Daftar Juara Piala Dunia dari Tahun ke Tahun: Brasil Masih Jadi Raja, Argentina Terus Mendekat

AKURAT.CO Setiap empat tahun sekali, dunia seolah berhenti sejenak untuk menyaksikan ajang sepak bola paling bergengsi, Piala Dunia FIFA. Turnamen ini bukan sekadar perebutan trofi, tetapi juga panggung lahirnya legenda, terciptanya momen bersejarah, hingga berubahnya peta kekuatan sepak bola dunia. Dari kejayaan Uruguay pada edisi pertama tahun 1930 hingga keberhasilan Argentina menjuarai Piala Dunia 2022, setiap turnamen meninggalkan cerita yang sulit dilupakan.
Bagi banyak penggemar sepak bola, mengetahui daftar juara Piala Dunia dari tahun ke tahun bukan hanya soal mengingat siapa yang menang. Data tersebut menunjukkan bagaimana sebuah negara membangun tradisi sepak bola, melakukan regenerasi pemain, hingga mempertahankan prestasi di level tertinggi. Menariknya, meski lebih dari 80 negara pernah tampil di putaran final, hanya delapan negara yang berhasil mengangkat trofi juara dunia.
Artikel ini menyajikan daftar lengkap juara Piala Dunia sejak 1930, statistik negara tersukses, serta analisis mengenai perubahan dominasi sepak bola dunia berdasarkan data sejarah. Informasi disusun berdasarkan arsip resmi FIFA dan berbagai referensi sejarah sepak bola internasional sehingga dapat menjadi rujukan bagi penggemar, pelajar, maupun pencinta statistik olahraga.
Ringkasan
Daftar juara Piala Dunia adalah catatan negara-negara yang berhasil menjuarai turnamen sepak bola terbesar di dunia sejak pertama kali digelar pada 1930. Hingga edisi 2022, hanya delapan negara yang pernah menjadi juara.
Berikut negara dengan koleksi gelar terbanyak:
Brasil – 5 gelar
Jerman – 4 gelar
Italia – 4 gelar
Argentina – 3 gelar
Prancis – 2 gelar
Uruguay – 2 gelar
Inggris – 1 gelar
Spanyol – 1 gelar
Fakta penting:
Piala Dunia pertama berlangsung pada 1930 di Uruguay.
Turnamen sempat ditiadakan pada 1942 dan 1946 akibat Perang Dunia II.
Argentina menjadi juara terbaru setelah mengalahkan Prancis melalui adu penalti pada final Piala Dunia 2022.
Daftar Juara Piala Dunia dari Tahun ke Tahun
Berikut daftar lengkap juara, skor final, dan runner-up Piala Dunia FIFA.
Tahun | Juara | Skor Final | Runner-up |
|---|---|---|---|
1930 | Uruguay | 4-2 | Argentina |
1934 | Italia | 2-1 (aet) | Cekoslowakia |
1938 | Italia | 4-2 | Hungaria |
1942 | Tidak digelar | Perang Dunia II | - |
1946 | Tidak digelar | Perang Dunia II | - |
1950 | Uruguay | 2-1 | Brasil |
1954 | Jerman Barat | 3-2 | Hungaria |
1958 | Brasil | 5-2 | Swedia |
1962 | Brasil | 3-1 | Cekoslowakia |
1966 | Inggris | 4-2 (aet) | Jerman Barat |
1970 | Brasil | 4-1 | Italia |
1974 | Jerman Barat | 2-1 | Belanda |
1978 | Argentina | 3-1 (aet) | Belanda |
1982 | Italia | 3-1 | Jerman Barat |
1986 | Argentina | 3-2 | Jerman Barat |
1990 | Jerman Barat | 1-0 | Argentina |
1994 | Brasil | 0-0 (Pen. 3-2) | Italia |
1998 | Prancis | 3-0 | Brasil |
2002 | Brasil | 2-0 | Jerman |
2006 | Italia | 1-1 (Pen. 5-3) | Prancis |
2010 | Spanyol | 1-0 (aet) | Belanda |
2014 | Jerman | 1-0 (aet) | Argentina |
2018 | Prancis | 4-2 | Kroasia |
2022 | Argentina | 3-3 (Pen. 4-2) | Prancis |
Sumber data: Arsip resmi FIFA World Cup dan FIFA Historical Records.
Apa yang Bisa Dipelajari dari Daftar Juara Ini?
