Teror OPM Melebihi Batas, MPR Dukung TNI Tindak Tegas Kebiadaban Kelompok Separatis di Papua
Citra Puspitaningrum | 14 April 2024, 13:30 WIB

AKURAT.CO Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Bambang Soesatyo mendukung upaya TNI dalam memberantas Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang sebelumnya disebut dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).
Hal ini disampaikan menyusul insiden penembakan dan penganiayaan Danramil Aradide Letda Oktovianus Sogalrey di Paniai Papua Tengah.
"Tidak boleh ada lagi toleransi terhadap para kelompok separatis, teoris ataupun OPM untuk meneror serta melakukan aksi kejahatan hingga menimbulkan korban jiwa," kata pria yang karib dipanggil Bamsoet dalam keterangan tertulis, Minggu (14/4/2024).
Bamsoet menilai tindakan kelompok separatis di Papua sudah di luar batas kewajaran. Sebab, OPM selalu meneror warga Papua dan tak jarang warga sipil menjadi korban. Belum lagi korban jiwa dari aparat kian hari terus bertambah.
"Tindakan tegas perlu dilakukan aparat demi menunjukkan bahwa negara tidak akan kalah dengan kelompok separatis yang skalanya lebih kecil dari TNI dan Polri," ujarnya.
Dia juga mendukung penyelesaian masalah dilakukan dengan cara pendekatan non senjata alias kontak tembak. Pemerintah juga bisa melakukan komunikasi dengan kepala adat dan tokoh agama setempat.
"Dengan upaya penindakan tegas dan pendekatan humanis yang beriringan semoga aksi OPM yang meresahkan bisa secepatnya diredam," tuturnya.
Diberitakan sebelumnya, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Nugraha Gumilar menyebut aksi OPM yang menyerang dan menembak, sehingga menyebabkan meninggalnya Komandan Rayon Militer (Danramil) 1703-04 Aradide Letda Inf Oktovianus Sogalrey merupakan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) berat.
"Apa yang dilakukan OPM adalah pelanggaran HAM berat," kata Nugraha dalam keterangan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 3Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








