VIRAL Ibu dan Anak Ngamuk Tak Mau Bayar Paket COD yang Sudah Dibuka, Terungkap Pembeli Ternyata Seorang Guru di Sidoarjo

AKURAT.CO Publik baru-baru ini dihebohkan oleh sebuah video yang menunjukkan seorang ibu dan anaknya memaki-maki kurir paket.
Kejadian tersebut melibatkan seorang guru SD bernama Dwi Nur Mas Ulla di kediamannya di Krian, Sidoarjo.
Selain adu mulut, Dwi Nur Mas Ulla dan anak laki-lakinya hampir saja terlibat perkelahian dengan kurir paket tersebut.
Kendati demikian, kurir berhasil merekam insiden tersebut dan mengunggah videonya hingga viral.
Keributan kurir dan keluarga yang tak mau bayar paket COD itu pun diunggah oleh akun X @tanyakanrl.
"Guys! Yang lagi viral, satu keluarga gamau bayar paket COD, padahal paketnya udah disobek dan nyuruh kurir balikin. Udah mana ibu dan anaknya nih kasar. Kek Heeelooow, lu pada hidup di zaman paleolitikum kah?" tulis keterangan akun tersebut.
"Paket sudah sobek ini, terus minta dikembalikan. Gimana ini,” tutur kurir dalam video yang beredar.
Anak laki-laki yang mengenakan kaos biru bahkan mendekati kurir dengan niat memukul, tetapi Dwi Nur Mas Ulla berhasil mencegahnya sehingga tidak terjadi perkelahian.
Kurir tersebut juga sempat dimaki dengan kata-kata tidak pantas oleh keluarga tersebut.
"Woi janc*k," teriak anak laki-laki tersebut.
Paket tersebut dilaporkan seharga Rp150.000 dengan pembayaran Cash on Delivery (COD).
Setelah membayar, Dwi Nur Mas Ulla dan anaknya membuka paket tersebut, namun setelah itu meminta uangnya dikembalikan.
Kurir menjelaskan bahwa ia tidak bisa mengembalikan uang karena resi pada paket sudah disobek dan tidak ada video unboxing.
Meskipun kurir menjelaskan dengan cara baik-baik, pembeli tetap bersikeras meminta uangnya kembali.
Ketegangan meningkat ketika keluarga tersebut mengklaim memiliki banyak teman polisi.
“Kenapa diviralin, kami banyak loh teman polisi,” sahut Dwi Nur Mas Ulla.
Menanggapi ramainya kejadian tersebut, tak sedikit warganet yang berpendapat jika seharusnya sistem COD di online shop dihapuskan demi kesehjateraan kurir.
"Kalo menurutku sih fitur COD mending dihapus aja demi menghindari kejadian kyk gini karna kasian mas mas yg nganter paketnya," tulis @glow**.
"Emang cod hrs ditiadakan. Masih banyak yg malas baca ketentuan, yg kena lagi2 kurir," ungkap @vred**.
"Harusnya sistem cod ini ga usah ada lagi. Nyusahin kurir dan merugikam seller. Barang datang duit ga ada, alasan ga mesen lah, barangnya beda lah," komentar @oyongpus***.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 3Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