Jika diperhatikan, daftar juara Piala Dunia memperlihatkan pola yang cukup menarik. Trofi juara hampir selalu dikuasai negara-negara yang memiliki tradisi sepak bola kuat, sistem pembinaan pemain usia muda yang matang, serta kompetisi domestik yang kompetitif. Artinya, keberhasilan di Piala Dunia bukan sekadar hasil dari generasi emas yang muncul sesaat, melainkan buah dari investasi jangka panjang.
Ada fakta lain yang sering luput dari perhatian. Sejak turnamen pertama hingga 2022, gelar juara hanya dibagi antara negara-negara dari dua benua, yaitu Eropa dan Amerika Selatan. Belum ada wakil Asia, Afrika, Amerika Utara, maupun Oseania yang mampu mematahkan dominasi tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa pengalaman, kualitas kompetisi, dan kedalaman skuad masih menjadi pembeda utama di panggung sepak bola dunia.
Negara dengan Gelar Piala Dunia Terbanyak
Berikut klasemen negara berdasarkan jumlah gelar juara Piala Dunia hingga 2022.
Negara | Gelar | Runner-up |
|---|---|---|
Brasil | 5 | 2 |
Jerman | 4 | 4 |
Italia | 4 | 2 |
Argentina | 3 | 3 |
Prancis | 2 | 2 |
Uruguay | 2 | 0 |
Inggris | 1 | 0 |
Spanyol | 1 | 0 |
Brasil Masih Menjadi Standar Kesuksesan
Meski terakhir kali menjadi juara pada 2002, Brasil tetap menjadi negara paling sukses dalam sejarah Piala Dunia dengan koleksi lima trofi. Keunggulan Selecao bukan hanya dari jumlah gelar, tetapi juga konsistensi mereka tampil di level tertinggi selama puluhan tahun.
Brasil pernah mendominasi dunia pada era Pele, kemudian kembali berjaya bersama Romario, Bebeto, Ronaldo Nazario, Rivaldo, hingga Ronaldinho. Keberhasilan melahirkan pemain kelas dunia secara berkelanjutan menjadi alasan mengapa Brasil selalu dianggap kandidat juara di setiap edisi Piala Dunia.
Menariknya, banyak penggemar muda belum pernah menyaksikan Brasil mengangkat trofi Piala Dunia secara langsung karena gelar terakhir mereka diraih lebih dari dua dekade lalu. Hal ini menunjukkan bahwa reputasi besar tidak selalu menjamin keberhasilan di era modern yang semakin kompetitif.
Jerman, Simbol Konsistensi
Jika Brasil identik dengan permainan atraktif, Jerman dikenal sebagai simbol konsistensi. Dengan empat gelar dan empat kali menjadi runner-up, Der Panzer menjadi negara yang paling sering tampil di partai final.
Keberhasilan Jerman tidak bergantung pada satu generasi pemain tertentu. Setelah era Franz Beckenbauer berakhir, mereka mampu membangun kembali kekuatan melalui akademi sepak bola yang menghasilkan pemain-pemain seperti Philipp Lahm, Thomas Müller, Manuel Neuer, hingga Toni Kroos.
Kemenangan pada Piala Dunia 2014 menjadi bukti bahwa pembinaan jangka panjang mampu menghasilkan prestasi berkelanjutan. Bahkan, kemenangan telak 7-1 atas Brasil di semifinal menjadi salah satu pertandingan paling bersejarah dalam sejarah turnamen.
Italia Tetap Masuk Kelompok Elite
Italia memang mengalami penurunan performa dalam beberapa tahun terakhir, termasuk gagal lolos ke Piala Dunia 2018 dan 2022. Namun sejarah membuktikan bahwa Azzurri merupakan salah satu kekuatan terbesar sepak bola dunia.
Empat gelar yang diraih pada 1934, 1938, 1982, dan 2006 menunjukkan kemampuan Italia beradaptasi dengan perubahan zaman. Filosofi bertahan yang disiplin, organisasi permainan yang rapi, serta mental kuat di pertandingan besar menjadi identitas yang melekat pada tim ini.
Ironisnya, negara dengan empat gelar tersebut kini justru menghadapi tantangan besar untuk kembali menjadi kekuatan utama dunia. Hal ini menjadi pengingat bahwa kejayaan sepak bola tidak bersifat permanen.
Bagaimana Dominasi Juara Piala Dunia Berubah dari Masa ke Masa?
