Bantu Dhuafa Dan Fakir Miskin, Pemuda Shiddiqiyyah Hadirkan Kesejahteraan Melalui Rumah Syukur Layak Huni

AKURAT.CO Rumah adalah jiwa, dalam konteks syair lagu kebangsaan Indonesia Raya, yang berbunyi "Bangunlah jiwanya, bangunlah badannya," memiliki makna lebih mendalam.
Begitulah semangat Organisasi Pemuda Shiddiqiyyah (Opshid) dalam menghadirkan kesejahteraan untuk masyarakat kurang mampu.
Ketua Umum DPP Opshid, Mochammad Subchi Azal Tsani atau akrab disapa Mas Bechi menggagas program pembangunan rumah layak huni yang dinamakan dengan Rumah Syukur Layak Huni.
"Rumah bukan hanya sebagai tempat fisik untuk tinggal tetapi juga sebagai simbol penting dari pembangunan jiwa dan kebangsaan," katanya dalam keterangan tertulis, Senin (16/10/2023).
Baca Juga: Pakar Komunikasi Tidak Setuju Kemenag Cabut Izin Operasional Ponpes Shiddiqiyyah Jombang
Mas Bechi mengatakan, program pembangunan rumah layak huni secara gratis dipersembahkan untuk rakyat Indonesia yang berhak. Terutama fakir miskin dan kaum dhuafa yang belum memiliki tempat tinggal yang layak atau dalam artian belum memiliki rumah layak huni.
"Rumah syukur ini tentunya dipersembahkan 100 persen gratis untuk warga yang membutuhkan. Dengan berbagai kebutuhan seperti material, tenaga kerja, konsumsi para pekerja, termasuk fasilitas listrik dan kebutuhan air/sumur bagi mereka yang belum memilikinya," jelasnya.
Mas Bechi mengungkapkan, selain membangunkan rumah dari awal hingga akhir, Rumah Syukur Layak Huni juga dilengkapi dengan fasilitas perabotan rumah tangga seperti satu set kursi dan meja ruang tamu, kipas angin, dipan, Kasur, lemari, kompor gas, dan rak piring, dan lainnya. Bahkan tidak jarang juga ada yang diberikan tivi dan laptop.
"Penerima rumah juga dibebaskan dari semua biaya," ujarnya.
Baca Juga: Izin Ponpes Shiddiqiyyah Jombang Dikembalikan, Menag Ad Interm: Santri Bisa Belajar dengan Tenang
Terlepas dari pemberian nama Rumah Syukur Layak Huni, rumah-rumah yang dibangunkan oleh Opshid di seluruh Indonesia ini termasuk mewah, baik dari segi material bangunan maupun fasilitas perabotannya.
Tercatat, hingga saat ini sudah ada lebih dari 1.800 rumah syukur yang telah dibangun dan menariknya dalam pembangunan rumah syukur, warga Thoriqoh Shiddiqiyyah saling bahu membahu gotong royong memberikan bantuan, baik berupa kebutuhan untuk pembangunan rumah seperti semen hingga anggaran yang diberikan secara cuma-cuma tanpa membebani penerima bantuan.
"Saat ini juga sudah ada sebanyak 66 unit rumah syukur yang tengah dalam proses pembangunan secara serentak seluruh Indonesia Raya, dengan biaya yang dikeluarkan kurang lebih mencapai Rp130 juta per unit," tutur Mas Bechi.
Lebih lanjut, pada 28 Oktober 2023 yang bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda, DPP Opshid akan menyerahkan secara resmi bantuan rumah layak huni kepada para penerima secara serentak Se-Indonesia.
"Semua pendanaan murni dikumpulkan dari shodaqoh warga Shiddiqiyyah sendiri. Kemandirian inilah yang senantiasa diajarkan oleh Kyai Muchammad Muchtar Mu'thi kepada murid-muridnya," demikian Mas Bechi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








