Akurat
Pemprov Sumsel

Heboh Kronologi 7 Pria Aniaya Waria Hingga Tewas di Sulawesi Tengah, Pancing Korban untuk Berhubungan Badan

Shalli Syartiqa | 6 Juli 2024, 18:43 WIB
Heboh Kronologi 7 Pria Aniaya Waria Hingga Tewas di Sulawesi Tengah, Pancing Korban untuk Berhubungan Badan

AKURAT.CO Kisah nahas dialami seorang waria yang bekerja di salon, bernama Dulwai alias Imel, ditemukan tewas di Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah.

Jenazah Imel ditemukan di jembatan Desa Baharuru Jalur 16, Kecamatan Bungku Tengah, pada Rabu (3/7/2024) sekitar pukul 06.00 WITA.

Imel dibunuh oleh tujuh pria. Awalnya, para pelaku hanya berniat mengajarinya pelajaran dengan cara menganiaya, tetapi akhirnya Imel meninggal dunia.

Diketahui 7 pelaku berinisial berinisial AM, AK, NL, MT, PU, AN, dan ARD.

Motif para pelaku merencanakan penganiayaan ini adalah karena mereka kesal terhadap korban yang sering melecehkan mereka.

Selain itu, korban juga sering menelepon para pelaku yang membuat mereka semakin emosi.

Kasat Reskrim Polres Morowali, Iptu Agus Salim, menjelaskan bahwa tujuh pelaku awalnya berkumpul di sebuah kos di Kecamatan Bungku Tengah pada Selasa (2/7/2024) pukul 20.00 WITA.

Di tempat itu, mereka merencanakan penganiayaan terhadap korban.

Para pelaku memancing korban dengan ajakan bersetubuh.

Baca Juga: Prediksi Susunan Pemain Inggris vs Swiss: Bellingham dan Foden Sejajar di Belakang Kane

Kemudian, pelaku AM menjemput korban yang baru selesai menghadiri pesta pernikahan sekitar pukul 23.00 WITA.

AM membonceng korban menggunakan motor dan menurunkannya di Jembatan Baharuru, Kecamatan Bungku Tengah.

Setelah itu, pelaku AK dan AN datang untuk meminta uang yang mereka maksud.

"AK dan AN datang dan menanyakan kepada korban tentang uang untuk membeli minuman keras. Setelah memberikan uang, korban meminta AM untuk mengantarnya pulang, dan saat itulah AN dan AK memukul korban," jelas Agus.

Baca Juga: Cara Menghitung Weton Jodoh Jawa dengan Benar secara Online

Agus melanjutkan, kedua pelaku meninju rahang korban yang langsung membuatnya jatuh tersungkur ke aspal dan tidak bergerak.

Ketiga pelaku kemudian meninggalkan korban dalam keadaan tidak sadarkan diri.

Setelah membawa minuman keras ke kos, dua pelaku yaitu AM dan NT, kembali ke lokasi kejadian dengan membawa botol berisi air untuk menyiram kepala korban.

Namun, mereka terkejut ketika mendapati korban sudah tidak bernyawa.

"AM memeriksa pernapasan dan nadi korban, namun setelah diperiksa, korban sudah tidak bernapas," sambung Agus.

Kedua pelaku kemudian meninggalkan korban dan kembali ke kos untuk memberitahu teman-temannya.

Sementara itu, Agus menyatakan bahwa para pelaku saat diinterogasi mengaku tidak berniat menghilangkan nyawa korban. Mereka hanya ingin memberi korban pelajaran.

Saat ini, para pelaku telah ditahan di Mapolres Morowali untuk pemeriksaan lebih lanjut.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.