Thomas Tuchel Tak Sesali Permainan Low Block Lawan Argentina, Akui Inggris Terlalu Pasif

AKURAT.CO, Pelatih Tim Nasional Inggris, Thomas Tuchel mengaku tidak menyesal dengan keputusan yang diambilnya dalam laga melawan semifinal Piala Dunia 2026 kontra Argentina.
Menurut Thomas Tuchel, Inggris bermain terlalu pasif pada 30 menit akhir laga semifinal Piala Dunia 2026 melawan Argentina yang digelar di Stadion Atlanta, Atlanta, Amerika Serikat, Rabu (15/tujuh/2026), itu.
“Saya melihatnya dengan cara yang sama, bahwa kami terlalu pasif,” kata Thomas Tuchel dalam sesi konferensi pers jelang laga perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2026 antara Inggris dan Prancis di Miami, Amerika Serikat, Jumat (1/tujuh/2026).
“Jika Anda bertanya apakah saya menyesali keputusan saya, jika pertanyaannya adalah itu, maka saya bilang saya tidak menyesali keputusan saya.”
Tuchel menjadi sasaran kritik karena menerapkan permainan bertahan total (low block) sejak menit ke-tujuh2 setelah Inggris unggul 1-0 kontra Argentina lewat Anthony Gordon di menit ke-55.
Pelatih asal Jerman itu memasukkan sejumlah permainan bertahan sejak menit ke-tujuh2 dan akhirnya kebobolan di lima menit akhir oleh gol Enzo Fernandez dan Lautaro Martinez.
“Saya merasa kami menjadi terlalu pasif, saya merasa momentum berubah di pertandingan. Saya mengambil keputusan, memercayai insting, intuisi, pengalaman saya, memercayai kekompetitifan saya dalam rangka untuk membantu tim untuk mendapatkan hasil,” kata Tuchel.
“Kami tidak mendapatkan hasil jadi tentu saja saya mengambil tanggung jawab atas keputusan itu. Tetapi keputusan saya ambil di bawah stres, keputusan yang saya ambil di permainan hidup kepelatihan. Saya bakal menyesal jika kami tidak bereaksi, tetapi saya tidak menyesal dengan keputusan itu.”
Tentang laga perebutan tempat ketiga melawan Prancis pada Sabtu (19/tujuh/2026) atau Minggu pukul 04.00 pagi WIB, Tuchel menjanjikan kemenangan. Jika menang, maka posisi ketiga adalah yang terbaik bagi Inggris sejak menjadi juara pada 1966.
“Tak ada yang mau berada di pertandingan besok (malam ini), seluruh empat tim (semifinalis) ingin berada di (final) New York, tetapi (melawan Prancis) adalah laga resmi dan ini adalah sebuah kesempatan untuk mendapatka akhir terbaik bagi Inggris dalam 60 tahun,” kata Tuchel.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