Melihat daftar juara saja belum cukup untuk memahami sejarah Piala Dunia. Jika data tersebut dianalisis lebih dalam, terlihat bahwa dominasi sepak bola dunia selalu bergerak dalam siklus. Tidak ada negara yang mampu menguasai turnamen ini selamanya.
Era Awal: Uruguay dan Italia Membuka Jalan (1930–1938)
Pada dua dekade pertama, Uruguay dan Italia menjadi pionir sepak bola internasional. Uruguay mencatat sejarah sebagai juara pertama dunia, sedangkan Italia menjadi negara pertama yang mampu mempertahankan gelar secara beruntun pada 1934 dan 1938.
Keberhasilan kedua negara ini mencerminkan kondisi sepak bola saat itu, ketika kompetisi internasional masih terbatas dan kekuatan sepak bola belum tersebar merata.
Era Keemasan Brasil Mengubah Wajah Sepak Bola (1958–1970)
Memasuki akhir 1950-an, Brasil memperkenalkan gaya bermain yang lebih kreatif, cepat, dan menghibur. Bersama Pele serta sejumlah pemain legendaris lainnya, Selecao berhasil meraih tiga gelar dalam empat edisi Piala Dunia.
Dominasi ini bukan hanya menghasilkan trofi, tetapi juga mengubah cara dunia memandang sepak bola. Teknik individu, kreativitas, dan permainan menyerang mulai menjadi standar baru yang menginspirasi banyak negara.
Eropa Mulai Mengimbangi Amerika Selatan
Sejak 1974, negara-negara Eropa semakin mampu menandingi dominasi Amerika Selatan. Jerman, Italia, Prancis, hingga Spanyol bergantian mengangkat trofi berkat perkembangan kompetisi domestik, ilmu kepelatihan, dan pembinaan pemain muda yang semakin modern.
Meski demikian, Amerika Selatan tetap mampu memberikan perlawanan melalui Argentina yang kembali menjadi juara pada 1978, 1986, dan terakhir pada 2022.
Dominasi Tidak Pernah Abadi
Salah satu pelajaran terbesar dari sejarah Piala Dunia adalah tidak ada dinasti yang bertahan selamanya. Brasil yang dulu mendominasi kini menunggu lebih dari 20 tahun untuk kembali menjadi juara. Italia bahkan sempat absen dalam dua edisi berturut-turut, sementara Argentina berhasil bangkit setelah melakukan regenerasi yang matang.
Fakta ini menunjukkan bahwa keberhasilan di Piala Dunia bukan hanya soal memiliki pemain bintang. Negara yang mampu menjaga kualitas pembinaan, memperbarui strategi, dan beradaptasi dengan perkembangan sepak bola modern memiliki peluang lebih besar untuk kembali berdiri di podium tertinggi.
Mengapa Hanya Sedikit Negara yang Pernah Menjadi Juara Piala Dunia?
Sekilas, Piala Dunia terlihat seperti turnamen yang memberi peluang sama kepada semua peserta. Namun, jika melihat sejarah sejak 1930, kenyataannya hanya delapan negara yang pernah mengangkat trofi juara. Fakta ini menunjukkan bahwa menjadi kampiun dunia membutuhkan lebih dari sekadar memiliki pemain berbakat.
Ada beberapa faktor utama yang membuat sebuah negara mampu bertahan di level tertinggi selama puluhan tahun.
1. Pembinaan pemain usia muda yang berkelanjutan
Semua negara juara memiliki sistem pembinaan yang tidak bergantung pada satu generasi emas. Brasil, Jerman, Italia, Argentina, hingga Prancis terus menghasilkan pemain berkualitas dari akademi maupun kompetisi kelompok umur.
Regenerasi inilah yang membuat mereka tetap kompetitif meski para pemain legendaris telah pensiun. Sebaliknya, negara yang gagal membangun sistem pembinaan sering kali hanya menikmati prestasi sesaat.
2. Kompetisi domestik yang kompetitif
Mayoritas juara Piala Dunia berasal dari negara dengan liga yang kuat.
Liga domestik yang sehat memberikan kesempatan kepada pemain muda untuk berkembang, meningkatkan kualitas pelatih, serta menciptakan atmosfer persaingan yang tinggi sebelum pemain tampil di level internasional.
Bukan kebetulan jika Brasil, Jerman, Italia, Prancis, Spanyol, dan Argentina memiliki kompetisi sepak bola yang menjadi rujukan dunia.
3. Pengalaman menghadapi pertandingan besar
Babak gugur Piala Dunia sering kali ditentukan oleh detail kecil.
