Akurat
Pemprov Sumsel

Empat Remaja Jadi Tersangka Penganiayaan Santri hingga Tewas di Kediri, Semuanya Senior Korban di Ponpes

Sulthony Hasanuddin | 27 Februari 2024, 07:30 WIB
Empat Remaja Jadi Tersangka Penganiayaan Santri hingga Tewas di Kediri, Semuanya Senior Korban di Ponpes

 

AKURAT.CO Empat tersangka telah ditetapkan oleh Polres Kediri Kota, Jawa Timur, atas kematian santri Bintang Balqis Maulana (14) asal Desa Karangharjo, Kecamatan Glenmore, Banyuwangi.

Polisi mengatakan Bintang, santri Pondok Pesantren PPTQ Al Hanifiyyah, Kabupaten Kediri didugas tewas setelah dianiaya empat santri yang merupakan seniornya di sekolah.

Bekerja sama dengan Polresta Banyuwangi, penetapan tersangka dilakukan setelah olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan pemeriksaan saksi-saksi.

Baca Juga: VIRAL Santri Diduga Tewas Dianiaya di Kediri, Ada Luka Sundutan Rokok dan Bekas Jeratan di Leher

"Kami telah mengamankan 4 orang dan kita tetapkan sebagai tersangka dan kita lakukan penahanan," ungkap Kapolres Kediri Kota, AKBP Bramastyo Priaji, dikutip Selasa (27/2/2024).

Diketahui, para santri yang jadi tersangka berasal dari beberapa daeral berbeda dengan usia paling muda 16 tahun.

Mereka adalah MA (18) asal Nganjuk, MN (18) asal Sidoarjo, AK (17) asal Surabaya, dan AF (16) dari Denpasar.

Terkait penganiayaan yang menyebabkan mendiang Bintang tewas, pihak kepolisian akan berkoordinasi dengan rumah sakit di Banyuwangi.

Baca Juga: Viral Aliran Sesat Bolehkan Pengikutnya Bertukar Pasangan, Begini Hukumnya dalam Perspektif Islam

Selain itu, dari hasil pemeriksaan sejauh ini, diketahui motif penganiayaan dipicu kesalahpahaman para tersangka kepada korban, kata Bramastyo.

Namun, pihaknya masih memperdalam motif penganiayaan yang berujung tewasnya korban itu ke dalam penyidikan lanjutan.

Akibat perbuatan mereka, para tersangka terancam Pasal 70 Ayat 3 tentang Perlindungan Anak, Pasal 170 dan Pasal 351 tentang penganiayaan berulang yang menyebabkan luka berat atau mati dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Baca Juga: Heboh, Video Aliran Sesat Boleh Tukar Pasangan Asal Saling Suka di Suatu Pengajian, Langsung Bikin Warganet Geram!

Sementara di sisi lain, pihak pengasuh Pondok Pesantren PPTQ Al Hanifiyyah mengaku tidak tahu dugaan penganiayaan yang menyebabkan santrinya meninggal dunia.

Sebelumnya ibu korban, Suyati (38) mengungkapkan bahwa anak kandungnya itu mengirim pesan lewat aplikasi WhatsApp (WA) dan mengaku ketakutan.

Suyati menceritakan pesan tersebut dikirim mendiang Bintang sejak Senin (19/2/2024) atau beberapa hari sebelum kematiannya.

Baca Juga: Kemendikbud Ingin Kasus Bullying di Binus International School Serpong Diselesaikan Secara Kekeluargaan

"Sini jemput bintang. Cepat ma kesini. Aku takut ma, maa tolongg. Sini cepet jemput," kata sang mending Bintang melalui WA.

Tidak hanya itu, Bintang juga beberapa kali kerap meminta jemput sang ibu untuk pulang ke Kediri.

Namun, menurut Suyati, sang buah hati tidak menjelaskan dengan detail terkait alasan Bintang meminta jemput orang tuanya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.