Akurat
Pemprov Sumsel

Gagal ke Piala Dunia Tiga Kali Beruntun, Ada Apa dengan Italia?

Hervin Saputra | 1 April 2026, 17:22 WIB
Gagal ke Piala Dunia Tiga Kali Beruntun, Ada Apa dengan Italia?
Wasit asal Prancis, Clement Turpin, saat memberikan kartu merah untuk pemain Timnas Italia, Alessandro Bastoni, dalam laga final play-off Piala Dunia 2026 antara Italia dan Bosnia-Herzegovina di Zenica, Selasa (31/3/2026). X/TityKayishema

AKURAT.CO, “Anak-anak Italia bakal melihat satu Piala Dunia lagi tanpa Italia,” kata Leonardo Spinazzola.

Leonardo Spinazzola, winger Tim Nasional Italia tersebut, mengucapkan kalimat di atas dengan menitikkan air mata. Ia dan timnya gagal memastikan satu tempat di Piala Dunia 2026.

Kegagalan terjadi secara dramatis setelah Italia kalah adu penalti melawan Bosnia-Herzegovina pada final play-off Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zenica, Bosnia-Herzegovina, Selasa (31/3/2026).

Italia sejatinya unggul lebih dulu melalui Moise Kean di menit ke-15. Situasi menjadi sulit setelah Alessandro Bastoni dikartumerah di menit ke-41 dan tuan rumah membalas lewat Haris Tabakovic di menit ke-79.

Skor 1-1 waktu reguler yang dilanjutkan ke perpanjangan waktu tak mengalami perubahan. Di adu penalti, Azzuri kalah 1-4 dengan hanya Sandro Tonali yang bisa mencetak gol sementara empat penendang Bosnia sukses.

“Sulit untuk ditelan,” kata Pelatih Timnas Italia, Gennaro Gattuso, usai laga sebagaimana dipetik dari The Guardian.

Sulit, sebagaimana disebut Gattuso, karena ini adalah kegagalan ketiga beruntun bagi Italia lolos ke Piala Dunia setelah edisi 2018 di Rusia dan Qatar 2022. Sulit, karena Italia adalah negara raksasa dengan empat gelar Piala Dunia.

Apa yang Sebenarnya Terjadi dengan Italia?

BBC menulis bahwa masa surut yang terlalu panjang bagi negara sekelas Italia bisa dilacak sejak kesuksesan mereka meraih Piala Dunia 2006. Di Berlin, Jerman, kala itu, Italia mengalahkan Prancis melalui adu penalti di final dengan skor 5-3.

Banyak pihak menyebut bahwa skuad juara Piala Dunia 2006 adalah skuad terbaik dalam sejarah Italia. Di masa itu ada nama seperti Gianluigi Buffon, Fransesco Totti, Andrea Pirlo, bahkan Gennaro Gattuso sendiri.

Ekspresi Pelatih Timnas Italia setelah timnya dikalahkan oleh Bosnia-Herzegovina di final play-off Piala Dunia 2026 di Zenica, Bosnia-Herzegovina, Selasa (31/3/2026). X/Vicish01.

Pemain-pemain ini bisa dikatakan adalah produk akademi klub-klub Italia semasa kompetisi negara tersebut belum kebanjiran pemain asing pasca Aturan Bosman (Bosman Ruling) pada 1995.

Atau lebih tepatnya generasi Italia yang menjuarai Piala Eropa U-21 tiga kali beruntun dalam rentang 1992-1996. Cesare Maldini adalah pelatih Timnas Italia muda kala itu.

Aturan Bosman sendiri melarang regulasi pembatasan pemain asing yang masuk ke kompetisi Italia yang diterapkan otoritas setempat. Akibatnya, kian sulit bagi pemain muda Italia mendapatkan tempat utama di klub-klub negara mereka sendiri.

“Akademi-akademi di Italia tidak memproduksi cukup pemain, atau pemain yang cocok untuk bermain di tim utama mereka. Cara mereka membelanjakan uang bukan yang pernah kita lihat di klub-klub Italia,” kata ahli sepakbola Eropa, Julien Laurens.

Perlu diingat juga bahwa tahun 2006 adalah mencuatnya skandal pengaturan pertandingan yang dikenal dengan istilah Calciopoli dengan sanksi di antaranya menurunkan Juventus ke Serie B.

Tim Nasional Italia saat merayakan gelar juara Piala Dunia 2006 di Berlin, Jerman. X/alimo_philip.

Penyerang Timnas Italia juara Piala Dunia 2006 yang bertahan bersama Juventus ketika klubnya turun ke Serie B, Alessandro Del Piero, menyoroti masalah finansial sepakbola negaranya sebagai salah satu penyebab kegagalan ke Piala Dunia tahun ini.

Tak ada satu pun klub Italia yang masuk dalam sepuluh besar klub dengan pemasukan terbanyak dunia saat ini. Banyak klub-klub di Italia yang gagal memodernisasi stadionnya yang berdampak terhadap pemasukan.

“Masalah? Stadion. Kita tahu bahwa Anda harus bermain lebih baik di lapangan (untuk meningkatkan permainan). Juga sistem junior,” kata Alessandro Del Piero.

Dalam skala yang lebih luas, kegagalan ke Piala Dunia 2026 juga bisa dibilang sebagai titik nadir kejatuhan sepakbola Italia karena di level elite Eropa saat ini tim-tim mereka juga melempem.

Tak satu pun klub Italia yang memastikan diri lolos ke perempat final Liga Champions musim ini. Juga menandai 16 tahun absennya tim-tim Italia dari daftar juara Liga Champions sejak Inter Milannya Jose Mourinho pada musim 2009-2010.

Hasil Lengkap Final Play-off Piala Dunia 2026

UEFA

Bosnia-Herzegovina 1(4)-1(1) Italia
Swedia 3-2 Polandia
Kosovo 0-1 Turki
Republik Ceko 2(3)-2)1) Denmark

Antar-Konfederasi

Kongo 1-0 Jamaika
Irak 2-1 Bolivia

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.