Empat Remaja Jadi Tersangka Penganiayaan Santri hingga Tewas di Kediri, Semuanya Senior Korban di Ponpes

AKURAT.CO Empat tersangka telah ditetapkan oleh Polres Kediri Kota, Jawa Timur, atas kematian santri Bintang Balqis Maulana (14) asal Desa Karangharjo, Kecamatan Glenmore, Banyuwangi.
Polisi mengatakan Bintang, santri Pondok Pesantren PPTQ Al Hanifiyyah, Kabupaten Kediri didugas tewas setelah dianiaya empat santri yang merupakan seniornya di sekolah.
Bekerja sama dengan Polresta Banyuwangi, penetapan tersangka dilakukan setelah olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan pemeriksaan saksi-saksi.
Baca Juga: VIRAL Santri Diduga Tewas Dianiaya di Kediri, Ada Luka Sundutan Rokok dan Bekas Jeratan di Leher
"Kami telah mengamankan 4 orang dan kita tetapkan sebagai tersangka dan kita lakukan penahanan," ungkap Kapolres Kediri Kota, AKBP Bramastyo Priaji, dikutip Selasa (27/2/2024).
Diketahui, para santri yang jadi tersangka berasal dari beberapa daeral berbeda dengan usia paling muda 16 tahun.
Mereka adalah MA (18) asal Nganjuk, MN (18) asal Sidoarjo, AK (17) asal Surabaya, dan AF (16) dari Denpasar.
Terkait penganiayaan yang menyebabkan mendiang Bintang tewas, pihak kepolisian akan berkoordinasi dengan rumah sakit di Banyuwangi.
Baca Juga: Viral Aliran Sesat Bolehkan Pengikutnya Bertukar Pasangan, Begini Hukumnya dalam Perspektif Islam
Selain itu, dari hasil pemeriksaan sejauh ini, diketahui motif penganiayaan dipicu kesalahpahaman para tersangka kepada korban, kata Bramastyo.
Namun, pihaknya masih memperdalam motif penganiayaan yang berujung tewasnya korban itu ke dalam penyidikan lanjutan.
Akibat perbuatan mereka, para tersangka terancam Pasal 70 Ayat 3 tentang Perlindungan Anak, Pasal 170 dan Pasal 351 tentang penganiayaan berulang yang menyebabkan luka berat atau mati dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.
Sementara di sisi lain, pihak pengasuh Pondok Pesantren PPTQ Al Hanifiyyah mengaku tidak tahu dugaan penganiayaan yang menyebabkan santrinya meninggal dunia.
Sebelumnya ibu korban, Suyati (38) mengungkapkan bahwa anak kandungnya itu mengirim pesan lewat aplikasi WhatsApp (WA) dan mengaku ketakutan.
Suyati menceritakan pesan tersebut dikirim mendiang Bintang sejak Senin (19/2/2024) atau beberapa hari sebelum kematiannya.
"Sini jemput bintang. Cepat ma kesini. Aku takut ma, maa tolongg. Sini cepet jemput," kata sang mending Bintang melalui WA.
Tidak hanya itu, Bintang juga beberapa kali kerap meminta jemput sang ibu untuk pulang ke Kediri.
Namun, menurut Suyati, sang buah hati tidak menjelaskan dengan detail terkait alasan Bintang meminta jemput orang tuanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026







