Miris! Salah Satu Pelaku Penganiayaan Santri Ponpes Al Hanifiyyah di Kediri Ternyata Masih Sepupu Korban

AKURAT.CO Salah satu dari empat pelaku penganiayaan santri di Kediri ternyata masih sepupu korban.
Diketahui pelaku penganiayaan santri di Kediri yang masih ada hubungan saudara bernama Fatah, dan korbannya bernama Bintang Balqis Maulana (14).
Ayah Fatah yang juga pelaku penganiayaan santri di Kediri adalah kakak dari ibu Bintang Balqis. Keluarga Fatah tinggal di Denpasar, Bali.
Fatah berusia 16 tahun, atau 2 tahun lebih tua dari Bintang Balqis, yang saat ini berusia 14 tahun dan bersekolah di kelas 8 MTs di lingkungan pendidikan yang sama.
Fatah bersekolah di pondok pesantren yang sama dengan korban, tetapi pada tingkat pendidikan yang berbeda.
Kakak dari korban, Muhammad Ilham mengungkapkan bahwa Fatah dan Bintang sering bermain bersama tanpa pernah terlibat dalam konflik.
"Kita saudara dekat, kalau hari raya pasti keluarga Fatah pulang ke sini (Banyuwangi)," ungkap Ilham.
Baca Juga: VIRAL Pihak Pengacara Pelaku Beberkan Kronologi Penganiayaan Santri di Kediri
Menurut kakak korban, Ilham sempat mencecar Fatah untuk mengetahui penyebab kematian Bintang.
Meskipun awalnya Fatah enggan memberikan informasi yang jelas, ia akhirnya mengakui bahwa ia terlibat dalam tindakan penganiayaan terhadap Bintang.
"Mungkin dia terhasut temannya," ungkap Ilham.
Selain itu, Fatah juga sempat membawa jasad Bintang ke rumah sakit pada pukul 3 pagi menggunakan sepeda motor.
Selain Fatah, terdapat tersangka lainnya yang diduga terlibat dalam peristiwa penganiayaan tersebut adalah MN yang berusia 18 tahun dari Sidoarjo, MA yang berusia 18 tahun dari Kabupaten Nganjuk, dan AK yang berusia 17 tahun dari Surabaya.
Diketahui sebelumnya, peristiwa ini terbongkar setelah video viral kemarahan keluarga korban terhadap pria yang membawa jenazah korban pulang ke Banyuwangi.
Pihak pondok pesantren Al Haniffiyah Kediri awalnya menyatakan bahwa Bintang meninggal akibat terjatuh di kamar mandi.
Setelah jenazah dikeluarkan dari mobil, keluarga mulai merasa curiga karena darah terus mengucur dari keranda. Akibatnya, mereka meminta jenazah korban untuk dibuka.
Saat jenazah korban tiba di rumah duka pada Sabtu (24/2/2024) malam, keluarga menemukan beberapa luka yang mengindikasikan kemungkinan penganiayaan.
Mia Nur Khasanah (22), kakak korban, melihat adanya bekas jeratan di leher dan sundutan rokok di tubuh adiknya setelah kain kafan dibuka.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










