FIFA Resmi Berlakukan Aturan Baru di Piala Dunia: Menutup Mulut Saat Bertengkar Langsung Kartu Merah

AKURAT.CO Badan sepak bola dunia, FIFA, mengumumkan aturan baru yang berpotensi mengubah perilaku pemain di lapangan pada Piala Dunia tahun ini. Pemain yang menutup mulut saat terlibat konfrontasi dengan lawan kini terancam kartu merah, sebagai bagian dari upaya memberantas rasisme dalam sepak bola.
Keputusan ini disahkan usai rapat International Football Association Board (IFAB) di Vancouver, Selasa waktu setempat. FIFA menyebut aturan tersebut sebagai salah satu dari dua perubahan hukum permainan yang akan diterapkan di turnamen akbar tersebut.
“Atas kebijakan penyelenggara kompetisi, setiap pemain yang menutup mulut dalam situasi konfrontatif dengan lawan dapat dikenai sanksi kartu merah,” demikian pernyataan resmi FIFA.
Aturan ini muncul setelah insiden di Liga Champions yang melibatkan pemain Benfica, Gianluca Prestianni, yang diduga melontarkan ujaran rasial kepada bintang Real Madrid, Vinicius Junior. Saat itu, Prestianni menutupi mulutnya dengan jersey untuk menyembunyikan ucapannya.
Vinicius terlihat sangat emosional usai kejadian tersebut. Sementara itu, Prestianni dijatuhi sanksi larangan bermain selama enam pertandingan oleh UEFA.
“Kalau Tidak Ada yang Disembunyikan, Jangan Tutup Mulut”
Menutup mulut sebenarnya sudah lama menjadi kebiasaan di sepak bola, terutama saat pemain berbicara dengan rekan setim agar strategi tidak terbaca lawan atau pembaca gerak bibir.
Namun, FIFA kini menilai praktik tersebut juga bisa digunakan untuk menyembunyikan ucapan tidak pantas, termasuk rasisme.
Presiden FIFA, Gianni Infantino, sebelumnya telah menyuarakan dukungannya terhadap aturan ini.
“Jika seorang pemain menutup mulutnya dan mengatakan sesuatu yang berujung pada tindakan rasis, maka dia harus dikeluarkan, jelas,” kata Infantino.
Ia menambahkan, “Harus ada anggapan bahwa dia mengatakan sesuatu yang tidak seharusnya, karena kalau tidak, dia tidak perlu menutup mulutnya. Jika tidak ada yang disembunyikan, jangan tutup mulut saat berbicara. Sesederhana itu.”
Protes ke Wasit Juga Bisa Berujung Kartu Merah
Selain aturan soal menutup mulut, FIFA juga memperkenalkan regulasi baru terkait protes terhadap wasit. Pemain yang meninggalkan lapangan sebagai bentuk protes kini juga berisiko langsung diganjar kartu merah.
“Atas kebijakan penyelenggara kompetisi, wasit dapat memberikan kartu merah kepada pemain yang meninggalkan lapangan sebagai bentuk protes atas keputusan wasit,” ujar FIFA.
Aturan ini juga berlaku bagi ofisial tim yang mendorong pemain untuk meninggalkan lapangan.
FIFA menegaskan bahwa tim yang menyebabkan pertandingan dihentikan akan dinyatakan kalah.
Perubahan ini terinspirasi dari insiden final Piala Afrika pada Januari lalu, ketika pemain Senegal melakukan aksi walk out sebagai protes terhadap penalti untuk Maroko di masa perpanjangan waktu.
IFAB memastikan seluruh 48 tim peserta akan segera mendapatkan sosialisasi aturan baru ini dalam beberapa pekan ke depan.
Piala Dunia sendiri dijadwalkan mulai 11 Juni, dengan laga pembuka mempertemukan Meksiko melawan Afrika Selatan di Mexico City.
Sumber: TRT World
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 8Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








