Akurat
Pemprov Sumsel

Delegasi Afghanistan Temui Gubernur Aceh, Pelajari Penerapan Syariat Islam di Masyarakat

Fajar Rizky Ramadhan | 26 Desember 2024, 09:00 WIB
Delegasi Afghanistan Temui Gubernur Aceh, Pelajari Penerapan Syariat Islam di Masyarakat

AKURAT.CO Delegasi masyarakat sipil Afghanistan bersama Southeast Asia Woman Peace Mediator (SEAWPM) mengunjungi Penjabat (Pj) Gubernur Aceh, Safrizal ZA, di Banda Aceh pada Selasa (24/12/2024).

Kunjungan ini bertujuan untuk mempelajari penerapan syariat Islam di Aceh sebagai inspirasi penerapan hukum Islam yang selaras dengan nilai-nilai lokal di Afghanistan.

"Kami berharap pengalaman Aceh dapat menjadi inspirasi bagi Afghanistan untuk menerapkan syariat Islam yang sesuai dengan nilai-nilai lokal," ujar Safrizal saat menyambut rombongan di Pendopo Gubernur Aceh, seperti dikutip dari keterangan media.

Dalam pertemuan tersebut, Safrizal menjelaskan bahwa Aceh merupakan satu-satunya provinsi di Indonesia yang memiliki kewenangan khusus untuk menerapkan syariat Islam secara formal.

Baca Juga: LKBH Nurul Iman Apresiasi Langkah Kejati Aceh Bongkar Dugaan Korupsi di FIF Group Lhokseumawe

Hal ini diatur dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh, yang lahir dari hasil kesepakatan damai antara Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dan Pemerintah Indonesia pada 2005.

Safrizal juga memaparkan berbagai aspek penerapan syariat Islam di Aceh, meliputi hukum pidana, perbankan syariah, pendidikan berbasis agama, hingga tata kelola pemerintahan.

Sebagai penunjang, Aceh memiliki institusi khusus bernama wilayatul hisbah atau polisi syariat, yang bertugas mengawasi pelaksanaan syariat di masyarakat.

"Salah satu institusi yang menjadi penopang penerapan ini adalah wilayatul hisbah (polisi syariat) yang bertugas mengawasi pelaksanaan syariat di masyarakat," jelas Safrizal.

Ia menambahkan, Pemerintah Aceh siap berbagi pengalaman dengan Afghanistan mengenai penerapan syariat Islam yang telah berlangsung lama.

Safrizal juga berharap Afghanistan dapat mencapai stabilitas dan keharmonisan melalui pendekatan serupa.

"Kami juga mendoakan semoga Afghanistan berhasil mencapai stabilitas dan keharmonisan melalui pendekatan ini," katanya.

Ketua delegasi Afghanistan, Muhammad Bashir Sulimankhel, yang juga menjabat sebagai Secretariat Coordinator-VAP The Liaison Office-Voice of The Afghan People, menyampaikan kekagumannya terhadap keberhasilan Aceh dalam menerapkan syariat Islam.

Baca Juga: Hutama Karya Operasikan Tol Sigli-Banda Aceh dan 3 Ruas Lainnya Selama Nataru 2024

"Kami melihat Aceh sebagai contoh sukses penerapan hukum Islam yang selaras dengan pembangunan masyarakat. Ini menjadi inspirasi bagi kami di Afghanistan," ujarnya.

Sebagai informasi, Aceh telah beberapa kali menjadi rujukan bagi Afghanistan. Pada 2017, delegasi Afghanistan yang dipimpin oleh Deputy High Peace Council Afghanistan juga datang ke Aceh untuk mempelajari pengalaman penyelesaian konflik melalui perjanjian damai Helsinki.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.