Bisakah Kita Menyebut Kemenangan Spanyol Atas Argentina Juga Kemenangan Palestina Atas Israel?

AKURAT.CO, Kini Piala Dunia 2026 sudah selesai dan Spanyol menjadi juara dengan mengalahkan Argentina 1-0 di partai final. Sejalan dengan itu, suara-suara yang “melampaui sepakbola” sehubungan duel dua negara tersebut mulai bermunculan.
Suara-suara tersebut membicarakan simbol yang mewakili kedua negara dalam isu geopolitik paling krusial beberapa tahun terakhir: Israel-Palestina. Bahwa kemenangan Spanyol atas Argentina juga pukulan telak Palestina terhadap Israel.
Tak lain karena Spanyol adalah negara Eropa yang paling vokal menentang genosida Israel terhadap warga Palestina pasca insiden 7 Oktober 2023. Sebaliknya, Argentina dianggap sebagai negara Amerika Selatan yang “paling Israel”.
Pertanyaannya, seberapa jauh batas bisa ditarik antara sepakbola dan anggapan duel Spanyol vs Argentina pada final Piala Dunia di New Jersey, Amerika Serikat, itu merupakan proxy konflik Israel-Palestina?
Sejumlah orang cukup emosional soal ini. Penyanyi legendaris Amerika Serikat yang sejak lama dikenal menentang penjajahan Israel atas Palestina, Patti Smith, merayakan kemenangan Spanyol atas Argentina dengan memuat foto Lamine Yamal memegang kafiyeh di akun Instagramnya.
Foto itu adalah suntingan AI dari foto selebrasi Lamine Yamal pasca Spanyol menjuarai Piala Dunia 2026. Juga Patti Smith memuat foto suntingan AI Yamal dengan bendera Palestina.
Yamal sendiri sudah menunjukkan “keberaniannya” dalam isu Palestina dengan membawa bendera negara tersebut di atas bus perayaan gelar juara La Liga Spanyol bersama Barcelona di Barcelona, Mei silam.
Lamine Yamal mengibarkan bendera Palestina dalam perayaan gelar juara La Liga Spanyol Barcelona di Barcelona, Spanyol, Mei 2026. X.
Di posisi seberang, sejumlah pejabat Israel, termasuk Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir, secara terbuka menyatakan dukungannya terhadap Argentina di Piala Dunia 2026.
Pun demikian, ini tampaknya berpangkal pada posisi politik Presiden Argentina saat ini, Javier Milei, yang menyatakan dirinya sebagai “seorang zionis yang bangga menjadi zionis”.
Dan pada saat yang sama, sikap tersebut membuat Javier Milei dimaknai sebagai pendukung genosida yang dilakukan Israel terhadap warga Palestina.
“Saya tidak menyembunyikan bahwa saya adalah pendukung Argentina, dan saya yakin sebagian besar warga Israel juga,” kata Netanyahu dipetik dari Arab Progress.
“Presiden Milei telah merevolusi hubungan Isrel dengan Argentina, dan kami tidak punya teman lebih baik dan lebih besar ketimbang mereka.”
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, bersama Duta Besar Argentina untuk Israel, Rabbi Shimon Axel Wahnishdi Tel Aviv dengan jersey Tim Nasional Argentina menjelang duel final Piala Dunia 2026, Juli 2026. X/IsraeliPM.
Aktor Hollywood asal Spanyol, Javier Bardem, mengakui bahwa pemimpin Israel telah menggunakan Argentina sebagai perwakilan mereka di Piala Dunia 2026.
Namun, aktor yang pernah syuting di Bali untuk film Eat, Pray, and Love yang rilis pada 2010 tersebut mengatakan bahwa sikap itu tidak adil untuk warga Argentina sendiri.
Bardem menyebut Milei tidak bisa dikatakan mewakili warga Argentina secara keseluruhan. Hanya saja, katanya, sulit untuk menghindari bahwa duel Spanyol vs Argentina tidak terkait dengan konflik Israel-Palestina.
