Piala Dunia 2026: Akhiri Kutukan 72 Tahun! Swiss Ukir Sejarah di Vancouver

AKURAT.CO, Tim Nasional Swiss baru saja menorehkan tinta emas dalam sejarah sepakbola mereka. Kemenangan 2-0 atas Aljazair di Stadion BC Place Vancouver tidak hanya mengantarkan Nati ke babak 16 besar Piala Dunia 2026, melainkan resmi mengakhiri kutukan fase gugur yang telah berlangsung selama lebih dari tujuh dekade.
Terakhir kali Swiss memenangi pertandingan pasca fase grup di panggung Piala Dunia terjadi pada tahun 1954 silam. Kini di Piala Dunia 2026, lewat gol Breel Embolo dan Dan Ndoye sejarah kelam itu resmi runtuh.
Berbicara secara eksklusif kepada FIFA usai laga, penyerang sayap Swiss berusia 25 tahun, Dan Ndoye, tidak bisa menyembunyikan rasa emosionalnya terkait makna krusial dari kemenangan bersejarah ini.
"Rasanya luar biasa, benar-benar luar biasa. Sangat penting bagi kami untuk menang hari ini. Kami telah menulis satu halaman sejarah baru untuk negara kami dan kami berharap bisa terus melanjutkannya karena inilah yang selalu kami impikan," kata Ndoye.
Pemain yang menjadi pencetak gol kelima berbeda bagi Swiss di turnamen ini menambahkan bahwa pencapaian ini adalah milik seluruh masyarakat Swiss yang selalu setia mendukung mereka.
"Bukan hanya pemain, tetapi seluruh negeri telah memimpikan momen ini, dan kami ingin membuat mereka terus bermimpi. Kami tahu apa yang kami lakukan hari ini sangat spesial, tetapi kami menginginkan lebih. Besok kami akan langsung memikirkan langkah selanjutnya, pertandingan berikutnya, dan lawan berikutnya," tegasnya.
Selain keberhasilan memutus kutukan 72 tahun, laga di bawah rintik hujan Vancouver tersebut juga menghadirkan catatan positif lain bagi lini pertahanan Swiss. Untuk pertama kalinya di Piala Dunia 2026, gawang Swiss yang dikawal ketat berhasil mencatatkan clean sheet alias tidak kebobolan.
Bek andalan Manchester City, Manuel Akanji, menilai keberhasilan menjaga kesucian gawang di waktu yang krusial ini merupakan bonus yang sangat luar biasa bagi seorang pemain bertahan.
"Kami bertahan dengan sangat baik dan saya pikir kami mencetak gol di momen yang tepat. Menjaga clean sheet untuk pertama kalinya adalah sesuatu yang selalu ingin Anda lakukan sebagai bek. Akhirnya kami bisa menang di fase gugur, tapi semoga perjalanan kami belum berakhir di sini," kata Akanji.
Skuad Swiss tampaknya sudah sangat nyaman di wilayah barat Kanada ini. Setelah pekan lalu sukses menekuk sang tuan rumah Kanada di laga terakhir fase grup, La Nati akan tetap menetap di Vancouver untuk mempersiapkan diri menghadapi babak 16 besar menghadapi pemenang laga antara Kolombia versus Ghana.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026