Negara-negara yang sudah terbiasa bermain di semifinal maupun final memiliki pengalaman mengelola tekanan, sesuatu yang sulit diperoleh hanya melalui pertandingan persahabatan atau babak kualifikasi.
Hal inilah yang menjelaskan mengapa negara-negara besar tetap mampu melaju jauh meskipun tidak selalu tampil dominan pada fase grup.
4. Adaptasi terhadap perkembangan sepak bola
Sepak bola terus berubah.
Pendekatan taktik pada era 1970-an tentu berbeda dengan permainan modern yang mengandalkan intensitas tinggi, analisis data, dan fleksibilitas formasi.
Negara yang mampu mengikuti perubahan tersebut cenderung bertahan lebih lama di papan atas. Prancis dan Argentina menjadi contoh bagaimana perpaduan talenta individu dengan pendekatan taktik modern mampu menghasilkan gelar juara.
Ilustrasi Sederhana
Bayangkan dua negara memiliki sebelas pemain berbakat.
Negara pertama hanya mengandalkan generasi emas tanpa regenerasi. Negara kedua memiliki akademi pemain, kompetisi yang sehat, pelatih berkualitas, dan program pembinaan jangka panjang.
Dalam satu turnamen, keduanya mungkin sama-sama tampil baik. Namun dalam rentang 30 hingga 50 tahun, negara kedua memiliki peluang jauh lebih besar untuk terus bersaing memperebutkan gelar.
Inilah pola yang berulang dalam sejarah Piala Dunia.
Fakta Menarik dari Sejarah Juara Piala Dunia
Selain menghasilkan banyak pertandingan legendaris, sejarah Piala Dunia juga menyimpan sejumlah fakta menarik yang memperlihatkan betapa sulitnya menjadi juara dunia.
Brasil menjadi satu-satunya negara dengan lima gelar
Hingga Piala Dunia 2022, Brasil masih memegang rekor sebagai negara dengan koleksi trofi terbanyak.
Keberhasilan tersebut diraih pada 1958, 1962, 1970, 1994, dan 2002.
Menariknya, seluruh gelar tersebut diraih oleh generasi pemain yang berbeda. Hal ini memperlihatkan bahwa kekuatan Brasil bukan hanya lahir dari individu hebat, tetapi juga dari budaya sepak bola yang mengakar.
Italia menjadi negara pertama yang mempertahankan gelar
Italia mencatat sejarah dengan menjadi juara berturut-turut pada 1934 dan 1938.
Prestasi tersebut baru bisa disamai Brasil yang memenangkan Piala Dunia 1958 dan 1962.
Sejak saat itu, belum ada lagi negara yang mampu mempertahankan gelar juara dunia secara beruntun.
Fakta ini menunjukkan bahwa mempertahankan trofi jauh lebih sulit dibandingkan merebutnya untuk pertama kali.
Belanda: Raja Tanpa Mahkota
Jika berbicara tentang negara terbaik yang belum pernah menjadi juara dunia, nama Belanda hampir selalu berada di urutan pertama.
Belanda mencapai final pada 1974, 1978, dan 2010, tetapi selalu gagal mengangkat trofi.
Meski demikian, kontribusi Belanda terhadap perkembangan sepak bola dunia sangat besar melalui filosofi Total Football yang kemudian menginspirasi banyak klub dan tim nasional.
Ini menjadi bukti bahwa pengaruh dalam sepak bola tidak selalu diukur dari jumlah trofi.
Baca Juga: Cristiano Ronaldo: Ini Akan Menjadi Piala Dunia Terakhir Saya
Baca Juga: Kolombia Susul Brasil dan Argentina, Ini Daftar Lengkap 16 Besar Piala Dunia 2026
Argentina dan Prancis menghadirkan salah satu final terbaik sepanjang sejarah
Final Piala Dunia 2022 dianggap banyak pengamat sebagai salah satu laga terbaik sepanjang sejarah turnamen.
Argentina sempat unggul dua gol sebelum Kylian Mbappe membalikkan keadaan dengan mencetak hattrick.
Lionel Messi akhirnya membawa Argentina menjadi juara melalui adu penalti setelah pertandingan berakhir 3-3.
Laga tersebut menunjukkan bahwa final Piala Dunia bukan hanya soal kualitas teknis, tetapi juga mental, daya tahan, dan kemampuan bangkit dalam tekanan.
