden Prabowo.

"Tidak mungkin seorang mantan presiden yang memiliki kedekatan dengan kepala negara melakukan safari politik tanpa ada komunikasi sebelumnya. Saling hormat kemarin semakin mempertegas hal itu," ujarnya.

Baca Juga: Gerindra Ogah Komentari Safari Politik Jokowi, Fokus Kawal Program Prioritas Prabowo

Dia menilai, momen Hari Bhayangkara ke-80 juga menjadi ruang komunikasi politik yang efektif untuk meredam berbagai isu mengenai hubungan kedua tokoh nasional tersebut.

Publik dapat menangkap pesan bahwa komunikasi antara Prabowo dan Jokowi tetap terjaga dengan baik, meski dinamika politik terus berkembang.

"Dalam politik, simbol dan gestur berbicara lebih keras dari sekadar pernyataan. Dan kemarin, Prabowo dan Jokowi sudah menjawabnya dengan sangat jelas," pungkas Iwan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.