KRONOLOGI Ajudan Puan Maharani Diduga Lakukan Pelecehan ke Jurnalis Perempuan, Korban Bakal Ambil Sikap!
Dwana Muhfaqdilla | 11 Februari 2024, 18:30 WIB

AKURAT.CO Paslon nomor urut 3, Ganjar Pranowo-Mahfud MD telah berkampanye akbar di Lapangan Pancasila Simpang Lima, Semarang, kemarin, Sabtu (10/1/2024). Pada kampanye tersebut, ajudan Puan Maharani yang berinisial ADC, diduga melakukan pelecehan ke jurnalis perempuan.
Berdasarkan keterangan yang diterima, peristiwa tersebut terjadi saat sang jurnalis sedang meliput momen Puan berswafoto bersama awak media usai kampanye Ganjar-Mahfud.
Salah satu teman jurnalis yang mendampingi korban, Intan, mengatakan pria yang diduga ajudan Puan tersebut tiba-tiba memegang kemaluan korban. Peristiwa ini pun dilakukan tidak hanya satu kali.
"Awalnya Bu Puan ngajak foto, korban ada di belakang Bu Puan, terus ajudannya Bu Puan nyingkirin sambil bilang awas-awas tapi tangannya megang kemaluan. Pertama korban lihatin sambil mencerna. Kedua kali dia megang lagi di tempat yang sama," katanya, Minggu (11/2/2024).
Intan mengungkapkan, korban sempat meneriaki pria tersebut. Namun, pria itu langsung melarikan diri.
"Setelah dua kali itu dia bilang sorry, sorry. Korban sempat bilang ini kemaluan lho mas. Orangnya langsung pergi," ungkap dia.
Kemudian, salah satu jurnalis media nasional lainnya, mengaku sempat melihat terduga pelaku meninggalkan backdrop atau belakang panggung.
"Dugaanku ADC karena pakai seragam pakai earphone dan HT," kata jurnalis itu.
Sontak, peristiwa ini langsung membuat heboh awak media yang berada di lokasi kampanye. Hal ini dikarenakan korban langsung menangis histeris usai mengalami pelecehan.
Sementara itu, perwakilan korban yang enggan disebutkan namanya pun telah menerima laporan adanya pelecehan seksual yang dialami korban.
"Saat itu, jurnalis kami melakukan doorstop dengan Puan Maharani, jurnalis kami mendapat perlakukan dari orang yang diduga pengawal Puan. Orang tersebut mendorong jurnalis dengan cara menyentuh bagian kemaluan sebanyak dua kali. Kemudian jurnalis kami teriak histeris," ujarnya.
Atas kejadian tersebut, pihak korban kemudian mengambil sikap.
1. Fokus menenangkan korban karena mengalami shock selepas kejadian pelecehan seksual tersebut. Saat ini korban mengalami shock berat, sehingga perlu mendapat dukungan psikis.
2. Membuat/menyusun kronologi laporan sambil menunggu koordinasi dengan korban dan saksi-saksi yang melihat peristiwa tersebut.
3. Menindaklanjuti laporan dan memberikan advokasi kepada jurnalisnya.
“Kami menunggu kondisi jurnalis kami pulih, setelah itu pasti akan menindaklanjuti peristiwa tersebut. Bagaimanapun kami tidak mentolerir tindakan-tindakan pelecehan seksual yang menimpa seorang jurnalis saat melakukan tugasnya,” tutupnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









