Akurat
Pemprov Sumsel

VIRAL Ibu dan Anak Ngamuk Tak Mau Bayar Paket COD yang Sudah Dibuka, Terungkap Pembeli Ternyata Seorang Guru di Sidoarjo

Shalli Syartiqa | 21 Mei 2024, 12:19 WIB
VIRAL Ibu dan Anak Ngamuk Tak Mau Bayar Paket COD yang Sudah Dibuka, Terungkap Pembeli Ternyata Seorang Guru di Sidoarjo

AKURAT.CO Publik baru-baru ini dihebohkan oleh sebuah video yang menunjukkan seorang ibu dan anaknya memaki-maki kurir paket.

Kejadian tersebut melibatkan seorang guru SD bernama Dwi Nur Mas Ulla di kediamannya di Krian, Sidoarjo.

Selain adu mulut, Dwi Nur Mas Ulla dan anak laki-lakinya hampir saja terlibat perkelahian dengan kurir paket tersebut.

Kendati demikian, kurir berhasil merekam insiden tersebut dan mengunggah videonya hingga viral.

Keributan kurir dan keluarga yang tak mau bayar paket COD itu pun diunggah oleh akun X @tanyakanrl.

"Guys! Yang lagi viral, satu keluarga gamau bayar paket COD, padahal paketnya udah disobek dan nyuruh kurir balikin. Udah mana ibu dan anaknya nih kasar. Kek Heeelooow, lu pada hidup di zaman paleolitikum kah?" tulis keterangan akun tersebut.

"Paket sudah sobek ini, terus minta dikembalikan. Gimana ini,” tutur kurir dalam video yang beredar.

Baca Juga: HEBOH Pria Menikah dengan Waria di Maluku Utara, Mahar Segelas Air Putih dan Terbongkar Usai Foto Lamanya Viral

Anak laki-laki yang mengenakan kaos biru bahkan mendekati kurir dengan niat memukul, tetapi Dwi Nur Mas Ulla berhasil mencegahnya sehingga tidak terjadi perkelahian.

Kurir tersebut juga sempat dimaki dengan kata-kata tidak pantas oleh keluarga tersebut.

"Woi janc*k," teriak anak laki-laki tersebut.

Paket tersebut dilaporkan seharga Rp150.000 dengan pembayaran Cash on Delivery (COD).

Setelah membayar, Dwi Nur Mas Ulla dan anaknya membuka paket tersebut, namun setelah itu meminta uangnya dikembalikan.

Kurir menjelaskan bahwa ia tidak bisa mengembalikan uang karena resi pada paket sudah disobek dan tidak ada video unboxing.

Meskipun kurir menjelaskan dengan cara baik-baik, pembeli tetap bersikeras meminta uangnya kembali.

Ketegangan meningkat ketika keluarga tersebut mengklaim memiliki banyak teman polisi.

“Kenapa diviralin, kami banyak loh teman polisi,” sahut Dwi Nur Mas Ulla.

Menanggapi ramainya kejadian tersebut, tak sedikit warganet yang berpendapat jika seharusnya sistem COD di online shop dihapuskan demi kesehjateraan kurir.

"Kalo menurutku sih fitur COD mending dihapus aja demi menghindari kejadian kyk gini karna kasian mas mas yg nganter paketnya," tulis @glow**.

"Emang cod hrs ditiadakan. Masih banyak yg malas baca ketentuan, yg kena lagi2 kurir," ungkap @vred**.

"Harusnya sistem cod ini ga usah ada lagi. Nyusahin kurir dan merugikam seller. Barang datang duit ga ada, alasan ga mesen lah, barangnya beda lah," komentar @oyongpus***.

 



Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.