Penonaktifan KTP Warga Jakarta Tak Sesuai Domisili Demi Program Bansos Tepat Sasaran

AKURAT.CO Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta Joko Agus Setyono menyatakan, penonaktifan Kartu Tanda Penduduk (KTP) Jakarta merupakan bentuk dukungan terhadap program bantuan sosial (Bansos) yang dimiliki oleh Pemprov DKI Jakarta.
"Ini penting dilakukan karena Pemprov DKI miliki program Bansos dalam bentuk KJP (Kartu Jakarta Pintar), subsidi pangan, subsidi transportasi, dan beberapa Bansos lainnya," kata Joko Agus dikutip, Sabtu (18/5/2024).
Joko mengungkapkan, penonaktifan KTP yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta sembari memperbaiki data kependudukan warga. Terutama, bagi warga yang sudah tidak lagi tinggal di Jakarta.
Baca Juga: Ahok Sentil Kebijakan Penonaktifan KTP Jakarta: Merepotkan Masyarakat
"Saat ini Pemprov DKI membenahi data-data kependudukan dengan menonaktifkan KTP bagi mereka ber-KTP DKI Jakarta tapi tak tinggal di Jakarta," ujarnya.
Lebih lanjut dalam membenahi data kependudukan, Joko Agus menuturkan bahwa Pemprov DKI Jakarta telah berkoordinasi dengan stakeholder terkait sejak beberapa bulan yang lalu.
"Karena ini sangat berkaitan dengan data kependudukan, maka kita koordinasi dengan pemerintah daerah sekitar Jakarta, antara lain Bekasi, bogor, depok, Tangerang, dan tangsel," jelasnya.
"Sudah mulai berkoordinasi beberapa bulan yang lalu, hampir setahun, dan sudah mulai dibenahi," sambungnya.
Sebelumnya, Pj Gubernur Heru merespons Ahok soal Penonaktifan NIK KTP. Heru Budi Hartono mengatakan, kritikan atas penonaktifan NIK DKI Jakarta yang dilakukan oleh Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.
Baca Juga: Warga yang Datang ke Jakarta Diminta Tak Ubah KTP, Lalu Kembali Lagi ke Daerah Asal
Adapun kritikan itu disampaikan melalui video yang diunggah melalui akun YouTube pribadi mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut @PanggilBTP pada beberapa waktu yang lalu.
Menurut Heru Budi, Jakarta memang merupakan wilayah yang bisa dihuni oleh siapapun, akan tetapi Pemprov DKI Jakarta hanya menjalankan dan menegakkan aturan.
"Kalau warganya sudah tinggal di daerah lain, di luar Jakarta, contoh banyak masukan dari tokoh masyarakat, rumahnya, alamatnya, dipakai oleh orang yang tidak dikenal," kata Heru.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 3Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