“Ketika seorang presiden (Javier Milei) secara terbuka benar-benar mendukung seorang penjahat perang seperti Netanyahu, maka Anda benar-benar ingin mendukung tim lain,” kata Javier Bardem dalam wawancara dengan Zeteo.
“Memiliki presiden seperti Milei mendukung (Israel) dan bangga dan juga Ben-Gvir bangga menunjuk Argentina sebagai perwakilan diri mereka, itu tidak adil, saya bisa bilang, tidak adil bagi Argentina.
“Itu membawa beban lebih pada pertandingan dan saya tidak berpikir ini berhubungan dengan pertandingan. Tetapi tentu saja, itu ada di ambiens.”
Messi tak Seperti Maradona dalam Isu Palestina
Salah satu hal yang juga disorot dalam wacana proxy Israel-Palestina pada laga Spanyol vs Argentina di partai puncak Piala Dunia 2026 ini adalah perbandingan antara Lionel Messi dan Diego Maradona dalam isu tersebut.
Sejumlah pihak mempersoalkan posisi Messi yang tidak pernah bicara soal politik dibandingkan dengan seniornya Diego Maradona. Terutama dalam isu Palestina di mana Maradona secara terbuka mendukung negara tersebut.
Salah satu yang paling dikenang dari Maradona dalam isu ini adalah pertemuannya dengan Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, pada 2018. Berpelukan dengan Abbas ketika itu, Maradona menyebut bahwa “hati saya adalah orang Palestina”.
Legenda sepakbola Argentina, Diego Maradona, saat bertemu Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, pada 2018. JEWISH NEWS.
Sementara Messi justru dilihat sebaliknya. Sikap diamnya terhadap politik dimaknai bahwa pemain ini boleh jadi lebih berpihak pada Israel sejalan dengan dokumen persentuhan La Pulga dengan negara tersebut.
Salah satu dokumen yang menjadi perhatian banyak pihak dalam konteks ini adalah foto Messi saat mengunjungi Tembok Ratapan di Yerusalem yang merupakan monumen ziarah masyarakat Yahudi pada 2013.
Ketika itu Messi mengunjungi Israel bersama Barcelona dalam program amal pada Agustus 2013. Namun, dalam kunjungan dua hari bertajuk “Tur Perdamaian” itu Messi juga menemui Mahmoud Abbas di Palestina.
Lionel Messi saat mengunjungi Tembok Ratapan di Jerusalem dalam tur dua hari Barcelona pada 2013. THE TIMES OF ISRAEL.
Menjelang Piala Dunia 2018, Argentina membatalkan laga persahabatan melawan Israel di Yerusalem karena desakan Palestina. Ketika itu, Asosiasi Sepakbola Palestina berterimakasih pada Messi.
"FA Palestina berterima kasih kepada para pemain Argentina yang dipimpin oleh bintang, Messi, setelah menolak bermain untuk sesuatu yang memiliki tujuan bukan tentang olahraga," tulis Federasi Sepakbola Palestina ketika itu.
Namun, tampaknya perbedaan Maradona dan Messi tersebut lebih kepada karakter natural masing-masing. Maradona yang merupakan figur extrovert menunjukkan pergaulan luasnya dengan tokoh-tokoh kiri seperti Fidel Castro dan mendukung Palestina.
Sementara Messi, kebalikannya, adalah anak pendiam yang barangkali tidak merasa nyaman untuk bicara soal-soal yang dianggapnya bukan keahliannya.
Masalahnya, mereka sama-sama orang Argentina, sama-sama legenda sepakbola, sama-sama juara Piala Dunia, dan yang paling penting sama-sama pesepakbola paling terkenal sepanjang sejarah.
Apakah kita bisa memaksa Messi untuk menjadi seperti Maradona dalam hal kemanusian dan Palestina? Rasanya berpulang pada kenyamanan sang pemain dengan karakternya sendiri.
Tetapi apakah publik berhak untuk menuntut Messi menjadi Maradona dalam isu Palestina? Rasanya tidak berlebihan karena ia punya tanggung jawab sebagai seorang megabintang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 6Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 7Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 8BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