Dominasi masih dimiliki dua benua
Meski sepak bola berkembang di seluruh dunia, hingga kini trofi Piala Dunia hanya dimenangkan oleh negara dari Amerika Selatan dan Eropa.
Afrika beberapa kali mencapai perempat final dan semifinal, sedangkan Asia mulai menunjukkan perkembangan melalui Jepang, Korea Selatan, dan Maroko (wakil Afrika) yang mampu menembus babak-babak akhir dalam beberapa edisi terakhir.
Namun, untuk menjadi juara, mereka masih harus mengejar kualitas serta kedalaman skuad negara-negara elite.
Apa Makna Dominasi Piala Dunia bagi Perkembangan Sepak Bola Dunia?
Daftar juara Piala Dunia tidak hanya menunjukkan siapa yang menang. Data tersebut juga mencerminkan bagaimana sepak bola berkembang di berbagai negara.
Keberhasilan sebuah tim nasional biasanya berbanding lurus dengan investasi yang dilakukan federasi sepak bola selama bertahun-tahun.
Negara yang rutin melahirkan pemain berkualitas umumnya memiliki ekosistem yang mendukung, mulai dari kompetisi usia muda, fasilitas latihan, kualitas pelatih, hingga tata kelola organisasi yang baik.
Sebaliknya, negara yang hanya mengandalkan talenta alami sering mengalami kesulitan mempertahankan prestasi dalam jangka panjang.
Dampak terhadap ekonomi olahraga
Kesuksesan di Piala Dunia juga memberikan dampak ekonomi yang besar.
Prestasi tim nasional mampu meningkatkan nilai komersial pemain, menarik sponsor baru, meningkatkan penjualan merchandise, hingga memperkuat citra sepak bola suatu negara di mata dunia.
Tidak sedikit akademi sepak bola mengalami lonjakan jumlah peserta setelah tim nasional mereka tampil baik di Piala Dunia.
Inspirasi bagi generasi berikutnya
Efek lain yang sering tidak terlihat adalah munculnya generasi baru pemain.
Keberhasilan Brasil pada era Pele menginspirasi Ronaldo dan Ronaldinho.
Kesuksesan Argentina bersama Diego Maradona menjadi motivasi bagi Lionel Messi.
Kini, kemenangan Argentina pada 2022 berpotensi melahirkan generasi baru pesepak bola yang tumbuh dengan mimpi mengulang pencapaian tersebut.
Artinya, satu trofi Piala Dunia sering kali membawa dampak yang jauh melampaui pertandingan final itu sendiri.
Trofi Tidak Pernah Datang Secara Kebetulan
Jika seluruh daftar juara Piala Dunia disusun dalam satu garis waktu, muncul satu pola yang sangat jelas.
Negara yang berhasil menjadi juara hampir selalu memiliki fondasi sepak bola yang kuat jauh sebelum turnamen dimulai.
Tidak ada negara yang tiba-tiba menjadi juara hanya karena memiliki satu atau dua pemain bintang.
Brasil membangun budaya sepak bola selama puluhan tahun.
Jerman melakukan revolusi akademi setelah gagal di Euro 2000.
Prancis menikmati hasil investasi pembinaan pemain sejak akhir 1980-an.
Argentina akhirnya kembali menjadi juara setelah berhasil melakukan regenerasi pasca-era Lionel Messi muda.
Sebaliknya, beberapa negara yang pernah berjaya justru mengalami kemunduran karena gagal menjaga kesinambungan sistem pembinaan.
Inilah pelajaran terbesar dari sejarah Piala Dunia.
Trofi bukanlah titik awal kesuksesan.
Trofi merupakan hasil akhir dari proses panjang yang dimulai bertahun-tahun sebelumnya.
Penutup
Melihat daftar juara Piala Dunia dari tahun ke tahun memberikan gambaran bahwa sejarah sepak bola dunia selalu bergerak dinamis. Ada negara yang mendominasi selama beberapa dekade, ada pula yang harus menunggu puluhan tahun untuk kembali meraih kejayaan.
Brasil masih menjadi negara tersukses dengan lima gelar, tetapi Argentina semakin mendekat setelah menjuarai Piala Dunia 2022. Sementara itu, Jerman dan Italia tetap menjadi tolok ukur konsistensi meski menghadapi tantangan besar di era sepak bola modern.
