Mengenal Sumedi Madasik, Viral Karena Subsidi Air Bersih Selama 4 Tahun di Cilegon Tapi Malah Gagal Nyaleg

AKURAT.CO Viral di media sosial aliran air warga di Cilegon yang diputus oleh Sumedi Madasik.
Sumedi Madasik diketahui telah memberikan akses subsidi air bersih kepada warga sekitar melalui sumur bor pribadinya sejak tahun 2019.
Warga hanya diminta membayar Rp5 ribu per kubik untuk mendapatkan air bersih dari sumur tersebut. Kesepakatan ini diakui oleh warga sekitar, mengingat kesulitan wilayah tersebut dalam mendapatkan pasokan air bersih.
Selain itu, Sumedi Madasik merupakan caleg wilayah pemilihan Kota Cilegon 4, yang mencakup Kecamatan Pulomerak dan Gerogol, yang mencalonkan diri dengan nomor urut 8 dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Dalam pemilihan tersebut, Sumedi Madasik berhasil meraih 635 suara di Pulomerak dan 51 suara di Gerogol. Sehingga, total suara yang diperolehnya adalah 686 suara.
Dalam internal PKS, Sumedi Madasik menempati posisi caleg ketiga dengan jumlah suara terbanyak. Namun, dia kalah dari caleg PKS Jazuli yang mendapatkan 1.473 suara serta Aam Amarulloh yang memperoleh 1.401 suara.
Sumedi Madasik menegaskan bahwa kasus pemutusan aliran air bukan hanya tentang kekalahan dirinya dalam pemilu. Melainkan juga karena masalah pembiayaan aliran air tersebut.
Sebab huru-hara pemutusan aliran air tersebut, simak berikut profil Sumedi Madasik.
Sosok Sumedi Madasik
Sumedi Madasik merupakan caleg yang mendaftar sebagai kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dengan nomor urut 8.
Sumedi juga tercatat sebagai mantan siswa SMA Negeri 1 Cilegon dan kemudian melanjutkan pendidikannya di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa dengan jurusan Ilmu Administrasi Negara.
Sebelumnya, sebelum memasuki dunia politik sebagai calon anggota DPRD Kota Cirebon, Sumedi memiliki latar belakang sebagai seorang pengusaha.
Sumedi Madasik adalah pemilik sebuah restoran bernama Teletubbies Resto & Cafe yang terletak di Jalan Jayanegara Raya, Dodol, Suralaya, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon, Banten.
Selain itu, ia juga memiliki pengalaman bekerja sebagai penyedia jasa konstruksi di Ayatama Energi Trisco Nusantara.
Awalnya, Sumedi menyatakan kesanggupannya untuk menanggung biaya listrik dan perawatan sumur yang mencapai Rp 2 juta per bulan.
Namun, harapannya untuk mendapatkan dukungan dari warga sekitar dengan meminta mereka memilihnya dalam pemilu 2024 berujung pada kekecewaan.
Dari target total 100 suara warga Suryalaya yang diharapkan memilihnya dalam pemungutan suara pemilu 2024, Sumedi hanya berhasil mendapatkan total suara sebesar 45% saja.
Kekalahan ini menyebabkan Sumedi mengalami kehabisan uang dan mengalami krisis setelah gagal menjadi anggota legislatif.
Akibatnya, dia terpaksa meminta warga membayar listrik dan perawatan sumur air bersih miliknya.
Tak sedikit warga yang merespons negatif dari keputusan Sumedi tersebut.
Meskipun begitu, banyak netizen yang mendukung keputusan Sumedi karena merasa bahwa warga yang menerima bantuan tidak bersyukur.
Mereka banyak yang mengucapkan terima kasih kepada Sumedi atas bantuannya selama 4 tahun terakhir.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