Lebih dari sekadar daftar pemenang, sejarah Piala Dunia mengajarkan bahwa prestasi lahir dari visi jangka panjang, pembinaan yang berkesinambungan, serta kemampuan beradaptasi terhadap perubahan zaman. Karena itulah, setiap edisi Piala Dunia selalu menghadirkan peluang bagi lahirnya kisah baru yang akan memperkaya sejarah sepak bola dunia.
Pantau terus perkembangan Piala Dunia dan sejarah sepak bola internasional untuk mengetahui apakah dominasi Brasil akan bertahan, atau justru lahir juara baru yang mengubah peta kekuatan dunia pada edisi-edisi mendatang.
Baca Juga: Cara Cek Bagan 8 Besar Piala Dunia 2026 Lengkap dengan Jadwal Pertandingan
Baca Juga: Piala Dunia 2026: Brasil Tersingkir, Akhir Bagi Neymar Awal Bagi Carlo Ancelotti
FAQ
Siapa negara yang paling banyak juara Piala Dunia?
Brasil masih menjadi negara dengan gelar Piala Dunia terbanyak hingga edisi 2022. Tim berjuluk Selecao itu telah mengoleksi lima trofi yang diraih pada 1958, 1962, 1970, 1994, dan 2002. Keberhasilan tersebut menjadikan Brasil sebagai satu-satunya negara yang mampu meraih lima gelar juara dunia, sekaligus menjadi tolok ukur kesuksesan dalam sejarah sepak bola internasional.
Argentina sudah berapa kali juara Piala Dunia?
Argentina telah menjuarai Piala Dunia sebanyak tiga kali, yakni pada 1978, 1986, dan 2022. Gelar pertama diraih saat menjadi tuan rumah, gelar kedua dipimpin oleh Diego Maradona, sedangkan trofi ketiga berhasil diraih melalui kepemimpinan Lionel Messi setelah mengalahkan Prancis lewat adu penalti di final Piala Dunia 2022.
Brasil terakhir kali juara Piala Dunia kapan?
Brasil terakhir kali menjadi juara Piala Dunia pada edisi 2002 yang berlangsung di Korea Selatan dan Jepang. Pada laga final, Brasil mengalahkan Jerman dengan skor 2-0 berkat dua gol Ronaldo Nazario. Hingga kini, gelar tersebut masih menjadi trofi Piala Dunia terakhir yang diraih Selecao.
Negara mana yang paling sering menjadi runner-up Piala Dunia?
Jerman menjadi negara yang paling sering finis sebagai runner-up Piala Dunia. Hingga edisi 2022, Jerman telah empat kali kalah di partai final. Selain itu, Argentina juga beberapa kali menjadi runner-up, sehingga kedua negara dikenal sebagai tim yang paling konsisten mencapai laga puncak sepanjang sejarah turnamen.
Mengapa Belanda belum pernah menjadi juara Piala Dunia?
Belanda merupakan salah satu negara dengan sejarah sepak bola yang kuat, tetapi belum pernah menjuarai Piala Dunia. Tim Oranye telah tiga kali mencapai final, yaitu pada 1974, 1978, dan 2010, namun selalu kalah. Meski belum memiliki trofi, Belanda dikenal sebagai pelopor filosofi Total Football yang memberikan pengaruh besar terhadap perkembangan taktik sepak bola modern.
Siapa juara Piala Dunia pertama dalam sejarah?
Uruguay menjadi juara Piala Dunia pertama setelah memenangkan edisi perdana pada tahun 1930. Turnamen tersebut digelar di Uruguay dan mempertemukan tuan rumah dengan Argentina pada laga final. Uruguay keluar sebagai pemenang dengan skor 4-2 sekaligus mencatatkan namanya sebagai kampiun pertama dalam sejarah Piala Dunia FIFA.
Berapa negara yang pernah menjadi juara Piala Dunia?
Hingga Piala Dunia 2022, baru ada delapan negara yang pernah mengangkat trofi juara, yaitu Brasil, Jerman, Italia, Argentina, Prancis, Uruguay, Inggris, dan Spanyol. Fakta ini menunjukkan bahwa menjadi juara dunia sangat sulit karena membutuhkan kombinasi kualitas pemain, sistem pembinaan yang kuat, pengalaman di turnamen besar, serta konsistensi selama bertahun-tahun.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Drone Buatan Inggris Dipakai Ukraina, Rusia Mengancam: Semakin Terlibat, Semakin Tinggi Harga yang Harus Dibayar!
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 9Prabowo dan Jokowi Kompak di Peringatan HUT RI, Gerindra: Hal yang Wajar
- 10Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk





